Sumber foto: Tempo.com
BASKOM ONLINE| 21 OKTOBER 2026| ADELIA ZAVIRA
Bengkulu
(21/10/2026) – Dilansir dari SumbarSatu, enam aktivis Greenpeace Indonesia
dibebaskan pada Selasa malam (20/10/2026) setelah sebelumnya diamankan usai
melakukan aksi protes di kawasan Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel
Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan persoalan
krisis iklim yang dinilai turut berdampak pada kehidupan dan kondisi ekonomi
masyarakat.
Dilansir dari Tempo.com, keenam
aktivis Greenpeace diamankan setelah melakukan aksi protes di Bundaran HI.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena aksi tersebut dilakukan di salah satu
kawasan ikonik Jakarta sebagai bentuk penyampaian kritik terhadap persoalan
lingkungan dan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, berdasarkan pemberitaan SumbarSatu,
para aktivis membentangkan dua spanduk berukuran besar dari atas Patung Selamat
Datang. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya
Hidup”, sedangkan spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin
Susah, Apa Kerja Pemerintah?”. Pesan tersebut menunjukkan bahwa Greenpeace
menghubungkan persoalan krisis iklim dengan meningkatnya beban kehidupan
masyarakat.
Aksi tersebut merupakan bentuk kritik
Greenpeace terhadap penanganan krisis iklim selama dua tahun pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Greenpeace
menilai bahwa dampak krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan kerusakan
lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan pekerja, harga kebutuhan
pangan, serta pengeluaran rumah tangga. Cuaca ekstrem dan bencana ekologis juga
berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Greenpeace turut menyoroti hasil riset
berjudul "Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja,
Meja Makan, dan Rumah." Riset tersebut menunjukkan bahwa dampak krisis iklim
dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola konsumsi dan biaya
pangan hingga produktivitas, pendapatan, tempat tinggal, serta transportasi.
Kondisi ini dinilai dapat memberikan tekanan lebih besar kepada masyarakat yang
memiliki kondisi ekonomi rentan.
Setelah keenam aktivis dibebaskan,
Greenpeace Indonesia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah
memberikan dukungan terhadap aksi damai tersebut. Organisasi ini juga mengajak
publik untuk terus mengawal persoalan krisis iklim agar aspirasi masyarakat
tidak diabaikan. Pembebasan para aktivis menjadi perkembangan terbaru dari aksi
tersebut, tetapi tuntutan terkait penanganan krisis iklim masih menjadi
perhatian.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa
isu lingkungan memiliki kaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat. Selain mendorong pemerintah mengambil langkah nyata dalam
menghadapi krisis iklim, aksi tersebut juga menyoroti pentingnya ruang bagi
masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan mengawasi kebijakan publik.














