Siswi SMA Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Berkas Bengkulu, Sempat Dicegah Pengunjung

HIMIKOM

Sumber foto: Basarnas Bengkulu

BASKOM ONLINE| 21 OKTOBER 2026| NAYLA NURFATANAH ANANDA

Bengkulu (21/10/2026) – Dilansir dari DetikSumbagsel, seorang siswi SMA yang dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Berkas, Kota Bengkulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (20/10/2026) pagi. Korban ditemukan di tepi pantai dekat kawasan Kota Tua setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Senin malam.

Diberitakan oleh Antara News Bengkulu, korban ditemukan sekitar pukul 05.40 WIB oleh tim gabungan. Lokasi penemuan berada sekitar 3,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sejumlah pengunjung pantai sempat berusaha mencegah korban memasuki laut. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena korban disebut sempat memberontak hingga terlepas dari pegangan pengunjung dan terbawa arus ombak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) malam di kawasan Pantai Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Laporan mengenai kejadian itu diterima oleh Basarnas Bengkulu sekitar pukul 19.25 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Mengutip keterangan Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, proses pencarian berlangsung hingga Selasa pagi sebelum akhirnya korban ditemukan. Operasi tersebut dilakukan oleh tim SAR yang berupaya menyisir kawasan pantai untuk menemukan keberadaan korban.

Di sisi lain, pihak kepolisian turut memberikan keterangan mengenai informasi awal terkait kondisi korban sebelum kejadian. Meski demikian, informasi mengenai latar belakang peristiwa tersebut masih perlu didalami oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap keselamatan sesama, terutama ketika seseorang berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan dirinya. Upaya pertolongan dari orang-orang di sekitar serta respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam menghadapi keadaan darurat di kawasan pantai.

Operasi SAR 10 Hari Nihil, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

HIMIKOM

 


Sumber foto: Harian Merapi


BASKOM ONLINE| 21 SEPTEMBER 2026| LESI HUTARI

Bengkulu (21/09/2026) - Dilansir dari Detikcom operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dinyatakan hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama 10 hari berturut-turut tanpa membuahkan hasil.

Keputusan berat untuk mengakhiri operasi diambil setelah seluruh upaya maksimal dikerahkan oleh tim gabungan. Pencarian yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga relawan lokal tidak menemukan puing kapal maupun tanda-tanda keberadaan para korban di area krisis.

Sementara itu, AntaraNews melaporkan bahwa selama 10 hari penuh, tim SAR menyisir puluhan mil laut di sekitar titik koordinat terakhir hilangnya rombongan. Metode pencarian diselenggarakan secara komprehensif, mencakup patroli permukaan laut, pemantauan dari udara, hingga penggunaan sonar bawah air, namun seluruh hasil tetap nihil.

Mengutip dari Kronologi.id, kelima jurnalis beserta tiga kru tersebut sebelumnya dijadwalkan melakukan liputan khusus terkait dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Rombongan berangkat mengarungi perairan menggunakan kapal motor, namun mendadak kehilangan kontak di tengah pelayaran akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kondisi alam yang ekstrem, arus laut yang kuat, serta luasnya cakupan wilayah penyisiran menjadi tantangan utama yang dihadapi tim penyelamat di lapangan. Kendati operasi SAR skala besar ini telah dihentikan secara resmi, pihak berwenang menegaskan akan tetap memantau situasi dan siap membuka kembali pencarian jika ditemukan petunjuk atau bukti baru.

Penghentian operasi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta komunitas pers nasional. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat kelam akan tingginya risiko serta bahaya nyata yang senantiasa membayangi para jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan bencana.

KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 9 Orang Meninggal dan 126 Masih Dicari

HIMIKOM

 


Sumber foto: detikNews


BASKOM ONLINE| 20 SEPTEMBER 2026| AGHA KHANUM

Bengkulu (20/9/2026) — CNN Indonesia melaporkan kapal penumpang KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang dan ditemukan dalam kondisi terbalik di sekitar perairan Masalembo, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Setelah kapal mengalami kemiringan, situasi di dalam kapal berubah dengan cepat hingga akhirnya kapal terbalik dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari para penumpang yang masih belum ditemukan.

Dilansir dari detikNews, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kapal yang mengalami kemiringan sebelum kemudian kehilangan kontak. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

CNN Indonesia kemudian melaporkan bahwa hingga 15 September, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan laut dan pemeriksaan terhadap kemungkinan lokasi korban berada.

Pencarian tidak hanya dilakukan dari permukaan. Tim penyelam turut diterjunkan untuk memeriksa badan kapal yang berada di bawah laut. Kondisi kapal dan situasi di sekitar lokasi membuat proses penyelaman harus dilakukan secara hati-hati, terutama saat menyisir bagian-bagian kapal yang memungkinkan terdapat korban di dalamnya.

