BASKOM ONLINE| 15 JULI 2026| AGHA KHANUM
BENGKULU - Program kompetisi akademik Clash of Champions Season 3 yang diselenggarakan oleh Ruangguru kembali memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Game show edukasi ini sukses menarik perhatian publik lantaran mempertemukan puluhan mahasiswa berprestasi dari universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.
Clash of Champions Season 3 menghadirkan 79 peserta. Para peserta berasal dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, serta dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri seperti National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Oxford, Harvard University, dan beberapa kampus bergengsi lainnya. Selain itu, peserta dari sekolah kedinasan juga turut ambil bagian, termasuk Universitas Pertahanan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, serta Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN).
Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji melalui berbagai tantangan yang mengasah kemampuan berpikir mereka, mulai dari matematika, hafalan, logika, hingga kemampuan menyusun strategi. Peserta tidak hanya dituntut pandai dalam pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi penuh tekanan. Popularitas Clash of Champions meningkat setelah potongan video dari acara tersebut dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak netizen tertarik karena konsep acara yang menghadirkan suasana kompetisi akademik dengan tampilan yang tidak biasa.
Selain menjadi hiburan, acara ini juga mendapat perhatian karena dianggap mampu menunjukkan sisi positif dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa berprestasi dalam acara tersebut dinilai dapat memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi. Tidak hanya menampilkan persaingan antar peserta, Clash of Champions juga memperlihatkan perjalanan setiap mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan. Setiap babak dalam kompetisi menghadirkan situasi yang menguji ketelitian, kerja sama, serta kemampuan peserta dalam mempertahankan fokus di tengah tekanan pertandingan.
Antusiasme masyarakat terhadap acara ini terlihat dari banyaknya perbincangan mengenai peserta maupun tantangan yang diberikan. Beberapa peserta bahkan menjadi sorotan karena latar belakang pendidikan dan berbagai pencapaian yang telah mereka raih sebelum mengikuti kompetisi tersebut. Kehadiran Clash of Champions menjadi salah satu contoh bagaimana konsep pendidikan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Melalui perpaduan antara kompetisi akademik dan hiburan, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang sebelumnya kurang tertarik dengan tayangan bertema pendidikan.
BASKOM ONLINE| 14 Juli 2026| Areska Anjelina
BENGKULU – Dilansir dari rbtv, tim Satreskrim Polres Bengkulu Utara berhasil meringkus pelaku penikaman yang melukai empat pemuda di Lapangan Alun – Alun Rajo Malim Paduko, Arga Makmur. Insiden tersebut terjadi saat puncak acara hiburan rakyat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Pelaku berinisial AP (21), warga Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian berlangsung.
Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam konferensi pers di Mapolres Bengkulu Utara pada Jumat (10/7). Ia didampingi oleh Kasat Reskrim, AKP Alvan Dellano.
”Pelaku sudah kami amankan. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini dipicu cekcok mulut antara pelaku dan korban. Saat kejadian, pelaku juga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi obat jenis Komix secara berlebihan," ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.
Menurut Kapolres, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi penikaman bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan para korban di tengah keramaian acara hiburan rakyat tersebut. Yang menarik, pelaku diketahui dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi obat batuk jenis Komix secara berlebihan saat peristiwa terjadi.
Dalam proses pengungkapan kasus, penyidik telah memeriksa enam orang saksi. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban, satu set pakaian milik pelaku, serta empat set pakaian milik masing-masing korban.
Atas perbuatannya, AP kini dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Bengkulu Utara. Kapolres mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Empat pemuda asal Desa Gunung Selan yang menjadi korban dalam insiden ini dilaporkan sudah dalam kondisi stabil. Kapolres bahkan mengaku telah menjenguk langsung para korban di rumah sakit dan memastikan mereka masih menjalani perawatan medis.
“Untuk keempat korban sudah saya kunjungi langsung saat di rumah sakit. Alhamdulillah kondisi semuanya sudah stabil dan masih dalam perawatan,” tandas Kapolres.
