Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi Protes di Bundaran HI

HIMIKOM




Sumber foto: Tempo.com


BASKOM ONLINE| 21 OKTOBER 2026| ADELIA ZAVIRA

Bengkulu (21/10/2026) – Dilansir dari SumbarSatu, enam aktivis Greenpeace Indonesia dibebaskan pada Selasa malam (20/10/2026) setelah sebelumnya diamankan usai melakukan aksi protes di kawasan Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan persoalan krisis iklim yang dinilai turut berdampak pada kehidupan dan kondisi ekonomi masyarakat.

Dilansir dari Tempo.com, keenam aktivis Greenpeace diamankan setelah melakukan aksi protes di Bundaran HI. Peristiwa ini menjadi perhatian karena aksi tersebut dilakukan di salah satu kawasan ikonik Jakarta sebagai bentuk penyampaian kritik terhadap persoalan lingkungan dan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan SumbarSatu, para aktivis membentangkan dua spanduk berukuran besar dari atas Patung Selamat Datang. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”, sedangkan spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”. Pesan tersebut menunjukkan bahwa Greenpeace menghubungkan persoalan krisis iklim dengan meningkatnya beban kehidupan masyarakat.

Aksi tersebut merupakan bentuk kritik Greenpeace terhadap penanganan krisis iklim selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Greenpeace menilai bahwa dampak krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan pekerja, harga kebutuhan pangan, serta pengeluaran rumah tangga. Cuaca ekstrem dan bencana ekologis juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Greenpeace turut menyoroti hasil riset berjudul "Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah." Riset tersebut menunjukkan bahwa dampak krisis iklim dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola konsumsi dan biaya pangan hingga produktivitas, pendapatan, tempat tinggal, serta transportasi. Kondisi ini dinilai dapat memberikan tekanan lebih besar kepada masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi rentan.

Setelah keenam aktivis dibebaskan, Greenpeace Indonesia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap aksi damai tersebut. Organisasi ini juga mengajak publik untuk terus mengawal persoalan krisis iklim agar aspirasi masyarakat tidak diabaikan. Pembebasan para aktivis menjadi perkembangan terbaru dari aksi tersebut, tetapi tuntutan terkait penanganan krisis iklim masih menjadi perhatian.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa isu lingkungan memiliki kaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Selain mendorong pemerintah mengambil langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim, aksi tersebut juga menyoroti pentingnya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan mengawasi kebijakan publik.

Siswi SMA Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Berkas Bengkulu, Sempat Dicegah Pengunjung

HIMIKOM

Sumber foto: Basarnas Bengkulu

BASKOM ONLINE| 21 OKTOBER 2026| NAYLA NURFATANAH ANANDA

Bengkulu (21/10/2026) – Dilansir dari DetikSumbagsel, seorang siswi SMA yang dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Berkas, Kota Bengkulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (20/10/2026) pagi. Korban ditemukan di tepi pantai dekat kawasan Kota Tua setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Senin malam.

Diberitakan oleh Antara News Bengkulu, korban ditemukan sekitar pukul 05.40 WIB oleh tim gabungan. Lokasi penemuan berada sekitar 3,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sejumlah pengunjung pantai sempat berusaha mencegah korban memasuki laut. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena korban disebut sempat memberontak hingga terlepas dari pegangan pengunjung dan terbawa arus ombak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) malam di kawasan Pantai Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Laporan mengenai kejadian itu diterima oleh Basarnas Bengkulu sekitar pukul 19.25 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Mengutip keterangan Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, proses pencarian berlangsung hingga Selasa pagi sebelum akhirnya korban ditemukan. Operasi tersebut dilakukan oleh tim SAR yang berupaya menyisir kawasan pantai untuk menemukan keberadaan korban.

Di sisi lain, pihak kepolisian turut memberikan keterangan mengenai informasi awal terkait kondisi korban sebelum kejadian. Meski demikian, informasi mengenai latar belakang peristiwa tersebut masih perlu didalami oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap keselamatan sesama, terutama ketika seseorang berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan dirinya. Upaya pertolongan dari orang-orang di sekitar serta respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam menghadapi keadaan darurat di kawasan pantai.