Pada Jumat (18/9/2026), operasi pencarian kembali menunjukkan perkembangan. Dilansir dari detikNews, TNI AL mengerahkan sejumlah kapal perang dan tim penyelam dari Kopaska serta Koppeba untuk melakukan penyelaman ke lokasi KM Virgo Transport 8. Kadispenal Laksma Tunggul menyatakan, “Tiga jenazah berhasil dievakuasi,” setelah tim berhasil memasuki bagian kapal.

ANTARA News melaporkan bahwa tiga korban tersebut ditemukan di dalam ruangan kapal pada kedalaman sekitar 24 meter. Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Direktur Operasi Basarnas, menyatakan, “Ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak,” sehingga proses evakuasi dilakukan dengan membuka akses dari bagian kapal yang tertutup.

Dengan ditemukannya tiga korban tersebut, jumlah korban yang telah ditemukan hingga Jumat malam bertambah menjadi 117 orang. ANTARA News mencatat sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia, sementara 126 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Selain pencarian korban yang belum ditemukan, tim juga melakukan persiapan untuk proses penanganan badan kapal di bawah laut. Perkembangan jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi SAR dan proses identifikasi.

Rangkaian Gempa Guncang NTT, Puluhan Ribu Rumah Rusak dan 110 Ribu Jiwa Mengungsi

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.com


BASKOM ONLINE| 22 AGUSTUS 2026| MARIA MEILANY.L

Bengkulu ( 22/8/2026) - Mengutip dari Kompas.com jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat rentetan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami lonjakan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total pengungsi kini telah menembus angka 110.785 jiwa per Jumat (21/8/2026) malam.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 18.050 orang jika dibandingkan dengan data hari sebelumnya yang berada di posisi 92.735 jiwa. Selain lonjakan pengungsi, pemutakhiran data BNPB turut mencatat korban meninggal dunia bertambah menjadi 83 orang, sementara 986 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan penanganan medis.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengungkapkan bahwa peningkatan arus pengungsi terutama dipicu oleh kekhawatiran warga terhadap gempa susulan yang masih terus mengguncang kawasan Pulau Flores dan sekitarnya. Sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda, tercatat telah terjadi ribuan kali aktivitas seismik susulan dengan magnitudo bervariasi.

Guncangan susulan tersebut juga sempat memperparah kerusakan infrastruktur fisik di sejumlah wilayah, termasuk amblasnya ruas jalan Wae Gongger serta jembatan Wae Dampak di Kabupaten Manggarai Timur. Kendati demikian, percepatan pemulihan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum berhasil menormalkan kembali sembilan ruas jalan nasional, termasuk jalur vital penghubung Kabupaten Ende dan Nagekeo sehingga mobilitas penyaluran bantuan dapat beroperasi kembali.

Secara akumulatif, gempa bumi ini telah merusak sedikitnya 44.946 unit rumah warga di berbagai tingkatan. Dari total tersebut, sebanyak 17.176 unit dilaporkan mengalami rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan. Sebaran kerusakan rumah kategori berat paling banyak terpusat di tiga wilayah, yakni Kabupaten Manggarai Timur dengan 5.962 unit, Manggarai sebanyak 3.146 unit, dan Manggarai Barat mencapai 3.050 unit.

Menanggapi kebutuhan darurat di lapangan, BNPB memastikan rantai pasok logistik terus dipercepat. Sepanjang periode 15 hingga 21 Agustus 2026, total sebanyak 776 ton barang bantuan telah diberangkatkan ke NTT. Berton menegaskan, penyaluran bantuan dari Pos Pendamping Logistik Nasional dioptimalkan melalui integrasi moda transportasi udara via Labuan Bajo, armada laut, hingga jalur darat guna memastikan pasokan makanan, obat-obatan, dan tenda darurat benar-benar sampai ke tangan warga di titik-titik pengungsian.

81 Tahun Merdeka, Tapi Kalimantan Masih Tercekik Dengan Kabut Asap

HIMIKOM

 


Sumber: BBC news


BASKOM ONLINE| 22 AGUSTUS 2026| MARIA MEILANY.L

Bengkulu (22/8/2026) - BBC News melaporkan bahwa kepulan asap pekat kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan menyusul lonjakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir. Krisis yang diperparah fenomena iklim El Nino ini kian mencekik kehidupan warga, melumpuhkan roda perekonomian mikro, hingga memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan.

Di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kabut asap bahkan telah merangsek mendekati kawasan permukiman. Riri Jayanti (38), warga setempat, mengaku harus berkejaran dengan pekatnya asap saat menyiapkan anak-anaknya ke sekolah sebelum akhirnya pemerintah daerah memberlakukan penundaan jam masuk kelas.

"Pernah hujan sesekali, katanya hujan buatan. Tapi sebulan belakangan tidak ada hujan sama sekali," kata Riri laporan warga yang dilansir dari BBC News. Ia bersama warga sekitar sempat panik dan menyiramkan air dengan alat seadanya demi membendung rembetan api ke arah rumah tinggal dan kandang ternak.

