Apa itu HIMIKOM?

Apa itu HIMIKOM?
HIMIKOM adalah organisasi kemahasiswaan di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu yang berfungsi sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Latest Posts

Aksi Penusukan Dipicu Cekcok Saat Mabuk, Pelaku Berhasil Dibekuk Aparat

HIMIKOM

 


BASKOM ONLINE| 14 Juli 2026| Areska Anjelina

BENGKULU  –  Dilansir dari rbtv, tim Satreskrim Polres Bengkulu Utara berhasil meringkus pelaku penikaman yang melukai empat pemuda di Lapangan Alun – Alun Rajo Malim Paduko, Arga Makmur. Insiden tersebut terjadi saat puncak acara hiburan rakyat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Pelaku berinisial AP (21), warga Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian berlangsung.

Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam konferensi pers di Mapolres Bengkulu Utara pada Jumat (10/7). Ia didampingi oleh Kasat Reskrim, AKP Alvan Dellano.

”Pelaku sudah kami amankan. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini dipicu cekcok mulut antara pelaku dan korban. Saat kejadian, pelaku juga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi obat jenis Komix secara berlebihan," ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.

Menurut Kapolres, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi penikaman bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan para korban di tengah keramaian acara hiburan rakyat tersebut. Yang menarik, pelaku diketahui dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi obat batuk jenis Komix secara berlebihan saat peristiwa terjadi.

Dalam proses pengungkapan kasus, penyidik telah memeriksa enam orang saksi. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban, satu set pakaian milik pelaku, serta empat set pakaian milik masing-masing korban.

Atas perbuatannya, AP kini dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Bengkulu Utara. Kapolres mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Empat pemuda asal Desa Gunung Selan yang menjadi korban dalam insiden ini dilaporkan sudah dalam kondisi stabil. Kapolres bahkan mengaku telah menjenguk langsung para korban di rumah sakit dan memastikan mereka masih menjalani perawatan medis.

“Untuk keempat korban sudah saya kunjungi langsung saat di rumah sakit. Alhamdulillah kondisi semuanya sudah stabil dan masih dalam perawatan,” tandas Kapolres.

Warga Ende Tolak Pembongkaran Sekolah Dasar demi Proyek Kopdes Merah Putih

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.id

BASKOM ONLINE| 18 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menuai penolakan dari warga. Penolakan muncul setelah sebagian area sekolah dasar setempat disebut akan dibongkar untuk dijadikan lokasi pembangunan koperasi. 


Aksi penolakan terjadi ketika alat berat datang ke lokasi sekolah. Orang tua murid, guru, dan masyarakat setempat berkumpul untuk menghentikan proses pembongkaran yang dinilai dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Video penolakan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. 


Warga menilai keberadaan sekolah lebih mendesak untuk dipertahankan karena masih digunakan oleh para siswa. Mereka khawatir pengurangan fasilitas pendidikan akan berdampak pada akses belajar anak-anak di wilayah tersebut. Penolakan juga muncul di tengah perhatian terhadap masih tingginya angka anak yang putus sekolah di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan puluhan ribu siswa tingkat sekolah dasar masih mengalami putus sekolah setiap tahunnya. 


Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu koperasi desa telah memperoleh pengesahan hukum dan pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. 


Peristiwa di Ende memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara pembangunan ekonomi desa dan perlindungan fasilitas pendidikan. Warga berharap pemerintah dapat mencari lokasi alternatif sehingga pembangunan koperasi tetap berjalan tanpa mengorbankan sarana pendidikan yang masih dibutuhkan masyarakat. 

Instagram dan Facebook Error Bersamaan dengan Demo Mahasiswa di Jakarta, Meta Beri Klarifikasi

HIMIKOM
 
Sumber: CNBC Indonesia 


BASKOM ONLINE| 17 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Dua platform media sosial raksasa di bawah naungan Meta, Instagram dan Facebook, sempat mengalami gangguan massal (down) pada kemarin hari. Uniknya, tumbangnya layanan ini terjadi bersamaan dengan momentum aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh aliansi mahasiswa di sejumlah titik strategis di Jakarta.

Akibatnya, sempat muncul spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan gangguan teknis ini dengan upaya pembatasan informasi atau sensor digital (Throttling) selama aksi demonstrasi berlangsung.

