Media Twitter Sebagai Penyalur Adu Nasib Terbaik

HIMIKOM

 Media Twitter Sebagai Penyalur Adu Nasib Terbaik

Oleh : Sindy Wulandari

Zaman serba canggih dan perkembangan yang semakin cepat, kian hari tantangan beserta tekanan yang diberikan pun semakin hebat pula. Perkiraan dari waktu ke waktu untuk memberantas perkembangan zaman ternyata tidak segampang merobekkan sehelai kertas, ada hal yang berada di luar dugaan bahkan tidak terkontrol oleh manusia itu sendiri. Baik dan buruk dari perkembangan ini diterima mentah-mentah, termasuk teknologi. Di era serba digital ini, jari-jari dan mulut sering tidak selaras bahkan logika yang digunakan juga tidak mencerminkan adanya sesuatu yang berkembang. Berpegang teguh pada prinsip ingin memajukan anak bangsa tapi nyatanya hanya menjatuhkan mental manusia.

Era digital tidak bisa dihindarkan begitu saja tanpa adanya perlawanan dari dalam diri, untuk menjaga semua keseimbangan agar tidak banyaknya tekanan dari luar yang masuk ke dalam pikiran. Mental di era digital sangat perlu diperhatikan, gangguan yang terjadi dari dampak yang diberikan sudah tidak masuk akal lagi karena ragam jenisnya. Ada yang berpura-pura kaya, berpura-pura sakit, berpura-pura miskin, berpura-pura pintar, bahkan berpura-pura lainnya yang membohongi diri sendiri dan berakibat adanya gangguan kesehatan mental pada diri. Edukasi sangat perlu untuk menantang ketidaksiapan dalam perubahan yang sigap terjadi, melalui digital pula sumber edukasi bisa diterima dengan baik.

Beberapa hal yang terjadi bahkan mengganggu kesehatan mental dikarenakan ocehan dan serangan yang diberikan digital. Kesehatan mental juga dijadikan bahan olokkan semata bagi mereka yang kurang memahami pentingnya sehat terutama bagi jiwa. Jika kejiwaan yang selaras dengan mental ini goyah dan hancur maka leburlah semua yang masuk tanpa aba-aba dan buruknya diterima semua oleh manusia. Inilah salah satu hal yang merusak kesehatan mental dan akan berimbas pada kegiatan di dunia nyata dan dunia maya, walau jika ada masalah yang terjadi di dunia nyata akan dicurahkan semuanya ke dunia maya dengan alasan akan ada yang memberikan belas kasihan sedalam jurang tetapi nyatanya masuk ke jurang yang dibuat oleh diri sendiri.

Gosip yang beredar dari ragamnya media digital juga menjadi pokok dari terjadinya ancaman kejiwaan, twitter contohnya. Informasi terkini dan terpanas bisa diakses dengan cepat melalui twitter. Semua bentuk di dunia nyata telah tergambarkan melalui twitter, bahkan twitter menjadi platform digital ternyaman untuk mengeluarkan keresahan yang kebanyakan bersifat buruk. Diterimanya semua pendapat dan masalah dari penggunanya yang membuat pengguna twitter berasal dari semua kalangan umur. Kecanggihan memang banyak dirasakan, ada beberapa orang yang mengeluh di twitter karena dirinya merasa terbully di dunia nyata namun ternyata ekspetasi yang ia pikirkan malah menjatuhkan dirinya sendiri. Akibat-akibat ini pula yang tidak ingin ditawarkan begitu saja oleh pengguna twitter, tempat yang memberikan kenyamanan belum tentu sepenuhnya menyamankan mental.

Adu nasib melalui twitter kerap kali terjadi, saat satu orang menuangkan semua kerumitan hidupnya dalam ketikkan dan gambar maka muncullah orang lain yang akan menuliskkan pula ketikkan yang merendahkan misalnya “masih enak kamu, aku dulu tidak pernah dapat uang jajan dari orang tua dan harus bekerja setelah pulang sekolah”, kata-kata seperti inilah yang membuat mental seseorang akan jatuh karena tidak didukung oleh ucapan penyemangat tetapi ditimpa oleh kesedihan orang lain yang tidak diharapkan. Dianggap media paling relevan untuk mencurahkan semua nya tetapi tidak siap akan dampak yang akan diterima, ini juga menjadikan mental akan terganggu. Lalu sehat seperti apa yang diinginkan jika tidak siap?