Dampak ekonomi langsung dirasakan Abdul Kholik (38), peternak ayam di Landasan Ulin Selatan kabar ini dikutip dari wawancara BBC News. Percikan materi kebakaran yang terbawa angin membakar kandang miliknya hingga menewaskan 230 ekor ayam. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Beban tersebut kian berat lantaran istrinya yang tengah hamil tiga bulan kini mengalami sesak napas akut.

Kondisi udara di Banjarbaru dilaporkan menyentuh level berbahaya dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) menembus angka 400 mikrogram per meter kubik. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Banjarbaru, Siti Ningsih, mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus lebih dari 1.000 kasus per pekan, dengan akumulasi mencapai 23.646 kasus sejak awal tahun.

Pemandangan serupa terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Pontianak, Kalimantan Barat. Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi jenjang PAUD dan mengundur jam masuk siswa SD demi meminimalkan paparan racun udara pagi hari. Di Pontianak, jarak pandang kendaraan dilaporkan merosot hingga 200 meter, memaksa para pekerja luar ruang beraktivitas dengan masker di tengah mata yang perih.

Diberitakan dari BBC News, di lapangan, upaya pemadaman menghadapi kendala struktural di atas 4,5 juta hektare hamparan lahan gambut. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengungkapkan bahwa penurunan muka air tanah hingga 90 sentimeter membuat gambut sangat kering dan rentan terbakar hingga ke lapisan dalam. Pemadaman harus mengandalkan teknik suntik gambut yang membutuhkan peralatan bor dan pompa berat di lokasi minim air.

Sorotan tajam mengarah pada aspek mitigasi dan penegakan hukum. Analisis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat, dari total 34.262 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan sepanjang Januari hingga Juli, sekitar 74 persen di antaranya berada di dalam konsesi korporasi.



Sumber foto : BBC news

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Priyono Suryanto, menilai penanganan karhutla nasional masih terjebak dalam paradoks respons reaktif dikutip dari BBC News. Menurutnya, pemerintah sigap saat memadamkan kobaran api, namun abai dalam membangun sistem mitigasi dan penjagaan lingkungan yang berkelanjutan. Tanpa pembenahan di tingkat hulu dan ketegasan hukum, siklus kabut asap dipastikan akan terus berulang membebani masyarakat. 



Clash of Champions Season 3 Kembali Panaskan Media Sosial

HIMIKOM

 


Sumber foto: Tvone.com

BASKOM ONLINE| 15 JULI 2026| AGHA KHANUM

BENGKULU (15/7/2026) - Dilambil dari ruangguru.com Program kompetisi akademik Clash of Champions Season 3 yang diselenggarakan oleh Ruangguru kembali memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Game show edukasi ini sukses menarik perhatian publik lantaran mempertemukan puluhan mahasiswa berprestasi dari universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.

Clash of Champions Season 3 menghadirkan 79 peserta. Para peserta berasal dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, serta dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri seperti National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Oxford, Harvard University, dan beberapa kampus bergengsi lainnya. Selain itu, peserta dari sekolah kedinasan juga turut ambil bagian, termasuk Universitas Pertahanan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, serta Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN).

Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji melalui berbagai tantangan yang mengasah kemampuan berpikir mereka, mulai dari matematika, hafalan, logika, hingga kemampuan menyusun strategi. Peserta tidak hanya dituntut pandai dalam pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi penuh tekanan.

Popularitas Clash of Champions meningkat setelah potongan video dari acara tersebut dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak warga net tertarik karena konsep acara yang menghadirkan suasana kompetisi akademik dengan tampilan yang tidak biasa.

Selain menjadi hiburan, acara ini juga mendapat perhatian karena dianggap mampu menunjukkan sisi positif dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa berprestasi dalam acara tersebut dinilai dapat memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Tidak hanya menampilkan persaingan antar peserta, Clash of Champions juga memperlihatkan perjalanan setiap mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan. Setiap babak dalam kompetisi menghadirkan situasi yang menguji ketelitian, kerja sama, serta kemampuan peserta dalam mempertahankan fokus di tengah tekanan pertandingan.

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini terlihat dari banyaknya perbincangan mengenai peserta maupun tantangan yang diberikan. Beberapa peserta bahkan menjadi sorotan karena latar belakang pendidikan dan berbagai pencapaian yang telah mereka raih sebelum mengikuti kompetisi tersebut.

Kehadiran Clash of Champions menjadi salah satu contoh bagaimana konsep pendidikan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Melalui perpaduan antara kompetisi akademik dan hiburan, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang sebelumnya kurang tertarik dengan tayangan bertema pendidikan.

Aksi Penusukan Dipicu Cekcok Saat Mabuk, Pelaku Berhasil Dibekuk Aparat

HIMIKOM

 


Sumber Foto: rbtv

BASKOM ONLINE| 14 Juli 2026| Areska Anjelina

BENGKULU (14/7/2026) –  Dilansir dari rbtv, tim Satreskrim Polres Bengkulu Utara berhasil meringkus pelaku penikaman yang melukai empat pemuda di Lapangan Alun - Alun Rajo Malim Paduko, Arga Makmur. Insiden tersebut terjadi saat puncak acara hiburan rakyat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Pelaku berinisial AP (21), warga Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian berlangsung.

Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam konferensi pers di Mapolres Bengkulu Utara pada Jumat (10/7). Ia didampingi oleh Kasat Reskrim, AKP Alvan Dellano.

”Pelaku sudah kami amankan. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini dipicu cekcok mulut antara pelaku dan korban. Saat kejadian, pelaku juga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi obat jenis Komix secara berlebihan," ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.

Menurut Kapolres, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi penikaman bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan para korban di tengah keramaian acara hiburan rakyat tersebut. Yang menarik, pelaku diketahui dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi obat batuk jenis Komix secara berlebihan saat peristiwa terjadi.

Dalam proses pengungkapan kasus, penyidik telah memeriksa enam orang saksi. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban, satu set pakaian milik pelaku, serta empat set pakaian milik masing-masing korban.

Atas perbuatannya, AP kini dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Bengkulu Utara. Kapolres mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Empat pemuda asal Desa Gunung Selan yang menjadi korban dalam insiden ini dilaporkan sudah dalam kondisi stabil. Kapolres bahkan mengaku telah menjenguk langsung para korban di rumah sakit dan memastikan mereka masih menjalani perawatan medis.

“Untuk keempat korban sudah saya kunjungi langsung saat di rumah sakit. Alhamdulillah kondisi semuanya sudah stabil dan masih dalam perawatan,” tandas Kapolres.

Warga Ende Tolak Pembongkaran Sekolah Dasar demi Proyek Kopdes Merah Putih

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.id

BASKOM ONLINE| 18 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Bengkulu (18/6/2026) - Dilansi dari Kompas.id rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menuai penolakan dari warga. Penolakan muncul setelah sebagian area sekolah dasar setempat disebut akan dibongkar untuk dijadikan lokasi pembangunan koperasi. 

Aksi penolakan terjadi ketika alat berat datang ke lokasi sekolah. Orang tua murid, guru, dan masyarakat setempat berkumpul untuk menghentikan proses pembongkaran yang dinilai dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Video penolakan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. 

Warga menilai keberadaan sekolah lebih mendesak untuk dipertahankan karena masih digunakan oleh para siswa. Mereka khawatir pengurangan fasilitas pendidikan akan berdampak pada akses belajar anak-anak di wilayah tersebut. Penolakan juga muncul di tengah perhatian terhadap masih tingginya angka anak yang putus sekolah di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan puluhan ribu siswa tingkat sekolah dasar masih mengalami putus sekolah setiap tahunnya. 

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu koperasi desa telah memperoleh pengesahan hukum dan pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. 

Peristiwa di Ende memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara pembangunan ekonomi desa dan perlindungan fasilitas pendidikan. Warga berharap pemerintah dapat mencari lokasi alternatif sehingga pembangunan koperasi tetap berjalan tanpa mengorbankan sarana pendidikan yang masih dibutuhkan masyarakat. 

Instagram dan Facebook Error Bersamaan dengan Demo Mahasiswa di Jakarta, Meta Beri Klarifikasi

HIMIKOM
 
Sumber foto: CNBC Indonesia 


BASKOM ONLINE| 17 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Bengkulu (17/6/2026) - Mengutip dari CNBC Indoneisia dua platform media sosial raksasa di bawah naungan Meta, Instagram dan Facebook, sempat mengalami gangguan massal (down) pada kemarin hari. Uniknya, tumbangnya layanan ini terjadi bersamaan dengan momentum aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh aliansi mahasiswa di sejumlah titik strategis di Jakarta.

Akibatnya, sempat muncul spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan gangguan teknis ini dengan upaya pembatasan informasi atau sensor digital (Throttling) selama aksi demonstrasi berlangsung.

Kronologi Gangguan dan Keluhan Pengguna

Gangguan mulai dirasakan pengguna sejak siang hingga sore hari, tepat saat massa aksi sedang padat-padatnya memadati jalanan ibu kota. Berdasarkan pantauan di lapangan dan lini masa media sosial lainnya (seperti X/Twitter), keluhan utama pengguna meliputi:

a. Gagal Memuat Lini Masa: Pengguna tidak bisa memperbarui (refresh) halaman utama (feed) Instagram maupun Facebook.

b. Gagal Unggah Konten: Cerita (Instagram Stories), unggahan foto, dan video Reels gagal diunggah secara konstan.

c. Pesan Masuk Tertahan: Fitur pesan langsung (Direct Message/DM) mengalami delay yang cukup parah.

d. Sesi Keluar Otomatis: Beberapa pengguna Facebook bahkan mengeluhkan akun mereka tiba-tiba log-out dengan sendirinya.

Kondisi ini sempat menyulitkan para mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat sipil di lapangan yang ingin membagikan laporan pandangan mata secara real-time terkait situasi demonstrasi di Jakarta.

