Operasi SAR 10 Hari Nihil, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

HIMIKOM

 


Sumber foto: Harian Merapi


BASKOM ONLINE| 21 SEPTEMBER 2026| LESI HUTARI

Bengkulu (21/09/2026) - Dilansir dari Detikcom operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dinyatakan hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama 10 hari berturut-turut tanpa membuahkan hasil.

Keputusan berat untuk mengakhiri operasi diambil setelah seluruh upaya maksimal dikerahkan oleh tim gabungan. Pencarian yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga relawan lokal tidak menemukan puing kapal maupun tanda-tanda keberadaan para korban di area krisis.

Sementara itu, AntaraNews melaporkan bahwa selama 10 hari penuh, tim SAR menyisir puluhan mil laut di sekitar titik koordinat terakhir hilangnya rombongan. Metode pencarian diselenggarakan secara komprehensif, mencakup patroli permukaan laut, pemantauan dari udara, hingga penggunaan sonar bawah air, namun seluruh hasil tetap nihil.

Mengutip dari Kronologi.id, kelima jurnalis beserta tiga kru tersebut sebelumnya dijadwalkan melakukan liputan khusus terkait dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Rombongan berangkat mengarungi perairan menggunakan kapal motor, namun mendadak kehilangan kontak di tengah pelayaran akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kondisi alam yang ekstrem, arus laut yang kuat, serta luasnya cakupan wilayah penyisiran menjadi tantangan utama yang dihadapi tim penyelamat di lapangan. Kendati operasi SAR skala besar ini telah dihentikan secara resmi, pihak berwenang menegaskan akan tetap memantau situasi dan siap membuka kembali pencarian jika ditemukan petunjuk atau bukti baru.

Penghentian operasi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta komunitas pers nasional. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat kelam akan tingginya risiko serta bahaya nyata yang senantiasa membayangi para jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan bencana.

KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 9 Orang Meninggal dan 126 Masih Dicari

HIMIKOM

 


Sumber foto: detikNews


BASKOM ONLINE| 20 SEPTEMBER 2026| AGHA KHANUM

Bengkulu (20/9/2026) — CNN Indonesia melaporkan kapal penumpang KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang dan ditemukan dalam kondisi terbalik di sekitar perairan Masalembo, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Setelah kapal mengalami kemiringan, situasi di dalam kapal berubah dengan cepat hingga akhirnya kapal terbalik dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari para penumpang yang masih belum ditemukan.

Dilansir dari detikNews, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kapal yang mengalami kemiringan sebelum kemudian kehilangan kontak. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

CNN Indonesia kemudian melaporkan bahwa hingga 15 September, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan laut dan pemeriksaan terhadap kemungkinan lokasi korban berada.

Pencarian tidak hanya dilakukan dari permukaan. Tim penyelam turut diterjunkan untuk memeriksa badan kapal yang berada di bawah laut. Kondisi kapal dan situasi di sekitar lokasi membuat proses penyelaman harus dilakukan secara hati-hati, terutama saat menyisir bagian-bagian kapal yang memungkinkan terdapat korban di dalamnya.

Pada Jumat (18/9/2026), operasi pencarian kembali menunjukkan perkembangan. Dilansir dari detikNews, TNI AL mengerahkan sejumlah kapal perang dan tim penyelam dari Kopaska serta Koppeba untuk melakukan penyelaman ke lokasi KM Virgo Transport 8. Kadispenal Laksma Tunggul menyatakan, “Tiga jenazah berhasil dievakuasi,” setelah tim berhasil memasuki bagian kapal.

ANTARA News melaporkan bahwa tiga korban tersebut ditemukan di dalam ruangan kapal pada kedalaman sekitar 24 meter. Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Direktur Operasi Basarnas, menyatakan, “Ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak,” sehingga proses evakuasi dilakukan dengan membuka akses dari bagian kapal yang tertutup.

Dengan ditemukannya tiga korban tersebut, jumlah korban yang telah ditemukan hingga Jumat malam bertambah menjadi 117 orang. ANTARA News mencatat sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia, sementara 126 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Selain pencarian korban yang belum ditemukan, tim juga melakukan persiapan untuk proses penanganan badan kapal di bawah laut. Perkembangan jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi SAR dan proses identifikasi.