BASKOM ONLINE| 18 JUNI 2026| MARIA MEILANY
Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menuai penolakan dari warga. Penolakan muncul setelah sebagian area sekolah dasar setempat disebut akan dibongkar untuk dijadikan lokasi pembangunan koperasi.
Aksi penolakan terjadi ketika alat berat datang ke lokasi sekolah. Orang tua murid, guru, dan masyarakat setempat berkumpul untuk menghentikan proses pembongkaran yang dinilai dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Video penolakan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.
Warga menilai keberadaan sekolah lebih mendesak untuk dipertahankan karena masih digunakan oleh para siswa. Mereka khawatir pengurangan fasilitas pendidikan akan berdampak pada akses belajar anak-anak di wilayah tersebut. Penolakan juga muncul di tengah perhatian terhadap masih tingginya angka anak yang putus sekolah di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan puluhan ribu siswa tingkat sekolah dasar masih mengalami putus sekolah setiap tahunnya.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu koperasi desa telah memperoleh pengesahan hukum dan pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Peristiwa di Ende memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara pembangunan ekonomi desa dan perlindungan fasilitas pendidikan. Warga berharap pemerintah dapat mencari lokasi alternatif sehingga pembangunan koperasi tetap berjalan tanpa mengorbankan sarana pendidikan yang masih dibutuhkan masyarakat.
BASKOM ONLINE| 17 JUNI 2026| MARIA MEILANY
Dua platform media sosial raksasa di bawah naungan Meta, Instagram dan Facebook, sempat mengalami gangguan massal (down) pada kemarin hari. Uniknya, tumbangnya layanan ini terjadi bersamaan dengan momentum aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh aliansi mahasiswa di sejumlah titik strategis di Jakarta.
Akibatnya, sempat muncul spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan gangguan teknis ini dengan upaya pembatasan informasi atau sensor digital (Throttling) selama aksi demonstrasi berlangsung.
Kronologi Gangguan dan Keluhan Pengguna
Gangguan mulai dirasakan pengguna sejak siang hingga sore hari, tepat saat massa aksi sedang padat-padatnya memadati jalanan ibu kota. Berdasarkan pantauan di lapangan dan lini masa media sosial lainnya (seperti X/Twitter), keluhan utama pengguna meliputi:
a. Gagal Memuat Lini Masa: Pengguna tidak bisa memperbarui (refresh) halaman utama (feed) Instagram maupun Facebook.
b. Gagal Unggah Konten: Cerita (Instagram Stories), unggahan foto, dan video Reels gagal diunggah secara konstan.
c. Pesan Masuk Tertahan: Fitur pesan langsung (Direct Message/DM) mengalami delay yang cukup parah.
d. Sesi Keluar Otomatis: Beberapa pengguna Facebook bahkan mengeluhkan akun mereka tiba-tiba log-out dengan sendirinya.
Kondisi ini sempat menyulitkan para mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat sipil di lapangan yang ingin membagikan laporan pandangan mata secara real-time terkait situasi demonstrasi di Jakarta.
Spekulasi Sensor Digital di Tengah Aksi Massa
Karena terjadi tepat di tengah momen krusial politik dan pergerakan mahasiswa, isu mengenai adanya "intervensi digital" atau pembatasan kuota internet sengaja (down-throttling) sempat mencuat dan memicu kepanikan. Banyak warganet menduga pemerintah atau pihak tertentu sengaja mematikan akses untuk meredam penyebaran dokumentasi unjuk rasa agar tidak viral.
"Awalnya kami kira sinyal di sekitar lokasi demo yang di-jamming (diacak), tapi ternyata teman-teman yang di rumah dan di luar Jakarta juga mengeluhkan Instagram tidak bisa dibuka," ujar salah satu pengguna di media sosial X.
Meta Buka Suara: Murni Kendala Teknis Internal
Melihat kegaduhan dan spekulasi yang berkembang di Indonesia, Meta selaku perusahaan induk Instagram dan Facebook langsung buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi.