Spekulasi Sensor Digital di Tengah Aksi Massa

Karena terjadi tepat di tengah momen krusial politik dan pergerakan mahasiswa, isu mengenai adanya "intervensi digital" atau pembatasan kuota internet sengaja (down-throttling) sempat mencuat dan memicu kepanikan. Banyak warganet menduga pemerintah atau pihak tertentu sengaja mematikan akses untuk meredam penyebaran dokumentasi unjuk rasa agar tidak viral.

"Awalnya kami kira sinyal di sekitar lokasi demo yang di-jamming (diacak), tapi ternyata teman-teman yang di rumah dan di luar Jakarta juga mengeluhkan Instagram tidak bisa dibuka," ujar salah satu pengguna di media sosial X.

Meta Buka Suara: Murni Kendala Teknis Internal

Melihat kegaduhan dan spekulasi yang berkembang di Indonesia, Meta selaku perusahaan induk Instagram dan Facebook langsung buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi.

Pihak Meta dengan tegas membantah adanya unsur kesengajaan atau keterkaitan antara tumbangnya layanan mereka dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Meta menyatakan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis internal pada sistem server global mereka yang berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Indonesia.

"Kami menyadari bahwa beberapa pengguna mengalami kesulitan mengakses aplikasi kami hari ini. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tulis perwakilan Meta dalam keterangan resminya.

Meta juga menambahkan bahwa tim teknis mereka langsung bergerak cepat setelah mendeteksi adanya anomali sistem. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap demi memastikan stabilitas data pengguna.

Layanan Kembali Normal

Setelah sempat lumpuh selama beberapa jam, menjelang malam hari layanan Instagram dan Facebook dilaporkan sudah mulai berangsur pulih. Pengguna kembali bisa mengunggah konten, mengirim pesan, dan mengakses halaman utama dengan normal.

Meskipun murni masalah teknis, insiden ini memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat modern terhadap platform Meta sebagai kanal komunikasi utama, terutama dalam mengawal isu-isu sosial dan politik penting di tanah air.

Respons Maraknya Kekerasan di Kampus Nasional, Universitas Bengkulu Optimalkan Satgas PPKPT demi Keamanan Akademis

HIMIKOM


 



BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| LATIFAH RABBANIYAH

BENGKULU - Maraknya kasus kekerasan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendorong Universitas Bengkulu memperkuat peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam menciptakan lingkungan akademis yang aman.

Satgas PPKPT sendiri merupakan unit fungsional universitas yang dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan memiliki mandat khusus sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan, pelaporan, penanganan serta pendampingan korban kekerasan di lingkup kampus.

 Anggota Satgas PPKPT UNIB, Putri Damayanti, menjelaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah melakukan pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi secara luas kepada seluruh civitas akademika. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9 laporan telah masuk, dengan 7 kasus telah diselesaikan sementara 2 lainnya masih dalam proses penanganan.

Upaya penguatan dilakukan melalui diskusi dan evaluasi internal secara rutin untuk memperkuat sistem pencegahan di lingkungan kampus. Selain itu, Satgas PPKPT UNIB kini lebih aktif di media sosial guna memastikan mahasiswa mengetahui kanal pelaporan yang tersedia.

Meski langkah tersebut diapresiasi, implementasi penanganan di lapangan dinilai masih menghadapi hambatan. Pemerhati Isu Kampus, Elsa M. Cik Nur, menyoroti durasi penanganan kasus yang rata-rata memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja. Menurutnya, proses yang terlalu lama dapat memberikan kesan kepada korban bahwa laporan mereka tidak ditangani secara serius.

"Secara kebijakan, Universitas sudah menunjukkan keseriusan dengan adanya Satgas, tapi penanganannya butuh waktu lama. Selain itu, Satgas tidak memiliki wewenang langsung untuk memberi hukuman kepada pelaku, hanya sebatas rekomendasi," ujar Elsa M. Cik Nur saat diwawancarai.

Menanggapi hal tersebut, Putri mengklarifikasi bahwa proses penanganan memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi, pemeriksaan saksi, hingga asesmen psikologis. "Proses ini tidak bisa instan karena kami harus menyesuaikan dengan kesiapan kondisi korban agar pemeriksaan berjalan objektif," tegasnya.

Satgas mengakui kendala terbesar saat ini adalah masih banyaknya pihak yang belum berani melapor karena faktor rasa takut atau malu. Maka dari itu, Satgas PPKPT kini gencar menyebarkan informasi melalui media sosial dan memasang atribut informasi guna memudahkan akses pengaduan bagi mahasiswa.

Ke depan, mahasiswa didorong untuk terus aktif mengawal isu kekerasan di lingkungan kampus, termasuk melalui media sosial. "Isu sering kali lebih cepat ditanggapi ketika menjadi perhatian publik. Mahasiswa bisa bersuara melalui story atau unggahan sebagai bentuk solidaritas terhadap pelapor," ujar Elsa M. Cik Nur menutup pembicaraan.

