Apa itu HIMIKOM?

Apa itu HIMIKOM?
HIMIKOM adalah organisasi kemahasiswaan di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu yang berfungsi sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Latest Posts

Viral di Media Sosial, Cerdas Cermat MPR RI Diprotes karena Dugaan Ketidakadilan Penilaian

HIMIKOM

 


Sumber : Detik.com

BASKOM ONLINE| 17 MEI 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

    Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) viral setelah video unggahan yang diduga menunjukkan adanya kecurangan dari dewan juri.

    Dalam video tersebut, peserta memperoleh pertanyaan tentang proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lalu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab terlebih dahulu.

    "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup C.

    Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh juri dan mendapat nilai minus lima. Lalu, kesempatan menjawab diberikan kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas.

    "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup B.

    Jawaban kedua tim terlihat sama dan memicu berbagai reaksi dari netizen. Namun, Grup B diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi.

    Karena merasa tidak adil, perwakilan dari Grup C mencoba memberitahu juri bahwa jawaban yang Grup C dan Grup B berikan tidak memiliki perbedaan. Juri menanggapi protes tersebut dengan mengatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan jelas.

    "Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi, jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.

    Juri-juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni menyebut perbedaan nilai karena artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai kurang jelas.

    "Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," ujar Indri.

    MC dalam acara tersebut juga mengimbau peserta untuk menerima keputusan dewan juri dan menyebut para juri yang hadir telah berkompeten di bidangnya, serta menyebut bahwa sanggahan dari Grup C hanya merupakan perasaan mereka.

    Setelah video cerdas cermat tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan netizen, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Ia juga menyampaikan akan melakukan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang.




Diet Bukan Soal Kurus, Tapi Cara Kita Berdamai dengan Tubuh

HIMIKOM

 


BASKOM ONLINE | 3 MEI 2026 | ARINI MUTIARA SARI

Di tengah tren tubuh ideal yang terus beredar di media sosial, diet sering kali dimaknai sekadar upaya menurunkan berat badan. Padahal, di balik itu, ada cerita yang lebih dalam tentang bagaimana seseorang belajar memahami tubuhnya sendiri.

Bagi sebagian orang, kata “diet” mungkin terdengar melelahkan. Terbayang aturan makan yang ketat, berbagai pantangan, sampai rasa bersalah setiap kali melanggar pola makan. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena sebagian orang merasa diet adalah sesuatu yang menyiksa.

 Namun, belakangan ini mulai banyak yang memandang diet dengan cara berbeda. Bukan lagi sekadar mengejar angka di timbangan, tapi lebih ke membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuh. Seperti yang dirasakan oleh banyak anak muda saat ini, diet tidak harus selalu ekstrem. Mengurangi minuman manis, mulai rutin sarapan, atau sekadar memperbanyak minum air putih sudah menjadi langkah kecil yang berarti. Hal-hal sederhana ini justru lebih mudah dijalani dan terasa “ringan” tanpa tekanan berlebih.

 Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga mulai memengaruhi cara orang berdiet. Tidak sedikit yang kini lebih memilih pendekatan mindful eating makan dengan sadar, menikmati setiap suapan, tanpa rasa terburu-buru atau rasa bersalah. Dengan cara ini, makan bukan lagi musuh, melainkan bagian dari perawatan diri. 

 Media sosial memang masih dipenuhi berbagai standar tubuh ideal, tapi perlahan muncul juga suara-suara yang lebih realistis. Banyak konten kreator yang mulai berbagi perjalanan diet mereka apa adanya dengan naik turunnya, dengan kegagalannya, bahkan dengan momen “cheat day” yang manusiawi. 

 Hal ini membuat banyak orang menilai diet terasa lebih dekat dan tidak lagi menakutkan. Pada akhirnya, diet bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling konsisten menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh bukan proyek jangka pendek, melainkan tempat kita hidup setiap hari. Mungkin sudah saatnya kita berhenti melihat diet sebagai hukuman. Sebaliknya, jadikan ia sebagai bentuk perhatian kecil untuk diri sendiri. Tidak harus sempurna, yang penting berproses pelan, tapi pasti.

Siswi Korban Bullying di SMAN 2 Bekasi Diduga Diminta Uang Damai Rp200 Juta

HIMIKOM


Sumber: Suara.com

 

BASKOM ONLINE| 17 APRIL 2026| MUHAMMAD ARIEF MAHARDIKA

Kasus perundungan terhadap seorang siswi SMA di Bekasi menjadi sorotan publik setelah keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta korban yang merupakan siswi kelas XI mengalami bullying selama beberapa bulan oleh kakak kelasnya dani diungah akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully. Peristiwa tersebut memuncak pada 6 Februari 2026 ketika korban mencoba menanyakan alasan dirinya terus dirundung di kantin sekolah. Namun, situasi justru berubah menjadi adu mulut hingga korban dijambak oleh pelaku.