Pihak Meta dengan tegas membantah adanya unsur kesengajaan atau keterkaitan antara tumbangnya layanan mereka dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Meta menyatakan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis internal pada sistem server global mereka yang berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Indonesia.
"Kami menyadari bahwa beberapa pengguna mengalami kesulitan mengakses aplikasi kami hari ini. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tulis perwakilan Meta dalam keterangan resminya.
Meta juga menambahkan bahwa tim teknis mereka langsung bergerak cepat setelah mendeteksi adanya anomali sistem. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap demi memastikan stabilitas data pengguna.
Layanan Kembali Normal
Setelah sempat lumpuh selama beberapa jam, menjelang malam hari layanan Instagram dan Facebook dilaporkan sudah mulai berangsur pulih. Pengguna kembali bisa mengunggah konten, mengirim pesan, dan mengakses halaman utama dengan normal.
Meskipun murni masalah teknis, insiden ini memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat modern terhadap platform Meta sebagai kanal komunikasi utama, terutama dalam mengawal isu-isu sosial dan politik penting di tanah air.
BASKOM
ONLINE| 27 MEI 2026| LATIFAH RABBANIYAH
BENGKULU
- Maraknya kasus kekerasan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendorong
Universitas Bengkulu memperkuat peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam menciptakan lingkungan akademis
yang aman.
Satgas PPKPT sendiri merupakan unit fungsional universitas yang dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan memiliki mandat khusus sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan, pelaporan, penanganan serta pendampingan korban kekerasan di lingkup kampus.
Anggota Satgas PPKPT UNIB, Putri Damayanti, menjelaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah melakukan pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi secara luas kepada seluruh civitas akademika. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9 laporan telah masuk, dengan 7 kasus telah diselesaikan sementara 2 lainnya masih dalam proses penanganan.
Upaya
penguatan dilakukan melalui diskusi dan evaluasi internal secara rutin untuk memperkuat
sistem pencegahan di lingkungan kampus. Selain itu, Satgas PPKPT UNIB kini
lebih aktif di media sosial guna memastikan mahasiswa mengetahui kanal pelaporan
yang tersedia.
Meski
langkah tersebut diapresiasi, implementasi penanganan di lapangan dinilai masih
menghadapi hambatan. Pemerhati Isu Kampus, Elsa M. Cik Nur, menyoroti durasi
penanganan kasus yang rata-rata memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja.
Menurutnya, proses yang terlalu lama dapat memberikan kesan kepada korban bahwa
laporan mereka tidak ditangani secara serius.
"Secara kebijakan, Universitas sudah
menunjukkan keseriusan dengan adanya Satgas, tapi penanganannya butuh waktu
lama. Selain itu, Satgas tidak memiliki wewenang langsung untuk memberi hukuman
kepada pelaku, hanya sebatas rekomendasi," ujar Elsa M. Cik Nur saat
diwawancarai.
Menanggapi
hal tersebut, Putri mengklarifikasi bahwa proses penanganan memang membutuhkan
waktu karena harus melalui tahapan verifikasi, pemeriksaan saksi, hingga
asesmen psikologis. "Proses ini tidak bisa instan karena kami harus menyesuaikan
dengan kesiapan kondisi korban agar pemeriksaan berjalan objektif," tegasnya.
Satgas
mengakui kendala terbesar saat ini adalah masih banyaknya pihak yang belum berani
melapor karena faktor rasa takut atau malu. Maka dari itu, Satgas PPKPT kini gencar
menyebarkan informasi melalui media sosial dan memasang atribut informasi guna
memudahkan akses pengaduan bagi mahasiswa.
Ke
depan, mahasiswa didorong untuk terus aktif mengawal isu kekerasan di lingkungan
kampus, termasuk melalui media sosial. "Isu sering kali lebih cepat ditanggapi
ketika menjadi perhatian publik. Mahasiswa bisa bersuara melalui story atau
unggahan sebagai bentuk solidaritas terhadap pelapor," ujar Elsa M. Cik
Nur menutup pembicaraan.