Jika menjadi media terbaik maka pengguna harus siap untuk kemungkinan terburuk, tidak ada gunanya juga jika harus berpatokan dengan pendapat orang lain di platform digital tersebut. Sebelum adanya media ini juga semua orang bisa hidup bebas dengan tekanan yang dikit, tetapi sekarang memilih untuk menampung tekanan itu sendiri dari pilihan yang dipilih. Twitter tidak dapat memberikan apa-apa untuk menjamin kehidupan pengguna, tapi twitter menyuguhkan apa yang pengguna inginkan. Maka apa yang diberikan oleh digital sudah sebaiknya diterima dengan kebesaran logika guna menjaga kesehatan mental. Proses adu nasib ini berlangsung selama ketidaksiapan ada, mereka yang akan terus merasa tersakiti oleh era yang mendadak serba teknologi ini dan ternyata faktor-faktor yang tidak dipahami juga menambah rumitnya ancaman yang masuk.

Kematian juga menjadi sebab dari tidak kuatnya mendapat feedback buruk, paling banyak kasus bunuh diri yang tidak tahu penyebabnya apa namun beberapa dugaan mengarah pada komenan yang diutarakan, tidaklah heran jika banyak hal negatif yang dirasakan dari penggunaan media. Twitter merupakan media paling bar-bar yang tidak tahu Batasan jangkauan, semua keluh kesah tergambarkan melalui postingan di media. Semua merasa disalahkan dan untuk mencari perhatian orang lain tentu harus memperhatikan diri yang akan terlibat dampaknya sendiri. Jika ada masalah dan tidak ada yang ingin tahu apa yang dirasakan maka twitter menjadi tempat pelarian atau penyaluran yang terbaik, sering dianggap lebay dan alay. Sama halnya dengan satu ketikan yang dituliskan adalah neraka bagi penulisnya.

Rasanya sudah menajdi hal yang biasa bagi para pengguna twitter yang mana semua kebiasaan ada di dalamnya. Rentannya terancam Kesehatan mental sudah akan semakin meningkat jika tidak diiringi dengan pola pikir yang dapat menjadi tombak dari penyakit yang berdatangan. Efek samping yang dirasakan dari bergugurannya mental yang tidak sehat ini ialah pembulian yang akan terjadi di media massa yang berakibat fatal pada pembunuhan berencana atau bunuh diri, gangguan stress yang berkepanjangan, penyakit komplikasi lainnya yang dapat meregang nyawa. Telah banyak contoh yang menggambarkan, bahkan isi kepala sendiri berkata “aku adalah sumber masalah dari semuanya”, pemikiran itu muncul dikarenakan keenakan dan kemudahan yang terjadi di era digital serba mudah ini.

Kehidupan tidak akan berwarna kalau semua orang berpendidikan untuk mengolah pikiran sendiri, namun kehidupan akan berwarna hitam jika tidak ingin belajar mencari tahu dan menjaga sikap dari racun yang diberikan oleh teknologi. Menjadi biasa di dunia nyata ternyata tidak seberat di dunia maya, persaingan hidup lebih terasa nyata di dunia maya maka tak hayal jika efek samping yang ada banyak terjadi dari dunia maya, terkhusus twitter. Proses adu nasib tidaklah dibenarkan walau dengan tujuan agar memotivasi orang lain. Ada banyak cara untuk mengembangkan yang tidak ingin kita dapatkan buruknya yaitu olah pikiran. Tantangan tentu memiliki solusi, tetapi mental yang sehat juga harus terjalin dari dalam pikiran dan jiwa seseorang agar solusi yang diberikan dapat diterima dengan lapang.

Kesehatan mental dan era digital menjadi kaitan yang relevan dalam ragamnya aktivitas. Tentu akan terasa lebih banyak hal negatif, tetapi untuk menyelaraskan keduanya ada dengan cara tidak terlalu memikirkan apa yang orang lain sampaikan melalui ketikkan, berpikir positif walaupun sulit tetapi coba sedikit demi sedikit, filter apa yang ingin disebarkan dan dicari tahu untuk menjaga kewarasan otak, serta olah informasi dengan baik dan tidak semena-mena terhadap apa yang terjadi saat ini. Kesehatan mental harus tetap dijaga tanpa penawaran apapun karena semua yang berkaitan dengan hidup pasti berurusan dengan mental. Memendam yang dirasakan juga tidak baik tetapi mengutarakan semua yang dirasakan tidak jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. Mental yang sehat ialah yang dijajah tetapi melawan dan tidak lemah, untuk hal itu tentu harus diperjuangkan dan menggunakan media sosial pun harus tahu arah dan tujuan supaya kesesatan tidak datang menghampiri.