Kronologi Gangguan dan Keluhan Pengguna

Gangguan mulai dirasakan pengguna sejak siang hingga sore hari, tepat saat massa aksi sedang padat-padatnya memadati jalanan ibu kota. Berdasarkan pantauan di lapangan dan lini masa media sosial lainnya (seperti X/Twitter), keluhan utama pengguna meliputi:

a. Gagal Memuat Lini Masa: Pengguna tidak bisa memperbarui (refresh) halaman utama (feed) Instagram maupun Facebook.

b. Gagal Unggah Konten: Cerita (Instagram Stories), unggahan foto, dan video Reels gagal diunggah secara konstan.

c. Pesan Masuk Tertahan: Fitur pesan langsung (Direct Message/DM) mengalami delay yang cukup parah.

d. Sesi Keluar Otomatis: Beberapa pengguna Facebook bahkan mengeluhkan akun mereka tiba-tiba log-out dengan sendirinya.

Kondisi ini sempat menyulitkan para mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat sipil di lapangan yang ingin membagikan laporan pandangan mata secara real-time terkait situasi demonstrasi di Jakarta.

Spekulasi Sensor Digital di Tengah Aksi Massa

Karena terjadi tepat di tengah momen krusial politik dan pergerakan mahasiswa, isu mengenai adanya "intervensi digital" atau pembatasan kuota internet sengaja (down-throttling) sempat mencuat dan memicu kepanikan. Banyak warganet menduga pemerintah atau pihak tertentu sengaja mematikan akses untuk meredam penyebaran dokumentasi unjuk rasa agar tidak viral.

"Awalnya kami kira sinyal di sekitar lokasi demo yang di-jamming (diacak), tapi ternyata teman-teman yang di rumah dan di luar Jakarta juga mengeluhkan Instagram tidak bisa dibuka," ujar salah satu pengguna di media sosial X.

Meta Buka Suara: Murni Kendala Teknis Internal

Melihat kegaduhan dan spekulasi yang berkembang di Indonesia, Meta selaku perusahaan induk Instagram dan Facebook langsung buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi.

Pihak Meta dengan tegas membantah adanya unsur kesengajaan atau keterkaitan antara tumbangnya layanan mereka dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Meta menyatakan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis internal pada sistem server global mereka yang berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Indonesia.

"Kami menyadari bahwa beberapa pengguna mengalami kesulitan mengakses aplikasi kami hari ini. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tulis perwakilan Meta dalam keterangan resminya.

Meta juga menambahkan bahwa tim teknis mereka langsung bergerak cepat setelah mendeteksi adanya anomali sistem. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap demi memastikan stabilitas data pengguna.

Layanan Kembali Normal

Setelah sempat lumpuh selama beberapa jam, menjelang malam hari layanan Instagram dan Facebook dilaporkan sudah mulai berangsur pulih. Pengguna kembali bisa mengunggah konten, mengirim pesan, dan mengakses halaman utama dengan normal.

Meskipun murni masalah teknis, insiden ini memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat modern terhadap platform Meta sebagai kanal komunikasi utama, terutama dalam mengawal isu-isu sosial dan politik penting di tanah air.

Respons Maraknya Kekerasan di Kampus Nasional, Universitas Bengkulu Optimalkan Satgas PPKPT demi Keamanan Akademis

HIMIKOM


 



BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| LATIFAH RABBANIYAH

BENGKULU - Maraknya kasus kekerasan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendorong Universitas Bengkulu memperkuat peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam menciptakan lingkungan akademis yang aman.

Satgas PPKPT sendiri merupakan unit fungsional universitas yang dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan memiliki mandat khusus sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan, pelaporan, penanganan serta pendampingan korban kekerasan di lingkup kampus.

 Anggota Satgas PPKPT UNIB, Putri Damayanti, menjelaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah melakukan pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi secara luas kepada seluruh civitas akademika. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9 laporan telah masuk, dengan 7 kasus telah diselesaikan sementara 2 lainnya masih dalam proses penanganan.

Upaya penguatan dilakukan melalui diskusi dan evaluasi internal secara rutin untuk memperkuat sistem pencegahan di lingkungan kampus. Selain itu, Satgas PPKPT UNIB kini lebih aktif di media sosial guna memastikan mahasiswa mengetahui kanal pelaporan yang tersedia.

Meski langkah tersebut diapresiasi, implementasi penanganan di lapangan dinilai masih menghadapi hambatan. Pemerhati Isu Kampus, Elsa M. Cik Nur, menyoroti durasi penanganan kasus yang rata-rata memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja. Menurutnya, proses yang terlalu lama dapat memberikan kesan kepada korban bahwa laporan mereka tidak ditangani secara serius.

"Secara kebijakan, Universitas sudah menunjukkan keseriusan dengan adanya Satgas, tapi penanganannya butuh waktu lama. Selain itu, Satgas tidak memiliki wewenang langsung untuk memberi hukuman kepada pelaku, hanya sebatas rekomendasi," ujar Elsa M. Cik Nur saat diwawancarai.