Pernyataan
tersebut selaras dengan harapan Satgas PPKPT UNIB yang menekankan bahwa
menciptakan kampus aman bukan hanya tugas satu unit kerja saja. Putri Damayanti
menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kampus aman tidak bisa hanya
bergantung pada kinerja tim internal, melainkan dukungan dan keterlibatan aktif
dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai sistem pendukung utama di lapangan.
Sejalan
dengan hal tersebut, mahasiswa didorong untuk terus berperan aktif dalam mengawal
isu-isu kekerasan yang belakangan ini viral dan menjadi perhatian publik.
Melalui kerja sama antara pengawasan mahasiswa dan prosedur resmi Satgas,
Universitas Bengkulu diharapkan benar-benar mampu mewujudkan ruang akademik yang
aman dan bagi semua civitas akademik.
BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| ARESKA ANJELINA
Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor kelam. Dalam beberapa hari terakhir hingga pertengahan Mei 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp 17.500 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan mata uang Indonesia. Rupiah kini telah melemah sekitar 7 persen sejak konflik Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu. Angka ini melampaui level terlemah yang pernah dicapai bahkan pada puncak Krisis Keuangan Asia 1997-1998.
Sejumlah ekonom menilai perlemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, juga menyebutkan bahwa defisit anggaran dan meningkatnya arus keluar modal asing menjadi salah satu penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah.
Nailul Huda mengatakan “Ada kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Akhirnya banyak uang yang keluar atau terjadi capital outflow,” ujarnya. Investor dinilai mulai khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia sehingga memilih menarik dananya dari pasar domestik.
Melemahnya rupiah ini juga dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan hidup sehari-hari berpotensi mengalami pelonjakan harga. Beberapa sektor seperti elektronik, farmasi, otomotif, dan pangan diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak akibat tingginya ketergantungan terhadap barang impor.
Ekonom juga memperingatkan bahwa jika perlemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, daya beli masyarakat bisa menurun dan laju inflasi pun meningkat. Para pelaku usaha pun terancam menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat memengaruhi ekspansi bisnis dan penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, Bank Indonesia dan pemerintah disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga rupiah agar tidak semakin turun dan melemah. Intervensi pasar valuta asing, penguatan pasar obligasi, hingga pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar dilakukan guna menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Meski pemerintah optimistis kondisi ekonomi masih bisa terkendali, perlemahan nilai rupiah tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi inflasi, biaya hidup masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
BASKOM
ONLINE| 17 MEI 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH
Final
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI
tingkat Provinsi Kalimantan Barat
yang dilaksanakan di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) viral setelah video
unggahan yang diduga menunjukkan adanya kecurangan dari dewan juri.
Dalam
video tersebut, peserta memperoleh pertanyaan tentang proses pemilihan anggota
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lalu, Grup
C dari SMAN 1 Pontianak menjawab
terlebih dahulu.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh
Presiden," kata perwakilan
Grup C.
Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh juri dan mendapat nilai minus lima. Lalu, kesempatan menjawab diberikan kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup B.
Jawaban
kedua tim terlihat sama dan memicu berbagai reaksi dari netizen. Namun, Grup B diberi nilai 10 oleh juri
yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi.
Karena merasa tidak adil, perwakilan dari Grup C
mencoba memberitahu juri bahwa jawaban yang Grup C dan Grup B berikan tidak
memiliki perbedaan. Juri menanggapi protes tersebut dengan mengatakan bahwa jawaban
Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan jelas.
"Tadi
disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi, jadi Dewan Juri tadi
berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.
Juri-juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni
menyebut perbedaan nilai karena artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak
dinilai kurang jelas.
"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting
ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut
kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar
artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan
nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya,"
ujar Indri.
MC dalam acara tersebut juga mengimbau peserta untuk menerima keputusan dewan juri dan menyebut para juri yang hadir telah berkompeten di bidangnya, serta menyebut bahwa sanggahan dari Grup C hanya merupakan perasaan mereka.