Pernyataan tersebut selaras dengan harapan Satgas PPKPT UNIB yang menekankan bahwa menciptakan kampus aman bukan hanya tugas satu unit kerja saja. Putri Damayanti menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kampus aman tidak bisa hanya bergantung pada kinerja tim internal, melainkan dukungan dan keterlibatan aktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai sistem pendukung utama di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa didorong untuk terus berperan aktif dalam mengawal isu-isu kekerasan yang belakangan ini viral dan menjadi perhatian publik. Melalui kerja sama antara pengawasan mahasiswa dan prosedur resmi Satgas, Universitas Bengkulu diharapkan benar-benar mampu mewujudkan ruang akademik yang aman dan bagi semua civitas akademik.

Nilai Rupiah Anjlok ke Titik Terlemah, Kekhawatiran Ekonomi Kian Menguat

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.com

BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| ARESKA ANJELINA

Bengkulu (27/5/2026) - Diambil dari Kompas.com nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor kelam. Dalam beberapa hari terakhir hingga pertengahan Mei 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp 17.500 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan mata uang Indonesia. Rupiah kini telah melemah sekitar 7 persen sejak konflik Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu. Angka ini melampaui level terlemah yang pernah dicapai bahkan pada puncak Krisis Keuangan Asia 1997-1998.

Sejumlah ekonom menilai perlemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, juga menyebutkan bahwa defisit anggaran dan meningkatnya arus keluar modal asing menjadi salah satu penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah.

Nailul Huda mengatakan “Ada kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Akhirnya banyak uang yang keluar atau terjadi capital outflow,” ujarnya. Investor dinilai mulai khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia sehingga memilih menarik dananya dari pasar domestik.

Melemahnya rupiah ini juga dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan hidup sehari-hari berpotensi mengalami pelonjakan harga. Beberapa sektor seperti elektronik, farmasi, otomotif, dan pangan diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak akibat tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Ekonom juga memperingatkan bahwa jika perlemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, daya beli masyarakat bisa menurun dan laju inflasi pun meningkat. Para pelaku usaha pun terancam menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat memengaruhi ekspansi bisnis dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, Bank Indonesia dan pemerintah disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga rupiah agar tidak semakin turun dan melemah. Intervensi pasar valuta asing, penguatan pasar obligasi, hingga pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar dilakukan guna menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Meski pemerintah optimistis kondisi ekonomi masih bisa terkendali, perlemahan nilai rupiah tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi inflasi, biaya hidup masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Viral di Media Sosial, Cerdas Cermat MPR RI Diprotes karena Dugaan Ketidakadilan Penilaian

HIMIKOM

 


Sumber foto: detikedu

BASKOM ONLINE| 17 MEI 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

Bengkulu (17/05/2026) – Dilansir dari detikedu, final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) viral setelah video unggahan yang diduga menunjukkan adanya kecurangan dari dewan juri. Dalam video tersebut, peserta memperoleh pertanyaan tentang proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lalu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab terlebih dahulu.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup C. Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh juri dan mendapat nilai minus lima. Lalu, kesempatan menjawab diberikan kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup B. Jawaban kedua tim terlihat sama dan memicu berbagai reaksi dari netizen. Namun, Grup B diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi.

Karena merasa tidak adil, perwakilan dari Grup C mencoba memberitahu juri bahwa jawaban yang Grup C dan Grup B berikan tidak memiliki perbedaan. Juri menanggapi protes tersebut dengan mengatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan jelas.

    "Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi, jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita. Juri-juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni menyebut perbedaan nilai karena artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai kurang jelas.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," ujar Indri.

MC dalam acara tersebut juga mengimbau peserta untuk menerima keputusan dewan juri dan menyebut para juri yang hadir telah berkompeten di bidangnya, serta menyebut bahwa sanggahan dari Grup C hanya merupakan perasaan mereka.

Setelah video cerdas cermat tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan netizen, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Ia juga menyampaikan akan melakukan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang.




Diet Bukan Soal Kurus, Tapi Cara Kita Berdamai dengan Tubuh

HIMIKOM

 


BASKOM ONLINE | 3 MEI 2026 | ARINI MUTIARA SARI

Bengkulu (03/05/2026) - Di tengah tren tubuh ideal yang terus beredar di media sosial, diet sering kali dimaknai sekadar upaya menurunkan berat badan. Padahal, di balik itu, ada cerita yang lebih dalam tentang bagaimana seseorang belajar memahami tubuhnya sendiri.Bagi sebagian orang, kata “diet” mungkin terdengar melelahkan. Terbayang aturan makan yang ketat, berbagai pantangan, sampai rasa bersalah setiap kali melanggar pola makan. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena sebagian orang merasa diet adalah sesuatu yang menyiksa. Namun, belakangan ini mulai banyak yang memandang diet dengan cara berbeda.