Dalam kondisi terdesak, korban berusaha melepaskan diri dan tanpa sengaja melukai dahi pelaku menggunakan tempat makan. Insiden tersebut kemudian dianggap sebagai tindakan penyerangan oleh pihak keluarga pelaku. Tak lama setelah kejadian, keluarga pelaku yang diduga memiliki latar belakang kuat karena orang tua pelaku disebut sebagai anggota DPRD Bekasi, meminta uang damai sebesar Rp200 juta kepada pihak korban. "Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak pelaku," jelas @syllakaligis.

Permintaan tersebut memicu kemarahan publik setelah cerita ini viral di media sosial melalui unggahan keluarga korban. Korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan merasa takut, sementara pelaku disebut masih menjalani aktivitas seperti biasa. Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dan kini tengah ditangani oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta lembaga perlindungan anak untuk mencari solusi dan memastikan perlindungan terhadap korban.

ISI GRUP OBROLAN TERSEBAR, 16 MAHASISWA FH UI TERLIBAT KASUS PELECEHAN SEKSUAL

HIMIKOM


Sumber: Kompas.com

 

BASKOM ONLINE| 15 APRIL 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

Diduga 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dan juga dosen melalui sebuah grup obrolan.

Kasus ini bermula pada malam 11 April 2026, ketika sebuah akun anonim di aplikasi X mengunggah beberapa foto hasil tangkapan layar dari grup obrolan yang berisikan percakapan tidak senonoh dan mengarah pada pelecehan seksual, pada keterangan unggahan tersebut tertulis “Anak FHUI bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari?”.

Unggahan tersebut kemudian tersebar luas di media sosial, salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah fakta bahwa anggota grup tersebut bukanlah mahasiswa biasa, melainkan sejumlah mahasiswa yang menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan kampus.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa sebelum kasus ini viral di media sosial, 16 orang mahasiswa tersebut tiba-tiba meminta maaf di grup angkatan. “Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka,” ujar Dimas.

Sejauh ini, terungkap setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan tersebut. “Setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan,” kata kuasa hukum beberapa korban, Timotius Rajagukguk, dalam konferensi pers yang berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa (14/4/2026). Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.

“Perkembangan penanganan kasus ini akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Erwin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengungkapkan, mengacu pada Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Pelecehan Seksual, Tindakan yang diduga dilakukan para pihak merupakan bentuk pelecehan seksual non-fisik yang merendahkan harkat martabat korban. Para pihak tersebut dapat diancam tindak pidana kurungan penjara paling lama sembilan bulan dengan denda maksimal 10 juta rupiah.

“Kampus wajib memberikan sanksi administratif berat bagi para pelaku pelecehan seksual yang direalisasikan dengan mencabut sebagian hak pihak yang terlibat atau mengeluarkan mereka dari Universitas Indonesia,” ujar Fathimah kepada wartawan, Selasa (14/4/2026). “Pewajaran dalam tindakan ini membuat ruang sistemik merasa tidak aman yang menyebabkan ketakutan massal, tidak hanya korban tetapi untuk semua mahasiswa agar mereka memiliki ruang tanpa tekanan psikis dan dihantui rasa tidak aman,” lanjut Fathimah.

Tragedi Ujian IPA di Siak, Alat Buatan Siswa Meledak dan Tewaskan Satu Orang

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.com

BASKOM ONLINE| 13 APRIL 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN

Peristiwa tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah SMP di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX meninggal dunia setelah alat yang ia buat sendiri meledak saat diperagakan di lingkungan sekolah.

Insiden itu berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, para siswa sedang menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA secara berkelompok. Korban bersama timnya menampilkan sebuah alat berbentuk senapan yang dibuat menggunakan teknologi 3D printer.

Sebelum melakukan demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya untuk menjauh dari lokasi percobaan. Namun, ketika alat tersebut dioperasikan, tiba-tiba terjadi ledakan cukup kuat yang disertai asap tebal.

Ledakan tersebut membuat bagian alat pecah dan serpihannya terpental ke berbagai arah. Beberapa bagian mengenai area sekitar, termasuk dinding bangunan. Nahas, serpihan keras menghantam wajah dan kepala korban hingga menyebabkan luka serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil temuan awal, petugas menemukan sejumlah material di lokasi kejadian. Di antaranya komponen plastik hasil cetakan 3D, potongan logam, serta sisa bubuk yang diduga menjadi pemicu ledakan. Barang bukti tersebut telah diamankan dan akan diuji lebih lanjut di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama adalah memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut.

Satpol PP Segel Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.com


BASKOM ONLINE| 4 APRIL 2026| LESI HUTARI

TANGERANG – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang menyegel sebuah bangunan yang digunakan sebagai rumah doa Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen POUK Tesalonika di wilayah Teluknaga pada Jumat, 3 April 2026.

Menurut laporan Kompas.com, penyegelan dilakukan setelah jemaat melaksanakan ibadah Jumat Agung di lokasi tersebut. Bangunan yang digunakan diketahui merupakan kantor yayasan yang difungsikan sebagai tempat ibadah.