Setelah video cerdas cermat tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan
netizen, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan
permohonan maaf atas insiden ini. Ia juga menyampaikan akan melakukan evaluasi agar kejadian ini
tidak terulang.
BASKOM ONLINE | 3 MEI 2026 | ARINI MUTIARA SARI
Di
tengah tren tubuh ideal yang terus beredar di media sosial, diet sering kali
dimaknai sekadar upaya menurunkan berat badan. Padahal, di balik itu, ada
cerita yang lebih dalam tentang bagaimana seseorang belajar memahami tubuhnya
sendiri.
Bagi sebagian orang, kata “diet” mungkin terdengar melelahkan. Terbayang aturan makan yang ketat, berbagai pantangan, sampai rasa bersalah setiap kali melanggar pola makan. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena sebagian orang merasa diet adalah sesuatu yang menyiksa.
Namun, belakangan ini mulai banyak yang memandang diet dengan cara berbeda. Bukan lagi sekadar mengejar angka di timbangan, tapi lebih ke membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuh. Seperti yang dirasakan oleh banyak anak muda saat ini, diet tidak harus selalu ekstrem. Mengurangi minuman manis, mulai rutin sarapan, atau sekadar memperbanyak minum air putih sudah menjadi langkah kecil yang berarti. Hal-hal sederhana ini justru lebih mudah dijalani dan terasa “ringan” tanpa tekanan berlebih.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga mulai memengaruhi cara orang berdiet. Tidak sedikit yang kini lebih memilih pendekatan mindful eating makan dengan sadar, menikmati setiap suapan, tanpa rasa terburu-buru atau rasa bersalah. Dengan cara ini, makan bukan lagi musuh, melainkan bagian dari perawatan diri.
Media sosial memang masih dipenuhi berbagai standar tubuh ideal, tapi perlahan muncul juga suara-suara yang lebih realistis. Banyak konten kreator yang mulai berbagi perjalanan diet mereka apa adanya dengan naik turunnya, dengan kegagalannya, bahkan dengan momen “cheat day” yang manusiawi.
Hal ini membuat banyak orang menilai diet terasa lebih dekat dan tidak lagi menakutkan. Pada akhirnya, diet bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling konsisten menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh bukan proyek jangka pendek, melainkan tempat kita hidup setiap hari. Mungkin sudah saatnya kita berhenti melihat diet sebagai hukuman. Sebaliknya, jadikan ia sebagai bentuk perhatian kecil untuk diri sendiri. Tidak harus sempurna, yang penting berproses pelan, tapi pasti.
BASKOM
ONLINE| 17 APRIL 2026| MUHAMMAD ARIEF MAHARDIKA
Kasus
perundungan terhadap seorang siswi SMA di Bekasi menjadi sorotan publik setelah
keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta korban yang
merupakan siswi kelas XI mengalami bullying selama beberapa bulan oleh kakak
kelasnya dani diungah akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah
di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully.
Peristiwa tersebut memuncak pada 6 Februari 2026 ketika korban mencoba
menanyakan alasan dirinya terus dirundung di kantin sekolah. Namun, situasi
justru berubah menjadi adu mulut hingga korban dijambak oleh pelaku.
Dalam
kondisi terdesak, korban berusaha melepaskan diri dan tanpa sengaja melukai
dahi pelaku menggunakan tempat makan. Insiden tersebut kemudian dianggap
sebagai tindakan penyerangan oleh pihak keluarga pelaku. Tak lama setelah
kejadian, keluarga pelaku yang diduga memiliki latar belakang kuat karena orang
tua pelaku disebut sebagai anggota DPRD Bekasi, meminta uang damai sebesar Rp200
juta kepada pihak korban. "Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri
malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak
pelaku," jelas @syllakaligis.
Permintaan
tersebut memicu kemarahan publik setelah cerita ini viral di media sosial
melalui unggahan keluarga korban. Korban dilaporkan mengalami tekanan mental
dan merasa takut, sementara pelaku disebut masih menjalani aktivitas seperti
biasa. Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dan kini tengah ditangani
oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta lembaga perlindungan anak untuk
mencari solusi dan memastikan perlindungan terhadap korban.
