Latest Posts
BASKOM
ONLINE| 17 APRIL 2026| MUHAMMAD ARIEF MAHARDIKA
Kasus
perundungan terhadap seorang siswi SMA di Bekasi menjadi sorotan publik setelah
keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta korban yang
merupakan siswi kelas XI mengalami bullying selama beberapa bulan oleh kakak
kelasnya dani diungah akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah
di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully.
Peristiwa tersebut memuncak pada 6 Februari 2026 ketika korban mencoba
menanyakan alasan dirinya terus dirundung di kantin sekolah. Namun, situasi
justru berubah menjadi adu mulut hingga korban dijambak oleh pelaku.
Dalam
kondisi terdesak, korban berusaha melepaskan diri dan tanpa sengaja melukai
dahi pelaku menggunakan tempat makan. Insiden tersebut kemudian dianggap
sebagai tindakan penyerangan oleh pihak keluarga pelaku. Tak lama setelah
kejadian, keluarga pelaku yang diduga memiliki latar belakang kuat karena orang
tua pelaku disebut sebagai anggota DPRD Bekasi, meminta uang damai sebesar Rp200
juta kepada pihak korban. "Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri
malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak
pelaku," jelas @syllakaligis.
Permintaan
tersebut memicu kemarahan publik setelah cerita ini viral di media sosial
melalui unggahan keluarga korban. Korban dilaporkan mengalami tekanan mental
dan merasa takut, sementara pelaku disebut masih menjalani aktivitas seperti
biasa. Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dan kini tengah ditangani
oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta lembaga perlindungan anak untuk
mencari solusi dan memastikan perlindungan terhadap korban.
BASKOM ONLINE| 15 APRIL
2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH
Diduga 16 mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Indonesia (UI) melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi
dan juga dosen melalui sebuah grup obrolan.
Kasus ini bermula pada
malam 11 April 2026, ketika sebuah akun anonim di aplikasi X mengunggah
beberapa foto hasil tangkapan layar dari grup obrolan yang berisikan percakapan
tidak senonoh dan mengarah pada pelecehan seksual, pada keterangan unggahan
tersebut tertulis “Anak FHUI bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari?”.
Unggahan tersebut
kemudian tersebar luas di media sosial, salah satu hal yang menjadi sorotan
publik adalah fakta bahwa anggota grup tersebut bukanlah mahasiswa biasa,
melainkan sejumlah mahasiswa yang menduduki berbagai jabatan penting di
lingkungan kampus.
Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa
sebelum kasus ini viral di media sosial, 16 orang mahasiswa tersebut tiba-tiba
meminta maaf di grup angkatan. “Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16
pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka,” ujar
Dimas.
Sejauh ini, terungkap
setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan tersebut.
“Setidaknya ada 20 mahasiswi dan 7 dosen yang menjadi korban pelecehan,” kata
kuasa hukum beberapa korban, Timotius Rajagukguk, dalam konferensi pers yang
berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa
(14/4/2026). Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional
UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan
secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik
kepentingan.
“Perkembangan penanganan
kasus ini akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang
berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh
pihak yang terlibat,” ujar Erwin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14
April 2026.
Wakil Ketua BEM UI
Fathimah Azzahra mengungkapkan, mengacu pada Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022
tentang Tindak Pidana Pelecehan Seksual, Tindakan yang diduga dilakukan para pihak
merupakan bentuk pelecehan seksual non-fisik yang merendahkan harkat martabat
korban. Para pihak tersebut dapat diancam tindak pidana kurungan penjara paling
lama sembilan bulan dengan denda maksimal 10 juta rupiah.
“Kampus wajib memberikan
sanksi administratif berat bagi para pelaku pelecehan seksual yang
direalisasikan dengan mencabut sebagian hak pihak yang terlibat atau
mengeluarkan mereka dari Universitas Indonesia,” ujar Fathimah kepada wartawan,
Selasa (14/4/2026). “Pewajaran dalam tindakan ini membuat ruang sistemik merasa
tidak aman yang menyebabkan ketakutan massal, tidak hanya korban tetapi untuk
semua mahasiswa agar mereka memiliki ruang tanpa tekanan psikis dan dihantui
rasa tidak aman,” lanjut Fathimah.
