BASKOM
ONLINE| 8 MARET 2026| ARESKA ANJELINA
Amerika
Serikat resmi serang Iran melalui serangan udara kepada sejumlah target
strategis di iran pada sabtu (28/2/2026). Serangan dipicu oleh ketegangan yang
terus terjadi belakangan ini. Serangan militer ini menjadikan fasilitas nuklir
Iran menjadi sasaran empuk pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Hal ini dilansir
Reuters dan AI Jazeera, Senin (2/3/2026), yang disampaikan oleh duta besar Iran
untuk badan pengawasan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi
Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, dalam pertemuan dewan gubernur IAEA
yang beranggotakan 35 negara.
“
Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran bernama Natanz yang damai dan
dilindungi kemarin” kata Najafi kepada wartawan yang hadir pada forum IAEA
tersebut.
Tetapi,
tidak dijelaskan secara rinci oleh Najafi perihal kerusakan apa saja yang
diakibatkan oleh serangan tersebut.
Ternyata
tidak hanya sekali, ini menjadi kali keduanya Natanz dihantam serangan udara.
Natanz merupakan salah satu dari tiga fasilitas nuklir Iran Selain Fordow dan
Isfahan yang dihantam pada Juni tahun lalu yang juga dilakukan oleh AS dan
Israel.
Saat
serangan tahun lalu ternyata mengalami kerusakan pada bagian permukaan tanah
dari pabrik pengayaan bahan bakar percontohan di Natanz yang menyebabkan
terputusnya aliran listrik ke lantai bawah tanah di natanz yang mengganggu
sistem operasional bawah tanahnya dan juga ada beberapa kerusakan dibagian
bangunan pintu masuk pabrik pengayaan bahan bakar Natanz Iran. Tetapi, Institute
For Science And International Security, yang terbit pada hari senin setelah
Natanz dihantam pada hari Minggu dan IAEA menanggapi bahwa serangan tersebut
bukanlah serangan yang besar.

0 comments:
Post a Comment