Menanggapi hal tersebut, Putri mengklarifikasi bahwa proses penanganan memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi, pemeriksaan saksi, hingga asesmen psikologis. "Proses ini tidak bisa instan karena kami harus menyesuaikan dengan kesiapan kondisi korban agar pemeriksaan berjalan objektif," tegasnya.

Satgas mengakui kendala terbesar saat ini adalah masih banyaknya pihak yang belum berani melapor karena faktor rasa takut atau malu. Maka dari itu, Satgas PPKPT kini gencar menyebarkan informasi melalui media sosial dan memasang atribut informasi guna memudahkan akses pengaduan bagi mahasiswa.

Ke depan, mahasiswa didorong untuk terus aktif mengawal isu kekerasan di lingkungan kampus, termasuk melalui media sosial. "Isu sering kali lebih cepat ditanggapi ketika menjadi perhatian publik. Mahasiswa bisa bersuara melalui story atau unggahan sebagai bentuk solidaritas terhadap pelapor," ujar Elsa M. Cik Nur menutup pembicaraan.

Pernyataan tersebut selaras dengan harapan Satgas PPKPT UNIB yang menekankan bahwa menciptakan kampus aman bukan hanya tugas satu unit kerja saja. Putri Damayanti menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kampus aman tidak bisa hanya bergantung pada kinerja tim internal, melainkan dukungan dan keterlibatan aktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai sistem pendukung utama di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa didorong untuk terus berperan aktif dalam mengawal isu-isu kekerasan yang belakangan ini viral dan menjadi perhatian publik. Melalui kerja sama antara pengawasan mahasiswa dan prosedur resmi Satgas, Universitas Bengkulu diharapkan benar-benar mampu mewujudkan ruang akademik yang aman dan bagi semua civitas akademik.

Nilai Rupiah Anjlok ke Titik Terlemah, Kekhawatiran Ekonomi Kian Menguat

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.com

BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| ARESKA ANJELINA

Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor kelam. Dalam beberapa hari terakhir hingga pertengahan Mei 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp 17.500 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan mata uang Indonesia. Rupiah kini telah melemah sekitar 7 persen sejak konflik Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu. Angka ini melampaui level terlemah yang pernah dicapai bahkan pada puncak Krisis Keuangan Asia 1997-1998.

Sejumlah ekonom menilai perlemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, juga menyebutkan bahwa defisit anggaran dan meningkatnya arus keluar modal asing menjadi salah satu penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah.

Nailul Huda mengatakan “Ada kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Akhirnya banyak uang yang keluar atau terjadi capital outflow,” ujarnya. Investor dinilai mulai khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia sehingga memilih menarik dananya dari pasar domestik.

Melemahnya rupiah ini juga dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan hidup sehari-hari berpotensi mengalami pelonjakan harga. Beberapa sektor seperti elektronik, farmasi, otomotif, dan pangan diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak akibat tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Ekonom juga memperingatkan bahwa jika perlemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, daya beli masyarakat bisa menurun dan laju inflasi pun meningkat. Para pelaku usaha pun terancam menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat memengaruhi ekspansi bisnis dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, Bank Indonesia dan pemerintah disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga rupiah agar tidak semakin turun dan melemah. Intervensi pasar valuta asing, penguatan pasar obligasi, hingga pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar dilakukan guna menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Meski pemerintah optimistis kondisi ekonomi masih bisa terkendali, perlemahan nilai rupiah tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi inflasi, biaya hidup masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Viral di Media Sosial, Cerdas Cermat MPR RI Diprotes karena Dugaan Ketidakadilan Penilaian

HIMIKOM

 


Sumber : Detik.com

BASKOM ONLINE| 17 MEI 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

    Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) viral setelah video unggahan yang diduga menunjukkan adanya kecurangan dari dewan juri.

    Dalam video tersebut, peserta memperoleh pertanyaan tentang proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lalu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab terlebih dahulu.

    "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup C.

    Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh juri dan mendapat nilai minus lima. Lalu, kesempatan menjawab diberikan kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas.

    "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Grup B.

    Jawaban kedua tim terlihat sama dan memicu berbagai reaksi dari netizen. Namun, Grup B diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi.

    Karena merasa tidak adil, perwakilan dari Grup C mencoba memberitahu juri bahwa jawaban yang Grup C dan Grup B berikan tidak memiliki perbedaan. Juri menanggapi protes tersebut dengan mengatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan jelas.

    "Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi, jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.