BASKOM ONLINE| 15 APRIL
2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH
Diduga 16 mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Indonesia (UI) melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi
dan juga dosen melalui sebuah grup obrolan.
Kasus ini bermula pada
malam 11 April 2026, ketika sebuah akun anonim di aplikasi X mengunggah
beberapa foto hasil tangkapan layar dari grup obrolan yang berisikan percakapan
tidak senonoh dan mengarah pada pelecehan seksual, pada keterangan unggahan
tersebut tertulis “Anak FHUI bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari?”.
Unggahan tersebut
kemudian tersebar luas di media sosial, salah satu hal yang menjadi sorotan
publik adalah fakta bahwa anggota grup tersebut bukanlah mahasiswa biasa,
melainkan sejumlah mahasiswa yang menduduki berbagai jabatan penting di
lingkungan kampus.
Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa
sebelum kasus ini viral di media sosial, 16 orang mahasiswa tersebut tiba-tiba
meminta maaf di grup angkatan. “Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16
pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka,” ujar
Dimas.
Sejauh ini, terungkap
setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan tersebut.
“Setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan,” kata
kuasa hukum beberapa korban, Timotius Rajagukguk, dalam konferensi pers yang
berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa
(14/4/2026). Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional
UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan
secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik
kepentingan.
“Perkembangan penanganan
kasus ini akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang
berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh
pihak yang terlibat,” ujar Erwin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14
April 2026.
Wakil Ketua BEM UI
Fathimah Azzahra mengungkapkan, mengacu pada Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022
tentang Tindak Pidana Pelecehan Seksual, Tindakan yang diduga dilakukan para pihak
merupakan bentuk pelecehan seksual non-fisik yang merendahkan harkat martabat
korban. Para pihak tersebut dapat diancam tindak pidana kurungan penjara paling
lama sembilan bulan dengan denda maksimal 10 juta rupiah.
“Kampus wajib memberikan
sanksi administratif berat bagi para pelaku pelecehan seksual yang
direalisasikan dengan mencabut sebagian hak pihak yang terlibat atau
mengeluarkan mereka dari Universitas Indonesia,” ujar Fathimah kepada wartawan,
Selasa (14/4/2026). “Pewajaran dalam tindakan ini membuat ruang sistemik merasa
tidak aman yang menyebabkan ketakutan massal, tidak hanya korban tetapi untuk
semua mahasiswa agar mereka memiliki ruang tanpa tekanan psikis dan dihantui
rasa tidak aman,” lanjut Fathimah.
BASKOM
ONLINE| 13 APRIL 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN
Peristiwa
tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah SMP di Kabupaten Siak, Riau.
Seorang siswa kelas IX meninggal dunia setelah alat yang ia buat sendiri
meledak saat diperagakan di lingkungan sekolah.
Insiden
itu berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, para siswa
sedang menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA secara berkelompok. Korban
bersama timnya menampilkan sebuah alat berbentuk senapan yang dibuat
menggunakan teknologi 3D printer.
Sebelum
melakukan demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya untuk menjauh dari
lokasi percobaan. Namun, ketika alat tersebut dioperasikan, tiba-tiba terjadi
ledakan cukup kuat yang disertai asap tebal.
Ledakan
tersebut membuat bagian alat pecah dan serpihannya terpental ke berbagai arah.
Beberapa bagian mengenai area sekitar, termasuk dinding bangunan. Nahas,
serpihan keras menghantam wajah dan kepala korban hingga menyebabkan luka
serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan
medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dari
hasil temuan awal, petugas menemukan sejumlah material di lokasi kejadian. Di
antaranya komponen plastik hasil cetakan 3D, potongan logam, serta sisa bubuk
yang diduga menjadi pemicu ledakan. Barang bukti tersebut telah diamankan dan
akan diuji lebih lanjut di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab
pasti kejadian.