BASKOM
ONLINE| 13 APRIL 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN
Peristiwa
tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah SMP di Kabupaten Siak, Riau.
Seorang siswa kelas IX meninggal dunia setelah alat yang ia buat sendiri
meledak saat diperagakan di lingkungan sekolah.
Insiden
itu berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, para siswa
sedang menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA secara berkelompok. Korban
bersama timnya menampilkan sebuah alat berbentuk senapan yang dibuat
menggunakan teknologi 3D printer.
Sebelum
melakukan demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya untuk menjauh dari
lokasi percobaan. Namun, ketika alat tersebut dioperasikan, tiba-tiba terjadi
ledakan cukup kuat yang disertai asap tebal.
Ledakan
tersebut membuat bagian alat pecah dan serpihannya terpental ke berbagai arah.
Beberapa bagian mengenai area sekitar, termasuk dinding bangunan. Nahas,
serpihan keras menghantam wajah dan kepala korban hingga menyebabkan luka
serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan
medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dari
hasil temuan awal, petugas menemukan sejumlah material di lokasi kejadian. Di
antaranya komponen plastik hasil cetakan 3D, potongan logam, serta sisa bubuk
yang diduga menjadi pemicu ledakan. Barang bukti tersebut telah diamankan dan
akan diuji lebih lanjut di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab
pasti kejadian.
Pihak
kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama adalah memastikan
apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut.
BASKOM
ONLINE| 4 APRIL 2026| LESI HUTARI
TANGERANG
– Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang menyegel sebuah bangunan yang
digunakan sebagai rumah doa Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen POUK
Tesalonika di wilayah Teluknaga pada Jumat, 3 April 2026.
Menurut
laporan Kompas.com, penyegelan dilakukan setelah jemaat melaksanakan ibadah
Jumat Agung di lokasi tersebut. Bangunan yang digunakan diketahui merupakan
kantor yayasan yang difungsikan sebagai tempat ibadah.
Dalam laporan yang sama disebutkan, tindakan penyegelan dilakukan setelah adanya protes dari warga sekitar. Warga menilai bangunan tersebut belum memiliki izin resmi berupa Persetujuan Bangunan Gedung. Warga menyampaikan bahwa keberatan mereka bukan ditujukan untuk melarang aktivitas ibadah, tetapi agar penggunaan bangunan sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku. Disebutkan pula bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga dan pihak yayasan terkait pengurusan izin.
Di sisi lain, pihak yayasan menyayangkan penyegelan yang dinilai dilakukan secara mendadak. Aparat disebut melakukan langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi konflik di tengah warga yang berkumpul di lokasi. Sebelum penyegelan, jemaat tetap menjalankan ibadah Jumat Agung dengan khidmat. Namun, situasi di lapangan dilaporkan sempat menimbulkan ketegangan.
Peristiwa
ini kembali menyoroti persoalan perizinan rumah ibadah di masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian secara adil
sesuai aturan yang berlaku.
BASKOM ONLINE| 23 MARET 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN
Mantan pimpinan bank berinisial AH telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu. Nilai kerugian ini mencapai Rp 28 miliar. Kasus ini berawal dari tahun 2019, AH menawarkan sebuah investasi yang di klaim sebagai "BNI Deposito Investment". Ternyata investasi ini tidak resmi dan belum pernah diterbitkan oleh pihak bank. AH menjanjikan akan memberikan imbalan sekitar 8 persen per tahun untuk menarik minat korban.
Dalam usaha praktiknya, AH diduga memalsukan dokumen seperti tanda tangan dan certificate of deposit (CD). Dana ini tidak disimpan sesuai dengan tujuan melainkan dialihkan ke rekening pribadi, keluarga dan perusahaan milik AH. Kasus ini akhirnya terkuak ketika pihak bank menemukan ada kejanggalan dan kasus ini dilaporkan oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, pada 26 Februari 2026.