Bukan lagi sekadar mengejar angka di timbangan, tapi lebih ke membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuh. Seperti yang dirasakan oleh banyak anak muda saat ini, diet tidak harus selalu ekstrem. Mengurangi minuman manis, mulai rutin sarapan, atau sekadar memperbanyak minum air putih sudah menjadi langkah kecil yang berarti. Hal-hal sederhana ini justru lebih mudah dijalani dan terasa “ringan” tanpa tekanan berlebihan.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga mulai memengaruhi cara orang berdiet. Tidak sedikit yang kini lebih memilih pendekatan mindful eating makan dengan sadar, menikmati setiap suapan, tanpa rasa terburu-buru atau rasa bersalah. Dengan cara ini, makan bukan lagi musuh, melainkan bagian dari perawatan diri Media sosial memang masih dipenuhi berbagai standar tubuh ideal, tapi perlahan muncul juga suara-suara yang lebih realistis.

Banyak konten kreator yang mulai berbagi perjalanan diet mereka apa adanya dengan naik turunnya, dengan kegagalannya, bahkan dengan momen “cheat day” yang manusiawi.Hal ini membuat banyak orang menilai diet terasa lebih dekat dan tidak lagi menakutkan Pada akhirnya, diet bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling konsisten menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh bukan proyek jangka pendek, melainkan tempat kita hidup setiap hari. 

Mungkin sudah saatnya kita berhenti melihat diet sebagai hukuman. Sebaliknya, jadikan ia sebagai bentuk perhatian kecil untuk diri sendiri. Tidak harus sempurna, yang penting berproses pelan, tapi pasti.

Siswi Korban Bullying di SMAN 2 Bekasi Diduga Diminta Uang Damai Rp200 Juta

HIMIKOM


Sumber foto: Suara.com

 

BASKOM ONLINE| 17 APRIL 2026| MUHAMMAD ARIEF MAHARDIKA

Bengkulu (17/04/2026) - Dilansir dari Suara.com kasus perundungan terhadap seorang siswi SMA di Bekasi menjadi sorotan publik setelah keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta korban yang merupakan siswi kelas XI mengalami bullying selama beberapa bulan oleh kakak kelasnya dani diungah akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully. Peristiwa tersebut memuncak pada 6 Februari 2026 ketika korban mencoba menanyakan alasan dirinya terus dirundung di kantin sekolah. Namun, situasi justru berubah menjadi adu mulut hingga korban dijambak oleh pelaku.

Dalam kondisi terdesak, korban berusaha melepaskan diri dan tanpa sengaja melukai dahi pelaku menggunakan tempat makan. Insiden tersebut kemudian dianggap sebagai tindakan penyerangan oleh pihak keluarga pelaku. Tak lama setelah kejadian, keluarga pelaku yang diduga memiliki latar belakang kuat karena orang tua pelaku disebut sebagai anggota DPRD Bekasi, meminta uang damai sebesar Rp200 juta kepada pihak korban. "Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak pelaku," jelas @syllakaligis.

Permintaan tersebut memicu kemarahan publik setelah cerita ini viral di media sosial melalui unggahan keluarga korban. Korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan merasa takut, sementara pelaku disebut masih menjalani aktivitas seperti biasa. Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dan kini tengah ditangani oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta lembaga perlindungan anak untuk mencari solusi dan memastikan perlindungan terhadap korban.

Isi Grup Obrolan Tersebar, 16 Mahasiswa FH UI Terlibat Kasus Pelecehan Seksual

HIMIKOM


Sumber foto: Metro News

 

BASKOM ONLINE| 15 APRIL 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

Bengkulu (15/04/2026) - Dikutip dari Metro News diduga 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dan juga dosen melalui sebuah grup obrolan.

Kasus ini bermula pada malam 11 April 2026, ketika sebuah akun anonim di aplikasi X mengunggah beberapa foto hasil tangkapan layar dari grup obrolan yang berisikan percakapan tidak senonoh dan mengarah pada pelecehan seksual, pada keterangan unggahan tersebut tertulis “Anak FHUI bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari?”.

Unggahan tersebut kemudian tersebar luas di media sosial, salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah fakta bahwa anggota grup tersebut bukanlah mahasiswa biasa, melainkan sejumlah mahasiswa yang menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan kampus.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa sebelum kasus ini viral di media sosial, 16 orang mahasiswa tersebut tiba-tiba meminta maaf di grup angkatan. “Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka,” ujar Dimas.

Sejauh ini, terungkap setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan tersebut. “Setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan,” kata kuasa hukum beberapa korban, Timotius Rajagukguk, dalam konferensi pers yang berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa (14/4/2026). Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.

“Perkembangan penanganan kasus ini akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Erwin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.

Metro News juga mencatumkan, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengungkapkan, mengacu pada Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Pelecehan Seksual, Tindakan yang diduga dilakukan para pihak merupakan bentuk pelecehan seksual non-fisik yang merendahkan harkat martabat korban. Para pihak tersebut dapat diancam tindak pidana kurungan penjara paling lama sembilan bulan dengan denda maksimal 10 juta rupiah.