Operasi SAR 10 Hari Nihil, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

HIMIKOM

 


Sumber foto: Harian Merapi


BASKOM ONLINE| 21 SEPTEMBER 2026| LESI HUTARI

Bengkulu (21/09/2026) - Dilansir dari Detikcom operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dinyatakan hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama 10 hari berturut-turut tanpa membuahkan hasil.

Keputusan berat untuk mengakhiri operasi diambil setelah seluruh upaya maksimal dikerahkan oleh tim gabungan. Pencarian yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga relawan lokal tidak menemukan puing kapal maupun tanda-tanda keberadaan para korban di area krisis.

Sementara itu, AntaraNews melaporkan bahwa selama 10 hari penuh, tim SAR menyisir puluhan mil laut di sekitar titik koordinat terakhir hilangnya rombongan. Metode pencarian diselenggarakan secara komprehensif, mencakup patroli permukaan laut, pemantauan dari udara, hingga penggunaan sonar bawah air, namun seluruh hasil tetap nihil.

Mengutip dari Kronologi.id, kelima jurnalis beserta tiga kru tersebut sebelumnya dijadwalkan melakukan liputan khusus terkait dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Rombongan berangkat mengarungi perairan menggunakan kapal motor, namun mendadak kehilangan kontak di tengah pelayaran akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kondisi alam yang ekstrem, arus laut yang kuat, serta luasnya cakupan wilayah penyisiran menjadi tantangan utama yang dihadapi tim penyelamat di lapangan. Kendati operasi SAR skala besar ini telah dihentikan secara resmi, pihak berwenang menegaskan akan tetap memantau situasi dan siap membuka kembali pencarian jika ditemukan petunjuk atau bukti baru.

Penghentian operasi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta komunitas pers nasional. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat kelam akan tingginya risiko serta bahaya nyata yang senantiasa membayangi para jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan bencana.

KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 9 Orang Meninggal dan 126 Masih Dicari

HIMIKOM

 


Sumber foto: detikNews


BASKOM ONLINE| 20 SEPTEMBER 2026| AGHA KHANUM

Bengkulu (20/9/2026) — CNN Indonesia melaporkan kapal penumpang KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang dan ditemukan dalam kondisi terbalik di sekitar perairan Masalembo, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Setelah kapal mengalami kemiringan, situasi di dalam kapal berubah dengan cepat hingga akhirnya kapal terbalik dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari para penumpang yang masih belum ditemukan.

Dilansir dari detikNews, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kapal yang mengalami kemiringan sebelum kemudian kehilangan kontak. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

CNN Indonesia kemudian melaporkan bahwa hingga 15 September, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan laut dan pemeriksaan terhadap kemungkinan lokasi korban berada.

Pencarian tidak hanya dilakukan dari permukaan. Tim penyelam turut diterjunkan untuk memeriksa badan kapal yang berada di bawah laut. Kondisi kapal dan situasi di sekitar lokasi membuat proses penyelaman harus dilakukan secara hati-hati, terutama saat menyisir bagian-bagian kapal yang memungkinkan terdapat korban di dalamnya.

Pada Jumat (18/9/2026), operasi pencarian kembali menunjukkan perkembangan. Dilansir dari detikNews, TNI AL mengerahkan sejumlah kapal perang dan tim penyelam dari Kopaska serta Koppeba untuk melakukan penyelaman ke lokasi KM Virgo Transport 8. Kadispenal Laksma Tunggul menyatakan, “Tiga jenazah berhasil dievakuasi,” setelah tim berhasil memasuki bagian kapal.

ANTARA News melaporkan bahwa tiga korban tersebut ditemukan di dalam ruangan kapal pada kedalaman sekitar 24 meter. Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Direktur Operasi Basarnas, menyatakan, “Ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak,” sehingga proses evakuasi dilakukan dengan membuka akses dari bagian kapal yang tertutup.

Dengan ditemukannya tiga korban tersebut, jumlah korban yang telah ditemukan hingga Jumat malam bertambah menjadi 117 orang. ANTARA News mencatat sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia, sementara 126 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Selain pencarian korban yang belum ditemukan, tim juga melakukan persiapan untuk proses penanganan badan kapal di bawah laut. Perkembangan jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi SAR dan proses identifikasi.