Saat ini hendak diperiksa dan tersangka ternyata sudah melarikan diri ke luar negeri. AH diketahui berangkat dari Bali menuju Australia hanya beberapa hari setelah laporan dibuat. Saat ini kepolisian sedang bekerja sama dengan interpol dan aparat dari Australia untuk menangkap tersangka. Upaya penerbitan red notice sedang dilakukan agar pelaku dapat ditangkap.
BASKOM ONLINE| 8 MARET 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH
Tanggal 8 Maret
diperingati sebagai Hari Perempuan atau Women’s Day, hari yang dijadikan
sebagai pengingat atas perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya.
Hari Perempuan Sedunia ini bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan menjadi
bukti pencapaian sekaligus mendorong langkah nyata menuju kesetaraan.
Dalam SDGs (Sustainable
Development Goals) yang diusung PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menjadikan
isu kesetaraan gender sebagai salah satu tujuan pembangunannya. Pada Januari
2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa dunia harus
melawan ketimpangan dengan memperluas peluang bagi perempuan dan anak
perempuan.
Hari perempuan atau
Women’s Day ini bermula pada Februari 1909 di Amerika. Setahun kemudian, di
Kopenhagen, aktivis hak perempuan Clara Zetkin mengusulkan adanya hari
internasional untuk memperjuangkan kesetaraan hak. International Women’s Day
pertama kali diperingati pada Maret 1911, dan sejak 1913 tanggal 8 Maret
ditetapkan secara resmi.
PBB mulai merayakan hari
ini pada 1975, lalu pada 1996 menetapkan tema tahun pertama, yaitu “Merayakan
Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”. Dan pada peringatan yang ke-seratus pada tahun
2011, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan
Maret sebagai Women’s History Month.
Setelah mengetahui
sejarah tentang Hari Perempuan, sekarang kita akan kembali pada realita tentang
kesetaraan gender yang selalu perempuan dunia perjuangkan. UN Women (United
Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women) bersama Departemen
Urusan Ekonomi dan Sosial PBB merilis laporan Gender Snapshot 2024 yang
menunjukkan bahwa belum satu pun indikator SDGs tentang kesetaraan gender benar-benar
tercapai.
Sebanyak 97% negara
memang sudah menutup lebih dari 60% kesenjangan, dibandingkan 85% pada 2006.
Namun, kesenjangan terbesar tetap ada di bidang politik dengan angka penutupan
hanya 22,8%, dan diperkirakan membutuhkan 169 tahun untuk menutupnya. Jadi,
kalau kamu merasa perjuangan ini masih panjang, memang datanya juga menunjukkan
demikian.
Upaya utama yang dapat
kita lakukan untuk menutup kesenjangan ini adalah memahami bahwa semua manusia
layak diperlakukan adil. Dibutukan pendidikan, kolaborasi, dan kemajuan
sistematis dari semua pihak untuk menghapus stigma perbedaan antar gender.
International Woman’s Day
bukan sekedar momen untuk mengunggah kutipan inspiratif, namun ini adalah
pengingat bahwa kesetaraan gender membutuhkan konsistensi, kebijakan nyata, dan
dukungan lintas generasi.
Momentum ini menjadi
pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai bidang
kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat. Oleh
karena itu, dukungan terhadap kesetaraan dan perlindungan hak perempuan perlu
terus diperkuat demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih adil dan setara
bagi semua.
BASKOM
ONLINE| 8 MARET 2026| ARESKA ANJELINA
Amerika
Serikat resmi serang Iran melalui serangan udara kepada sejumlah target
strategis di iran pada sabtu (28/2/2026). Serangan dipicu oleh ketegangan yang
terus terjadi belakangan ini. Serangan militer ini menjadikan fasilitas nuklir
Iran menjadi sasaran empuk pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Hal ini dilansir
Reuters dan AI Jazeera, Senin (2/3/2026), yang disampaikan oleh duta besar Iran
untuk badan pengawasan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi
Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, dalam pertemuan dewan gubernur IAEA
yang beranggotakan 35 negara.