URGENSI LITERASI SEHAT DAN PELAYANAN TELEMEDICINE UNTUK MENJAGA KESEHATAN MENTAL PARA REMAJA DI ERA DIGITAL INDUSTRI 4.0

HIMIKOM

 URGENSI LITERASI SEHAT DAN PELAYANAN TELEMEDICINE UNTUK MENJAGA KESEHATAN MENTAL PARA REMAJA DI ERA DIGITAL INDUSTRI 4.0

Karya : Sinta Emillina

Seperti yang diketahui, manusia sedang berada pada fase dimana teknologi digital masuk ditengah-tengah kehidupan. Siapa yang tidak mengenal teknologi digital? Hampir semua aktivitas sekarang dijalani melalui teknologi digital, seperti media sosial. Penggunaan media sosial sangat membantu kehidupan sehari-hari, seperti melakukan pembayaran online, membeli melalui situs online, memesan makanan di restoran, dan lain-lain. Di era penggunaan teknologi digital dan media sosial, juga sebagai sarana untuk bebas berekspresi. Manusia dapat melakukan komunikasi baik verbal dan nonverbal terhadap siapa saja tanpa ada batas ruang dan waktu. Banyak manfaat dengan kehadiran media sosial dikehidupan saat ini. Selain manfaat dan dampak positif tersebut, tentu saja ada dampak negatif dari penggunaan media sosial. Melalui kebebasan berekspresi, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab memberikan komentar-komentar negatif yang ditujukan untuk seseorang atau kelompok tertentu, hal ini biasa disebut dengan cyberbullying, tidak hanya itu banyak berita yang tidak benar atau hoaks yang tersebar melalui media sosial, hampir di seluruh kelompok usia terutama usia remaja candu terhadap gadget, dengan mengakses aplikasi seperti facebook, instragram, atau permainan secara online. Hal ini terkadang membuat mereka mengabaikan aktivitas lainnya. Dampak negatif dari pengabaian aktivitas tersebut tentunya memiliki pengaruh buruk pada kesehatan mental seseorang. Apa yang dimaksud dengan kesehatan mental?

Kesehatan mental adalah keseimbangan kehidupan dalam semua aspek, termasuk sosial, fisik, spritual, ekonomi dan juga mental (Bellenir, 2010). Kesehatan mental juga dapat diartikan sebagai fungsi mental yang berhasil menghasilkan aktivitas produktif, dan mampu mengatasi perubahan dan kesulitan (Sperry, 2016). Kesehatan mental menjadi topik yang semakin mendapat perhatian di era digital ini. Seiring dengan kemajuan teknologi dan konektivitas yang tak terelakkan, dapat dengan mudah terhubung dengan dunia luar melalui media sosial, berita online, dan perangkat elektronik lainnya.

Dunia digital memberikan dampak yang cukup signifikan pada remaja yang membawa sejumlah tantangan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental remaja. Masa remaja adalah dimana masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan secara biologis, hormonal, sosial, dan psikologis. Tingginya angka gangguan psikis bahkan hingga percobaan bunuh diri pada remaja disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dasar mengenai kesehatan mental pada diri remaja sehingga mereka tidak sigap saat menghadapi gangguan mental yang ada pada dirinya maupun orang lain. Jika kesehatan mentalnya terganggu, maka suasana hatinya akan terganggu, sulit berpikir dan kendali emosi, sehingga mengarah ke tindakan yang buruk. 20% remaja mengalami masalah kesehatan mental, yang umum terjadi adalah depresi dan kecemasan. 6% umur 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental. Menurut WHO 75% gangguan mental emosional, bunuh diri merupakan akibat dari permasalahan kesehatan remaja. Faktanya 1 dari 20 remaja mengalami depresi dengan proporsi remaja perempuan 3 kali lipat lebih besar dibanding remaja laki-laki. Menurut Pusat Kontrol dan Pencegah Gangguan, ada 1 dari 12 remaja setiap tahun yang memutuskan bunuh diri. Hal ini menjadi hal yang harus diperhatikan. Yang mana, para remaja merupakan pelanjut generasi. Sebuah dunia, negara, dan bangsa akan ditentukan oleh mereka. Bagaimana masa depan itu, mereka lah yang akan menentukan dan membentuk. Akan tetapi, jika adanya gangguan kesehatan mental ini bagaimana para remaja bisa menghadapi masa depannya nanti? Terlebih sekarang semuanya sudah serba era digital. Kekhawatiran pada remaja pun semakin meningkat. Banyak dampak yang menganggu kesehatan mental para remaja tersebut.