Rangkaian Gempa Guncang NTT, Puluhan Ribu Rumah Rusak dan 110 Ribu Jiwa Mengungsi

HIMIKOM

 


Sumber: Kompas.com


BASKOM ONLINE| 22 AGUSTUS 2026| MARIA MEILANY.L

Bengkulu ( 22/8/2026) - Mengutip dari Kompas.com jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat rentetan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami lonjakan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total pengungsi kini telah menembus angka 110.785 jiwa per Jumat (21/8/2026) malam.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 18.050 orang jika dibandingkan dengan data hari sebelumnya yang berada di posisi 92.735 jiwa. Selain lonjakan pengungsi, pemutakhiran data BNPB turut mencatat korban meninggal dunia bertambah menjadi 83 orang, sementara 986 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan penanganan medis.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengungkapkan bahwa peningkatan arus pengungsi terutama dipicu oleh kekhawatiran warga terhadap gempa susulan yang masih terus mengguncang kawasan Pulau Flores dan sekitarnya. Sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda, tercatat telah terjadi ribuan kali aktivitas seismik susulan dengan magnitudo bervariasi.

Guncangan susulan tersebut juga sempat memperparah kerusakan infrastruktur fisik di sejumlah wilayah, termasuk amblasnya ruas jalan Wae Gongger serta jembatan Wae Dampak di Kabupaten Manggarai Timur. Kendati demikian, percepatan pemulihan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum berhasil menormalkan kembali sembilan ruas jalan nasional, termasuk jalur vital penghubung Kabupaten Ende dan Nagekeo sehingga mobilitas penyaluran bantuan dapat beroperasi kembali.

Secara akumulatif, gempa bumi ini telah merusak sedikitnya 44.946 unit rumah warga di berbagai tingkatan. Dari total tersebut, sebanyak 17.176 unit dilaporkan mengalami rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan. Sebaran kerusakan rumah kategori berat paling banyak terpusat di tiga wilayah, yakni Kabupaten Manggarai Timur dengan 5.962 unit, Manggarai sebanyak 3.146 unit, dan Manggarai Barat mencapai 3.050 unit.

Menanggapi kebutuhan darurat di lapangan, BNPB memastikan rantai pasok logistik terus dipercepat. Sepanjang periode 15 hingga 21 Agustus 2026, total sebanyak 776 ton barang bantuan telah diberangkatkan ke NTT. Berton menegaskan, penyaluran bantuan dari Pos Pendamping Logistik Nasional dioptimalkan melalui integrasi moda transportasi udara via Labuan Bajo, armada laut, hingga jalur darat guna memastikan pasokan makanan, obat-obatan, dan tenda darurat benar-benar sampai ke tangan warga di titik-titik pengungsian.

81 Tahun Merdeka, Tapi Kalimantan Masih Tercekik Dengan Kabut Asap

HIMIKOM

 


Sumber: BBC news


BASKOM ONLINE| 22 AGUSTUS 2026| MARIA MEILANY.L

Bengkulu (22/8/2026) - BBC News melaporkan bahwa kepulan asap pekat kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan menyusul lonjakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir. Krisis yang diperparah fenomena iklim El Nino ini kian mencekik kehidupan warga, melumpuhkan roda perekonomian mikro, hingga memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan.

Di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kabut asap bahkan telah merangsek mendekati kawasan permukiman. Riri Jayanti (38), warga setempat, mengaku harus berkejaran dengan pekatnya asap saat menyiapkan anak-anaknya ke sekolah sebelum akhirnya pemerintah daerah memberlakukan penundaan jam masuk kelas.

"Pernah hujan sesekali, katanya hujan buatan. Tapi sebulan belakangan tidak ada hujan sama sekali," kata Riri laporan warga yang dilansir dari BBC News. Ia bersama warga sekitar sempat panik dan menyiramkan air dengan alat seadanya demi membendung rembetan api ke arah rumah tinggal dan kandang ternak.

Dampak ekonomi langsung dirasakan Abdul Kholik (38), peternak ayam di Landasan Ulin Selatan kabar ini dikutip dari wawancara BBC News. Percikan materi kebakaran yang terbawa angin membakar kandang miliknya hingga menewaskan 230 ekor ayam. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Beban tersebut kian berat lantaran istrinya yang tengah hamil tiga bulan kini mengalami sesak napas akut.