Dalam laporan yang sama disebutkan, tindakan penyegelan dilakukan setelah adanya protes dari warga sekitar. Warga menilai bangunan tersebut belum memiliki izin resmi berupa Persetujuan Bangunan Gedung. Warga menyampaikan bahwa keberatan mereka bukan ditujukan untuk melarang aktivitas ibadah, tetapi agar penggunaan bangunan sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku. Disebutkan pula bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga dan pihak yayasan terkait pengurusan izin.

Di sisi lain, pihak yayasan menyayangkan penyegelan yang dinilai dilakukan secara mendadak. Aparat disebut melakukan langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi konflik di tengah warga yang berkumpul di lokasi. Sebelum penyegelan, jemaat tetap menjalankan ibadah Jumat Agung dengan khidmat. Namun, situasi di lapangan dilaporkan sempat menimbulkan ketegangan.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan perizinan rumah ibadah di masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian secara adil sesuai aturan yang berlaku.

Dana Gereja Rp 28 Miliar Raib, Oknum Pimpinan Bank Melarikan Diri

HIMIKOM

 


Source: Sumut.IDN Times.com

BASKOM ONLINE| 23 MARET 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN

Mantan pimpinan bank berinisial AH telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu. Nilai kerugian ini mencapai Rp 28 miliar. Kasus ini berawal dari tahun 2019, AH menawarkan sebuah investasi yang di klaim sebagai "BNI Deposito Investment". Ternyata investasi ini tidak resmi dan belum pernah diterbitkan oleh pihak bank. AH menjanjikan akan memberikan imbalan sekitar 8 persen per tahun untuk menarik minat korban.

Dalam usaha praktiknya, AH diduga memalsukan dokumen seperti tanda tangan dan certificate of deposit (CD). Dana ini tidak disimpan sesuai dengan tujuan melainkan dialihkan ke rekening pribadi, keluarga dan perusahaan milik AH. Kasus ini akhirnya terkuak ketika pihak bank menemukan ada kejanggalan dan kasus ini dilaporkan oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, pada 26 Februari 2026.

Saat ini hendak diperiksa dan tersangka ternyata sudah melarikan diri ke luar negeri. AH diketahui berangkat dari Bali menuju Australia hanya beberapa hari setelah laporan dibuat. Saat ini kepolisian sedang bekerja sama dengan interpol dan aparat dari Australia untuk menangkap tersangka. Upaya penerbitan red notice sedang dilakukan agar pelaku dapat ditangkap.


MERAYAKAN HARI PEREMPUAN, MERAWAT HARAPAN DUNIA.

HIMIKOM

 


Photo Source: CNBCIndonesia.com

BASKOM ONLINE| 8 MARET 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan atau Women’s Day, hari yang dijadikan sebagai pengingat atas perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. Hari Perempuan Sedunia ini bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan menjadi bukti pencapaian sekaligus mendorong langkah nyata menuju kesetaraan.

Dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang diusung PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menjadikan isu kesetaraan gender sebagai salah satu tujuan pembangunannya. Pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa dunia harus melawan ketimpangan dengan memperluas peluang bagi perempuan dan anak perempuan.

Hari perempuan atau Women’s Day ini bermula pada Februari 1909 di Amerika. Setahun kemudian, di Kopenhagen, aktivis hak perempuan Clara Zetkin mengusulkan adanya hari internasional untuk memperjuangkan kesetaraan hak. International Women’s Day pertama kali diperingati pada Maret 1911, dan sejak 1913 tanggal 8 Maret ditetapkan secara resmi.

PBB mulai merayakan hari ini pada 1975, lalu pada 1996 menetapkan tema tahun pertama, yaitu “Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”. Dan pada peringatan yang ke-seratus pada tahun 2011, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan Maret sebagai Women’s History Month.

Setelah mengetahui sejarah tentang Hari Perempuan, sekarang kita akan kembali pada realita tentang kesetaraan gender yang selalu perempuan dunia perjuangkan. UN Women (United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women) bersama Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB merilis laporan Gender Snapshot 2024 yang menunjukkan bahwa belum satu pun indikator SDGs tentang kesetaraan gender benar-benar tercapai.

Sebanyak 97% negara memang sudah menutup lebih dari 60% kesenjangan, dibandingkan 85% pada 2006. Namun, kesenjangan terbesar tetap ada di bidang politik dengan angka penutupan hanya 22,8%, dan diperkirakan membutuhkan 169 tahun untuk menutupnya. Jadi, kalau kamu merasa perjuangan ini masih panjang, memang datanya juga menunjukkan demikian.

Upaya utama yang dapat kita lakukan untuk menutup kesenjangan ini adalah memahami bahwa semua manusia layak diperlakukan adil. Dibutukan pendidikan, kolaborasi, dan kemajuan sistematis dari semua pihak untuk menghapus stigma perbedaan antar gender.

International Woman’s Day bukan sekedar momen untuk mengunggah kutipan inspiratif, namun ini adalah pengingat bahwa kesetaraan gender membutuhkan konsistensi, kebijakan nyata, dan dukungan lintas generasi.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesetaraan dan perlindungan hak perempuan perlu terus diperkuat demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih adil dan setara bagi semua.