“
Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran bernama Natanz yang damai dan
dilindungi kemarin” kata Najafi kepada wartawan yang hadir pada forum IAEA
tersebut.
Tetapi,
tidak dijelaskan secara rinci oleh Najafi perihal kerusakan apa saja yang
diakibatkan oleh serangan tersebut.
Ternyata
tidak hanya sekali, ini menjadi kali keduanya Natanz dihantam serangan udara.
Natanz merupakan salah satu dari tiga fasilitas nuklir Iran Selain Fordow dan
Isfahan yang dihantam pada Juni tahun lalu yang juga dilakukan oleh AS dan
Israel.
Saat
serangan tahun lalu ternyata mengalami kerusakan pada bagian permukaan tanah
dari pabrik pengayaan bahan bakar percontohan di Natanz yang menyebabkan
terputusnya aliran listrik ke lantai bawah tanah di natanz yang mengganggu
sistem operasional bawah tanahnya dan juga ada beberapa kerusakan dibagian
bangunan pintu masuk pabrik pengayaan bahan bakar Natanz Iran. Tetapi, Institute
For Science And International Security, yang terbit pada hari senin setelah
Natanz dihantam pada hari Minggu dan IAEA menanggapi bahwa serangan tersebut
bukanlah serangan yang besar.
BASKOM ONLINE| ANNISA AYUNINGRUM| 9 Desember
Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, beredar informasi meresahkan di media sosial. Narasi yang beredar menyebutkan adanya temuan jenazah di dalam deretan mobil yang terjebak dan terbengkalai di pinggir jalan akibat terseret arus banjir.
Menanggapi isu liar tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Tamiang, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Muliadi, bergerak cepat untuk meluruskan fakta di lapangan. Ia secara tegas membantah isu adanya mayat di dalam kendaraan-kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya tersebut.
Untuk memastikan kebenaran dan menepis keraguan publik, pihak kepolisian tidak hanya sekadar memberikan pernyataan lisan. Muliadi memimpin langsung penyisiran di lokasi-lokasi di mana kendaraan tersebut menumpuk.
"Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga diikuti langsung awak media, tidak ada mayat dalam mobil," ungkap Muliadi dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 8 Desember 2025.
Langkah transparansi dengan melibatkan jurnalis dalam pengecekan ini dilakukan untuk memberikan bukti visual dan faktual kepada masyarakat bahwa narasi yang beredar adalah tidak benar.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, disebutkan adanya bau menyengat yang diasosiasikan dengan jenazah. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh puluhan personel kepolisian di lapangan, klaim tersebut tidak terbukti.
Muliadi menjelaskan bahwa penyisiran dilakukan secara mendetail dengan memeriksa setiap kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir bandang melanda. Hasilnya nihil.
"Selain membantah keberadaan mayat, Muliadi juga mengatakan tidak ada bau menyengat. Menurut dia, hanya ada bau lumpur yang kering," demikian konfirmasi dari hasil pemeriksaan tersebut. Aroma yang tercium di lokasi murni berasal dari endapan lumpur sisa banjir yang mulai mengering, bukan dari jasad manusia.
Bencana banjir bandang telah memberikan dampak psikologis dan materiil yang berat bagi warga Aceh Tamiang. Munculnya informasi palsu atau hoaks dinilai dapat memperburuk situasi di tengah masa pemulihan.
Oleh karena itu, Kapolres Aceh Tamiang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami minta masyarakat bijak menyaring informasi. Setiap laporan dari warga akan langsung kami tindak lanjuti. Jangan sampai informasi hoaks memperkeruh keadaan ketika kita semua sedang fokus pada pemulihan," tegas Muliadi.
Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau situasi dan menindaklanjuti setiap laporan resmi dari warga untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama proses rehabilitasi pascabencana berlangsung.