Kondisi udara di Banjarbaru dilaporkan menyentuh level berbahaya dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) menembus angka 400 mikrogram per meter kubik. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Banjarbaru, Siti Ningsih, mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus lebih dari 1.000 kasus per pekan, dengan akumulasi mencapai 23.646 kasus sejak awal tahun.

Pemandangan serupa terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Pontianak, Kalimantan Barat. Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi jenjang PAUD dan mengundur jam masuk siswa SD demi meminimalkan paparan racun udara pagi hari. Di Pontianak, jarak pandang kendaraan dilaporkan merosot hingga 200 meter, memaksa para pekerja luar ruang beraktivitas dengan masker di tengah mata yang perih.

Diberitakan dari BBC News, di lapangan, upaya pemadaman menghadapi kendala struktural di atas 4,5 juta hektare hamparan lahan gambut. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengungkapkan bahwa penurunan muka air tanah hingga 90 sentimeter membuat gambut sangat kering dan rentan terbakar hingga ke lapisan dalam. Pemadaman harus mengandalkan teknik suntik gambut yang membutuhkan peralatan bor dan pompa berat di lokasi minim air.

Sorotan tajam mengarah pada aspek mitigasi dan penegakan hukum. Analisis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat, dari total 34.262 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan sepanjang Januari hingga Juli, sekitar 74 persen di antaranya berada di dalam konsesi korporasi.



Sumber foto : BBC news

Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Priyono Suryanto, menilai penanganan karhutla nasional masih terjebak dalam paradoks respons reaktif dikutip dari BBC News. Menurutnya, pemerintah sigap saat memadamkan kobaran api, namun abai dalam membangun sistem mitigasi dan penjagaan lingkungan yang berkelanjutan. Tanpa pembenahan di tingkat hulu dan ketegasan hukum, siklus kabut asap dipastikan akan terus berulang membebani masyarakat. 



Clash of Champions Season 3 Kembali Panaskan Media Sosial

HIMIKOM

 


Sumber foto: Tvone.com

BASKOM ONLINE| 15 JULI 2026| AGHA KHANUM

BENGKULU (15/7/2026) - Dilambil dari ruangguru.com Program kompetisi akademik Clash of Champions Season 3 yang diselenggarakan oleh Ruangguru kembali memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Game show edukasi ini sukses menarik perhatian publik lantaran mempertemukan puluhan mahasiswa berprestasi dari universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.

Clash of Champions Season 3 menghadirkan 79 peserta. Para peserta berasal dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, serta dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri seperti National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Oxford, Harvard University, dan beberapa kampus bergengsi lainnya. Selain itu, peserta dari sekolah kedinasan juga turut ambil bagian, termasuk Universitas Pertahanan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, serta Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN).

Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji melalui berbagai tantangan yang mengasah kemampuan berpikir mereka, mulai dari matematika, hafalan, logika, hingga kemampuan menyusun strategi. Peserta tidak hanya dituntut pandai dalam pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi penuh tekanan.

Popularitas Clash of Champions meningkat setelah potongan video dari acara tersebut dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak warga net tertarik karena konsep acara yang menghadirkan suasana kompetisi akademik dengan tampilan yang tidak biasa.

Selain menjadi hiburan, acara ini juga mendapat perhatian karena dianggap mampu menunjukkan sisi positif dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa berprestasi dalam acara tersebut dinilai dapat memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Tidak hanya menampilkan persaingan antar peserta, Clash of Champions juga memperlihatkan perjalanan setiap mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan. Setiap babak dalam kompetisi menghadirkan situasi yang menguji ketelitian, kerja sama, serta kemampuan peserta dalam mempertahankan fokus di tengah tekanan pertandingan.

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini terlihat dari banyaknya perbincangan mengenai peserta maupun tantangan yang diberikan. Beberapa peserta bahkan menjadi sorotan karena latar belakang pendidikan dan berbagai pencapaian yang telah mereka raih sebelum mengikuti kompetisi tersebut.

Kehadiran Clash of Champions menjadi salah satu contoh bagaimana konsep pendidikan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Melalui perpaduan antara kompetisi akademik dan hiburan, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang sebelumnya kurang tertarik dengan tayangan bertema pendidikan.