Pihak
kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama adalah memastikan
apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut.
BASKOM
ONLINE| 4 APRIL 2026| LESI HUTARI
TANGERANG
– Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang menyegel sebuah bangunan yang
digunakan sebagai rumah doa Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen POUK
Tesalonika di wilayah Teluknaga pada Jumat, 3 April 2026.
Menurut
laporan Kompas.com, penyegelan dilakukan setelah jemaat melaksanakan ibadah
Jumat Agung di lokasi tersebut. Bangunan yang digunakan diketahui merupakan
kantor yayasan yang difungsikan sebagai tempat ibadah.
Dalam laporan yang sama disebutkan, tindakan penyegelan dilakukan setelah adanya protes dari warga sekitar. Warga menilai bangunan tersebut belum memiliki izin resmi berupa Persetujuan Bangunan Gedung. Warga menyampaikan bahwa keberatan mereka bukan ditujukan untuk melarang aktivitas ibadah, tetapi agar penggunaan bangunan sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku. Disebutkan pula bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga dan pihak yayasan terkait pengurusan izin.
Di sisi lain, pihak yayasan menyayangkan penyegelan yang dinilai dilakukan secara mendadak. Aparat disebut melakukan langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi konflik di tengah warga yang berkumpul di lokasi. Sebelum penyegelan, jemaat tetap menjalankan ibadah Jumat Agung dengan khidmat. Namun, situasi di lapangan dilaporkan sempat menimbulkan ketegangan.
Peristiwa
ini kembali menyoroti persoalan perizinan rumah ibadah di masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian secara adil
sesuai aturan yang berlaku.
BASKOM ONLINE| 23 MARET 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN
Mantan pimpinan bank berinisial AH telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu. Nilai kerugian ini mencapai Rp 28 miliar. Kasus ini berawal dari tahun 2019, AH menawarkan sebuah investasi yang di klaim sebagai "BNI Deposito Investment". Ternyata investasi ini tidak resmi dan belum pernah diterbitkan oleh pihak bank. AH menjanjikan akan memberikan imbalan sekitar 8 persen per tahun untuk menarik minat korban.
Dalam usaha praktiknya, AH diduga memalsukan dokumen seperti tanda tangan dan certificate of deposit (CD). Dana ini tidak disimpan sesuai dengan tujuan melainkan dialihkan ke rekening pribadi, keluarga dan perusahaan milik AH. Kasus ini akhirnya terkuak ketika pihak bank menemukan ada kejanggalan dan kasus ini dilaporkan oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, pada 26 Februari 2026.
Saat ini hendak diperiksa dan tersangka ternyata sudah melarikan diri ke luar negeri. AH diketahui berangkat dari Bali menuju Australia hanya beberapa hari setelah laporan dibuat. Saat ini kepolisian sedang bekerja sama dengan interpol dan aparat dari Australia untuk menangkap tersangka. Upaya penerbitan red notice sedang dilakukan agar pelaku dapat ditangkap.
BASKOM ONLINE| 8 MARET 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH
Tanggal 8 Maret
diperingati sebagai Hari Perempuan atau Women’s Day, hari yang dijadikan
sebagai pengingat atas perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya.
Hari Perempuan Sedunia ini bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan menjadi
bukti pencapaian sekaligus mendorong langkah nyata menuju kesetaraan.
Dalam SDGs (Sustainable
Development Goals) yang diusung PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menjadikan
isu kesetaraan gender sebagai salah satu tujuan pembangunannya. Pada Januari
2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa dunia harus
melawan ketimpangan dengan memperluas peluang bagi perempuan dan anak
perempuan.
Hari perempuan atau
Women’s Day ini bermula pada Februari 1909 di Amerika. Setahun kemudian, di
Kopenhagen, aktivis hak perempuan Clara Zetkin mengusulkan adanya hari
internasional untuk memperjuangkan kesetaraan hak. International Women’s Day
pertama kali diperingati pada Maret 1911, dan sejak 1913 tanggal 8 Maret
ditetapkan secara resmi.