    Juri-juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni menyebut perbedaan nilai karena artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai kurang jelas.

    "Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," ujar Indri.

    MC dalam acara tersebut juga mengimbau peserta untuk menerima keputusan dewan juri dan menyebut para juri yang hadir telah berkompeten di bidangnya, serta menyebut bahwa sanggahan dari Grup C hanya merupakan perasaan mereka.

    Setelah video cerdas cermat tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan netizen, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Ia juga menyampaikan akan melakukan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang.




Diet Bukan Soal Kurus, Tapi Cara Kita Berdamai dengan Tubuh

HIMIKOM

 


BASKOM ONLINE | 3 MEI 2026 | ARINI MUTIARA SARI

Di tengah tren tubuh ideal yang terus beredar di media sosial, diet sering kali dimaknai sekadar upaya menurunkan berat badan. Padahal, di balik itu, ada cerita yang lebih dalam tentang bagaimana seseorang belajar memahami tubuhnya sendiri.

Bagi sebagian orang, kata “diet” mungkin terdengar melelahkan. Terbayang aturan makan yang ketat, berbagai pantangan, sampai rasa bersalah setiap kali melanggar pola makan. Tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena sebagian orang merasa diet adalah sesuatu yang menyiksa.

 Namun, belakangan ini mulai banyak yang memandang diet dengan cara berbeda. Bukan lagi sekadar mengejar angka di timbangan, tapi lebih ke membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuh. Seperti yang dirasakan oleh banyak anak muda saat ini, diet tidak harus selalu ekstrem. Mengurangi minuman manis, mulai rutin sarapan, atau sekadar memperbanyak minum air putih sudah menjadi langkah kecil yang berarti. Hal-hal sederhana ini justru lebih mudah dijalani dan terasa “ringan” tanpa tekanan berlebih.

 Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga mulai memengaruhi cara orang berdiet. Tidak sedikit yang kini lebih memilih pendekatan mindful eating makan dengan sadar, menikmati setiap suapan, tanpa rasa terburu-buru atau rasa bersalah. Dengan cara ini, makan bukan lagi musuh, melainkan bagian dari perawatan diri. 

 Media sosial memang masih dipenuhi berbagai standar tubuh ideal, tapi perlahan muncul juga suara-suara yang lebih realistis. Banyak konten kreator yang mulai berbagi perjalanan diet mereka apa adanya dengan naik turunnya, dengan kegagalannya, bahkan dengan momen “cheat day” yang manusiawi. 

 Hal ini membuat banyak orang menilai diet terasa lebih dekat dan tidak lagi menakutkan. Pada akhirnya, diet bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling konsisten menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh bukan proyek jangka pendek, melainkan tempat kita hidup setiap hari. Mungkin sudah saatnya kita berhenti melihat diet sebagai hukuman. Sebaliknya, jadikan ia sebagai bentuk perhatian kecil untuk diri sendiri. Tidak harus sempurna, yang penting berproses pelan, tapi pasti.

Siswi Korban Bullying di SMAN 2 Bekasi Diduga Diminta Uang Damai Rp200 Juta

HIMIKOM


Sumber: Suara.com

 

BASKOM ONLINE| 17 APRIL 2026| MUHAMMAD ARIEF MAHARDIKA

Kasus perundungan terhadap seorang siswi SMA di Bekasi menjadi sorotan publik setelah keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta korban yang merupakan siswi kelas XI mengalami bullying selama beberapa bulan oleh kakak kelasnya dani diungah akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully. Peristiwa tersebut memuncak pada 6 Februari 2026 ketika korban mencoba menanyakan alasan dirinya terus dirundung di kantin sekolah. Namun, situasi justru berubah menjadi adu mulut hingga korban dijambak oleh pelaku.

Dalam kondisi terdesak, korban berusaha melepaskan diri dan tanpa sengaja melukai dahi pelaku menggunakan tempat makan. Insiden tersebut kemudian dianggap sebagai tindakan penyerangan oleh pihak keluarga pelaku. Tak lama setelah kejadian, keluarga pelaku yang diduga memiliki latar belakang kuat karena orang tua pelaku disebut sebagai anggota DPRD Bekasi, meminta uang damai sebesar Rp200 juta kepada pihak korban. "Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak pelaku," jelas @syllakaligis.

Permintaan tersebut memicu kemarahan publik setelah cerita ini viral di media sosial melalui unggahan keluarga korban. Korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan merasa takut, sementara pelaku disebut masih menjalani aktivitas seperti biasa. Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dan kini tengah ditangani oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta lembaga perlindungan anak untuk mencari solusi dan memastikan perlindungan terhadap korban.