Aksi Penusukan Dipicu Cekcok Saat Mabuk, Pelaku Berhasil Dibekuk Aparat

HIMIKOM

 


Sumber Foto: rbtv

BASKOM ONLINE| 14 Juli 2026| Areska Anjelina

BENGKULU (14/7/2026) –  Dilansir dari rbtv, tim Satreskrim Polres Bengkulu Utara berhasil meringkus pelaku penikaman yang melukai empat pemuda di Lapangan Alun - Alun Rajo Malim Paduko, Arga Makmur. Insiden tersebut terjadi saat puncak acara hiburan rakyat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Pelaku berinisial AP (21), warga Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian berlangsung.

Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam konferensi pers di Mapolres Bengkulu Utara pada Jumat (10/7). Ia didampingi oleh Kasat Reskrim, AKP Alvan Dellano.

”Pelaku sudah kami amankan. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini dipicu cekcok mulut antara pelaku dan korban. Saat kejadian, pelaku juga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi obat jenis Komix secara berlebihan," ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.

Menurut Kapolres, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi penikaman bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan para korban di tengah keramaian acara hiburan rakyat tersebut. Yang menarik, pelaku diketahui dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi obat batuk jenis Komix secara berlebihan saat peristiwa terjadi.

Dalam proses pengungkapan kasus, penyidik telah memeriksa enam orang saksi. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban, satu set pakaian milik pelaku, serta empat set pakaian milik masing-masing korban.

Atas perbuatannya, AP kini dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Bengkulu Utara. Kapolres mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Empat pemuda asal Desa Gunung Selan yang menjadi korban dalam insiden ini dilaporkan sudah dalam kondisi stabil. Kapolres bahkan mengaku telah menjenguk langsung para korban di rumah sakit dan memastikan mereka masih menjalani perawatan medis.

“Untuk keempat korban sudah saya kunjungi langsung saat di rumah sakit. Alhamdulillah kondisi semuanya sudah stabil dan masih dalam perawatan,” tandas Kapolres.

Warga Ende Tolak Pembongkaran Sekolah Dasar demi Proyek Kopdes Merah Putih

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.id

BASKOM ONLINE| 18 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Bengkulu (18/6/2026) - Dilansi dari Kompas.id rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menuai penolakan dari warga. Penolakan muncul setelah sebagian area sekolah dasar setempat disebut akan dibongkar untuk dijadikan lokasi pembangunan koperasi. 

Aksi penolakan terjadi ketika alat berat datang ke lokasi sekolah. Orang tua murid, guru, dan masyarakat setempat berkumpul untuk menghentikan proses pembongkaran yang dinilai dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Video penolakan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. 

Warga menilai keberadaan sekolah lebih mendesak untuk dipertahankan karena masih digunakan oleh para siswa. Mereka khawatir pengurangan fasilitas pendidikan akan berdampak pada akses belajar anak-anak di wilayah tersebut. Penolakan juga muncul di tengah perhatian terhadap masih tingginya angka anak yang putus sekolah di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan puluhan ribu siswa tingkat sekolah dasar masih mengalami putus sekolah setiap tahunnya. 

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu koperasi desa telah memperoleh pengesahan hukum dan pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. 

Peristiwa di Ende memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara pembangunan ekonomi desa dan perlindungan fasilitas pendidikan. Warga berharap pemerintah dapat mencari lokasi alternatif sehingga pembangunan koperasi tetap berjalan tanpa mengorbankan sarana pendidikan yang masih dibutuhkan masyarakat. 

Instagram dan Facebook Error Bersamaan dengan Demo Mahasiswa di Jakarta, Meta Beri Klarifikasi

HIMIKOM
 
Sumber foto: CNBC Indonesia 


BASKOM ONLINE| 17 JUNI 2026| MARIA MEILANY 

Bengkulu (17/6/2026) - Mengutip dari CNBC Indoneisia dua platform media sosial raksasa di bawah naungan Meta, Instagram dan Facebook, sempat mengalami gangguan massal (down) pada kemarin hari. Uniknya, tumbangnya layanan ini terjadi bersamaan dengan momentum aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh aliansi mahasiswa di sejumlah titik strategis di Jakarta.

Akibatnya, sempat muncul spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan gangguan teknis ini dengan upaya pembatasan informasi atau sensor digital (Throttling) selama aksi demonstrasi berlangsung.