“Kampus wajib memberikan sanksi administratif berat bagi para pelaku pelecehan seksual yang direalisasikan dengan mencabut sebagian hak pihak yang terlibat atau mengeluarkan mereka dari Universitas Indonesia,” ujar Fathimah kepada wartawan, Selasa (14/4/2026). “Pewajaran dalam tindakan ini membuat ruang sistemik merasa tidak aman yang menyebabkan ketakutan massal, tidak hanya korban tetapi untuk semua mahasiswa agar mereka memiliki ruang tanpa tekanan psikis dan dihantui rasa tidak aman,” lanjut Fathimah.

Tragedi Ujian IPA di Siak, Alat Buatan Siswa Meledak dan Tewaskan Satu Orang

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.com

BASKOM ONLINE| 13 APRIL 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN

Bengkulu (13/04/2026) - Diambil dari Kompas.com peristiwa tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah SMP di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX meninggal dunia setelah alat yang ia buat sendiri meledak saat diperagakan di lingkungan sekolah.

Insiden itu berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, para siswa sedang menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA secara berkelompok. Korban bersama timnya menampilkan sebuah alat berbentuk senapan yang dibuat menggunakan teknologi 3D printer.

Sebelum melakukan demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya untuk menjauh dari lokasi percobaan. Namun, ketika alat tersebut dioperasikan, tiba-tiba terjadi ledakan cukup kuat yang disertai asap tebal.

Ledakan tersebut membuat bagian alat pecah dan serpihannya terpental ke berbagai arah. Beberapa bagian mengenai area sekitar, termasuk dinding bangunan. Nahas, serpihan keras menghantam wajah dan kepala korban hingga menyebabkan luka serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil temuan awal, petugas menemukan sejumlah material di lokasi kejadian. Di antaranya komponen plastik hasil cetakan 3D, potongan logam, serta sisa bubuk yang diduga menjadi pemicu ledakan. Barang bukti tersebut telah diamankan dan akan diuji lebih lanjut di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama adalah memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut.

Satpol PP Segel Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.com


BASKOM ONLINE| 5 APRIL 2026| LESI HUTARI

Brngkulu (05/04/2026) – Dilansir dari Kompas.com Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang menyegel sebuah bangunan yang digunakan sebagai rumah doa Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen POUK Tesalonika di wilayah Teluknaga pada Jumat, 3 April 2026.

Penyegelan dilakukan setelah jemaat melaksanakan ibadah Jumat Agung di lokasi tersebut. Bangunan yang digunakan diketahui merupakan kantor yayasan yang difungsikan sebagai tempat ibadah.

Dalam laporan yang sama disebutkan, tindakan penyegelan dilakukan setelah adanya protes dari warga sekitar. Warga menilai bangunan tersebut belum memiliki izin resmi berupa Persetujuan Bangunan Gedung. Warga menyampaikan bahwa keberatan mereka bukan ditujukan untuk melarang aktivitas ibadah, tetapi agar penggunaan bangunan sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku. Disebutkan pula bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga dan pihak yayasan terkait pengurusan izin.

Di sisi lain, pihak yayasan menyayangkan penyegelan yang dinilai dilakukan secara mendadak. Aparat disebut melakukan langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi konflik di tengah warga yang berkumpul di lokasi. Sebelum penyegelan, jemaat tetap menjalankan ibadah Jumat Agung dengan khidmat. Namun, situasi di lapangan dilaporkan sempat menimbulkan ketegangan.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan perizinan rumah ibadah di masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian secara adil sesuai aturan yang berlaku.

Dana Gereja Rp 28 Miliar Raib, Oknum Pimpinan Bank Melarikan Diri

HIMIKOM

 


Sumber foto: Sumut.IDN Times

BASKOM ONLINE| 23 MARET 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN

Bengkulu (23/03/2026) - Diambil dari  Sumut.IDN Times mantan pimpinan bank berinisial AH telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu. Nilai kerugian ini mencapai Rp 28 miliar. Kasus ini berawal dari tahun 2019, AH menawarkan sebuah investasi yang di klaim sebagai "BNI Deposito Investment". Ternyata investasi ini tidak resmi dan belum pernah diterbitkan oleh pihak bank. AH menjanjikan akan memberikan imbalan sekitar 8 persen per tahun untuk menarik minat korban.

Dalam usaha praktiknya, AH diduga memalsukan dokumen seperti tanda tangan dan certificate of deposit (CD). Dana ini tidak disimpan sesuai dengan tujuan melainkan dialihkan ke rekening pribadi, keluarga dan perusahaan milik AH. Kasus ini akhirnya terkuak ketika pihak bank menemukan ada kejanggalan dan kasus ini dilaporkan oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, pada 26 Februari 2026.

Saat ini hendak diperiksa dan tersangka ternyata sudah melarikan diri ke luar negeri. AH diketahui berangkat dari Bali menuju Australia hanya beberapa hari setelah laporan dibuat. Saat ini kepolisian sedang bekerja sama dengan interpol dan aparat dari Australia untuk menangkap tersangka. Upaya penerbitan red notice sedang dilakukan agar pelaku dapat ditangkap.