PBB mulai merayakan hari
ini pada 1975, lalu pada 1996 menetapkan tema tahun pertama, yaitu “Merayakan
Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”. Dan pada peringatan yang ke-seratus pada tahun
2011, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan
Maret sebagai Women’s History Month.
Setelah mengetahui
sejarah tentang Hari Perempuan, sekarang kita akan kembali pada realita tentang
kesetaraan gender yang selalu perempuan dunia perjuangkan. UN Women (United
Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women) bersama Departemen
Urusan Ekonomi dan Sosial PBB merilis laporan Gender Snapshot 2024 yang
menunjukkan bahwa belum satu pun indikator SDGs tentang kesetaraan gender benar-benar
tercapai.
Sebanyak 97% negara
memang sudah menutup lebih dari 60% kesenjangan, dibandingkan 85% pada 2006.
Namun, kesenjangan terbesar tetap ada di bidang politik dengan angka penutupan
hanya 22,8%, dan diperkirakan membutuhkan 169 tahun untuk menutupnya. Jadi,
kalau kamu merasa perjuangan ini masih panjang, memang datanya juga menunjukkan
demikian.
Upaya utama yang dapat
kita lakukan untuk menutup kesenjangan ini adalah memahami bahwa semua manusia
layak diperlakukan adil. Dibutukan pendidikan, kolaborasi, dan kemajuan
sistematis dari semua pihak untuk menghapus stigma perbedaan antar gender.
International Woman’s Day
bukan sekedar momen untuk mengunggah kutipan inspiratif, namun ini adalah
pengingat bahwa kesetaraan gender membutuhkan konsistensi, kebijakan nyata, dan
dukungan lintas generasi.
Momentum ini menjadi
pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai bidang
kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat. Oleh
karena itu, dukungan terhadap kesetaraan dan perlindungan hak perempuan perlu
terus diperkuat demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih adil dan setara
bagi semua.
BASKOM
ONLINE| 8 MARET 2026| ARESKA ANJELINA
Amerika
Serikat resmi serang Iran melalui serangan udara kepada sejumlah target
strategis di iran pada sabtu (28/2/2026). Serangan dipicu oleh ketegangan yang
terus terjadi belakangan ini. Serangan militer ini menjadikan fasilitas nuklir
Iran menjadi sasaran empuk pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Hal ini dilansir
Reuters dan AI Jazeera, Senin (2/3/2026), yang disampaikan oleh duta besar Iran
untuk badan pengawasan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi
Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, dalam pertemuan dewan gubernur IAEA
yang beranggotakan 35 negara.
“
Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran bernama Natanz yang damai dan
dilindungi kemarin” kata Najafi kepada wartawan yang hadir pada forum IAEA
tersebut.
Tetapi,
tidak dijelaskan secara rinci oleh Najafi perihal kerusakan apa saja yang
diakibatkan oleh serangan tersebut.
Ternyata
tidak hanya sekali, ini menjadi kali keduanya Natanz dihantam serangan udara.
Natanz merupakan salah satu dari tiga fasilitas nuklir Iran Selain Fordow dan
Isfahan yang dihantam pada Juni tahun lalu yang juga dilakukan oleh AS dan
Israel.
Saat
serangan tahun lalu ternyata mengalami kerusakan pada bagian permukaan tanah
dari pabrik pengayaan bahan bakar percontohan di Natanz yang menyebabkan
terputusnya aliran listrik ke lantai bawah tanah di natanz yang mengganggu
sistem operasional bawah tanahnya dan juga ada beberapa kerusakan dibagian
bangunan pintu masuk pabrik pengayaan bahan bakar Natanz Iran. Tetapi, Institute
For Science And International Security, yang terbit pada hari senin setelah
Natanz dihantam pada hari Minggu dan IAEA menanggapi bahwa serangan tersebut
bukanlah serangan yang besar.

