Kronologi Gangguan dan Keluhan Pengguna

Gangguan mulai dirasakan pengguna sejak siang hingga sore hari, tepat saat massa aksi sedang padat-padatnya memadati jalanan ibu kota. Berdasarkan pantauan di lapangan dan lini masa media sosial lainnya (seperti X/Twitter), keluhan utama pengguna meliputi:

a. Gagal Memuat Lini Masa: Pengguna tidak bisa memperbarui (refresh) halaman utama (feed) Instagram maupun Facebook.

b. Gagal Unggah Konten: Cerita (Instagram Stories), unggahan foto, dan video Reels gagal diunggah secara konstan.

c. Pesan Masuk Tertahan: Fitur pesan langsung (Direct Message/DM) mengalami delay yang cukup parah.

d. Sesi Keluar Otomatis: Beberapa pengguna Facebook bahkan mengeluhkan akun mereka tiba-tiba log-out dengan sendirinya.

Kondisi ini sempat menyulitkan para mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat sipil di lapangan yang ingin membagikan laporan pandangan mata secara real-time terkait situasi demonstrasi di Jakarta.

Spekulasi Sensor Digital di Tengah Aksi Massa

Karena terjadi tepat di tengah momen krusial politik dan pergerakan mahasiswa, isu mengenai adanya "intervensi digital" atau pembatasan kuota internet sengaja (down-throttling) sempat mencuat dan memicu kepanikan. Banyak warganet menduga pemerintah atau pihak tertentu sengaja mematikan akses untuk meredam penyebaran dokumentasi unjuk rasa agar tidak viral.

"Awalnya kami kira sinyal di sekitar lokasi demo yang di-jamming (diacak), tapi ternyata teman-teman yang di rumah dan di luar Jakarta juga mengeluhkan Instagram tidak bisa dibuka," ujar salah satu pengguna di media sosial X.

Meta Buka Suara: Murni Kendala Teknis Internal

Melihat kegaduhan dan spekulasi yang berkembang di Indonesia, Meta selaku perusahaan induk Instagram dan Facebook langsung buka suara untuk memberikan klarifikasi resmi.

Pihak Meta dengan tegas membantah adanya unsur kesengajaan atau keterkaitan antara tumbangnya layanan mereka dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Meta menyatakan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis internal pada sistem server global mereka yang berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Indonesia.

"Kami menyadari bahwa beberapa pengguna mengalami kesulitan mengakses aplikasi kami hari ini. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tulis perwakilan Meta dalam keterangan resminya.

Meta juga menambahkan bahwa tim teknis mereka langsung bergerak cepat setelah mendeteksi adanya anomali sistem. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap demi memastikan stabilitas data pengguna.

Layanan Kembali Normal

Setelah sempat lumpuh selama beberapa jam, menjelang malam hari layanan Instagram dan Facebook dilaporkan sudah mulai berangsur pulih. Pengguna kembali bisa mengunggah konten, mengirim pesan, dan mengakses halaman utama dengan normal.

Meskipun murni masalah teknis, insiden ini memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat modern terhadap platform Meta sebagai kanal komunikasi utama, terutama dalam mengawal isu-isu sosial dan politik penting di tanah air.

Respons Maraknya Kekerasan di Kampus Nasional, Universitas Bengkulu Optimalkan Satgas PPKPT demi Keamanan Akademis

HIMIKOM


 



BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| LATIFAH RABBANIYAH

BENGKULU - Maraknya kasus kekerasan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendorong Universitas Bengkulu memperkuat peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam menciptakan lingkungan akademis yang aman.

Satgas PPKPT sendiri merupakan unit fungsional universitas yang dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan memiliki mandat khusus sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan, pelaporan, penanganan serta pendampingan korban kekerasan di lingkup kampus.

 Anggota Satgas PPKPT UNIB, Putri Damayanti, menjelaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah melakukan pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi secara luas kepada seluruh civitas akademika. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9 laporan telah masuk, dengan 7 kasus telah diselesaikan sementara 2 lainnya masih dalam proses penanganan.

Upaya penguatan dilakukan melalui diskusi dan evaluasi internal secara rutin untuk memperkuat sistem pencegahan di lingkungan kampus. Selain itu, Satgas PPKPT UNIB kini lebih aktif di media sosial guna memastikan mahasiswa mengetahui kanal pelaporan yang tersedia.

Meski langkah tersebut diapresiasi, implementasi penanganan di lapangan dinilai masih menghadapi hambatan. Pemerhati Isu Kampus, Elsa M. Cik Nur, menyoroti durasi penanganan kasus yang rata-rata memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja. Menurutnya, proses yang terlalu lama dapat memberikan kesan kepada korban bahwa laporan mereka tidak ditangani secara serius.

"Secara kebijakan, Universitas sudah menunjukkan keseriusan dengan adanya Satgas, tapi penanganannya butuh waktu lama. Selain itu, Satgas tidak memiliki wewenang langsung untuk memberi hukuman kepada pelaku, hanya sebatas rekomendasi," ujar Elsa M. Cik Nur saat diwawancarai.

Menanggapi hal tersebut, Putri mengklarifikasi bahwa proses penanganan memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi, pemeriksaan saksi, hingga asesmen psikologis. "Proses ini tidak bisa instan karena kami harus menyesuaikan dengan kesiapan kondisi korban agar pemeriksaan berjalan objektif," tegasnya.

Satgas mengakui kendala terbesar saat ini adalah masih banyaknya pihak yang belum berani melapor karena faktor rasa takut atau malu. Maka dari itu, Satgas PPKPT kini gencar menyebarkan informasi melalui media sosial dan memasang atribut informasi guna memudahkan akses pengaduan bagi mahasiswa.

Ke depan, mahasiswa didorong untuk terus aktif mengawal isu kekerasan di lingkungan kampus, termasuk melalui media sosial. "Isu sering kali lebih cepat ditanggapi ketika menjadi perhatian publik. Mahasiswa bisa bersuara melalui story atau unggahan sebagai bentuk solidaritas terhadap pelapor," ujar Elsa M. Cik Nur menutup pembicaraan.

Pernyataan tersebut selaras dengan harapan Satgas PPKPT UNIB yang menekankan bahwa menciptakan kampus aman bukan hanya tugas satu unit kerja saja. Putri Damayanti menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kampus aman tidak bisa hanya bergantung pada kinerja tim internal, melainkan dukungan dan keterlibatan aktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai sistem pendukung utama di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa didorong untuk terus berperan aktif dalam mengawal isu-isu kekerasan yang belakangan ini viral dan menjadi perhatian publik. Melalui kerja sama antara pengawasan mahasiswa dan prosedur resmi Satgas, Universitas Bengkulu diharapkan benar-benar mampu mewujudkan ruang akademik yang aman dan bagi semua civitas akademik.

Nilai Rupiah Anjlok ke Titik Terlemah, Kekhawatiran Ekonomi Kian Menguat

HIMIKOM

 


Sumber foto: Kompas.com

BASKOM ONLINE| 27 MEI 2026| ARESKA ANJELINA

Bengkulu (27/5/2026) - Diambil dari Kompas.com nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor kelam. Dalam beberapa hari terakhir hingga pertengahan Mei 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp 17.500 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam sejarah perdagangan mata uang Indonesia. Rupiah kini telah melemah sekitar 7 persen sejak konflik Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu. Angka ini melampaui level terlemah yang pernah dicapai bahkan pada puncak Krisis Keuangan Asia 1997-1998.

Sejumlah ekonom menilai perlemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, juga menyebutkan bahwa defisit anggaran dan meningkatnya arus keluar modal asing menjadi salah satu penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah.

Nailul Huda mengatakan “Ada kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Akhirnya banyak uang yang keluar atau terjadi capital outflow,” ujarnya. Investor dinilai mulai khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia sehingga memilih menarik dananya dari pasar domestik.

Melemahnya rupiah ini juga dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan hidup sehari-hari berpotensi mengalami pelonjakan harga. Beberapa sektor seperti elektronik, farmasi, otomotif, dan pangan diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak akibat tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Ekonom juga memperingatkan bahwa jika perlemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, daya beli masyarakat bisa menurun dan laju inflasi pun meningkat. Para pelaku usaha pun terancam menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat memengaruhi ekspansi bisnis dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, Bank Indonesia dan pemerintah disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga rupiah agar tidak semakin turun dan melemah. Intervensi pasar valuta asing, penguatan pasar obligasi, hingga pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar dilakukan guna menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Meski pemerintah optimistis kondisi ekonomi masih bisa terkendali, perlemahan nilai rupiah tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi inflasi, biaya hidup masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.