Maka dari itu, melalui artikel opini ini penulis mencoba menggagas ide mengenai kesehatan mental di era digital melalui literasi sehat dan pelayanan telemedicine. Solusi untuk mengatasi dan mengobati kesehatan mental di era digital yang sedang terjadi. Yang pertama yaitu Literasi sehat. Literasi berasal dari bahasa Latin, tepatnya dari literatus yang berarti terdidik, banyak membaca, atau memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan huruf. Dengan demikian, literasi melibatkan pemahaman, pelibatan, penerapan, eksplorasi, dan transformasi teks. Perkembangan membaca remaja sangat erat kaitannya dengan bahasa dan komunikasi pasa zaman sekarang. Komunikasi membantu bertukar pikiran dan perasaan antar sesama manusia. Di era digital ini, literasi berfungsi untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan tidak dapat dipercaya. Merupakan bentuk definisi literasi sehat. Kompetensi digital literasi sehat adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif melalui platform digital. Dengan memiliki kompetensi digital literasi sehat yang kuat, pengguna media terutama pada pengguna remaja dapat membedakan antara informasi yang akurat dan dapat dipercaya dan informasi yang tidak valid atau palsu. Selain itu, literasi sehat juga membantu remaja dalam mengidentifikasi sumber informasi yang dapat diandalkan dan menghindari penyebaran informasi palsu. Karena itu, esensial bagi setiap remaja untuk meningkatkan keahlian digitalnya agar dapat memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan hati-hati dan bertanggung jawab.

Kemajuan literasi remaja berkaitan erat dengan kemampuan bahasa atau komunikasi mereka. Komunikasi dimaksudkan untuk memenuhi fungsi pertukaran pikiran mereka. Literasi sehat pada remaja memengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan kognitif mereka. Ketika remaja mampu berinteraksi dengan lingkungannya, mereka menjadi lebih percaya diri, komunikatif, dan lebih menerima lingkungannya. Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan, seperti membaca dan menulis, merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Literasi merupakan keahlian dasar untuk berpartisipasi di zaman digital saat ini. Literasi sehat sangat penting untuk dipertimbangkan agar dapat berpartisipasi aktif dalam era digitalisasi. Pentingnya pengenalan literasi sehat adalah kemampuannya yang menggunakan media digital secara efektif, menggunakan media digital untuk memecahkan masalah sehari-hari, memahami dimensi sosial dan dampak media digital terhadap masyarakat, dan mengembangkan masyarakat yang positif. Tujuannya adalah membantu remaja memperoleh pengetahuan teknis dan keterampilan yang diperlukan untuk memfasilitasi sikap terhadap media digital dan kemauan untuk mengikuti kemajuan era digital.

Pengenalan literasi sehat tidak hanya melindungi pengguna teknologi digital dari efek berbahaya media digital, tetapi juga memungkinkan para remaja berpikir kritis, mengekspresikan diri, dan terlibat dengan media digital. Literasi tak hanya melindungi anak dari informasi yang tidak diinginkan, tetapi juga membantu remaja menjadi terdidik, kompeten, dan cerdas dalam berbagai bentuk pengetahuan media. Sehingga apa yang mereka saksikan dapat diinterpretasikan. Literasi sehat memiliki keunggulan memungkinkan remaja untuk memahami informasi yang diperoleh melalui media digital sebagai bentuk pembelajaran dan menggunakan teknologi secara cerdas. Mendorong pemikiran kritis dan kreatif, mencegah individu menjadi mangsa informasi yang salah, mudah menerima topik provokatif, dan jatuh ke dalam perangkap digital dapat mencegah yang "katanya." Teknologi digital yang terhubung dengan internet dan umumnya digunakan sebagai alat komunikasi dan penelusuran informasi memiliki sisi baik dan buruk. Mempermudah akses ke informasi dengan cepat, mendorong perubahan dalam berbagai sektor yang mempermudah pekerjaan dan kegiatan, menyediakan berbagai sumber belajar seperti perpustakaan online, dan memfasilitasi diskusi berbasis teknologi yang meningkatkan kualitas pendidikan, memecahkan masalah karakter bangsa, dan menciptakan karakter bangsa yang berkualitas.

Selanjutnya yang kedua yaitu pelayanan Telemedicine. Apa yang dimaksud dengan pelayanan telemedicine? Pelayanan Telemedicine adalah layanan kesehatan berbasis teknologi yang memungkinkan para penggunanya berkonsultasi dengan dokter tanpa bertatap muka atau secara jarak jauh dalam rangka memberikan konsultasi diagnostik dan tata laksana perawatan pasien. Menurut WHO, ada empat elemen yang berkaitan dengan telemedicine, yaitu bertujuan memberikan dukungan klinis, berguna untuk mengatasi hambatan geografis dan jarak, bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, dan melibatkan penggunaan berbagai jenis perangkat teknologi informasi. Telemedicine berpotensi mengatasi berbagai masalah layanan kesehatan dan merevolusi kesehatan masyarakat Indonesia. Masalah utama yang dialami terkait pelayanan kesehatan di Indonesia adalah jumlah dokter yang masih terbatas dan persebarannya belum merata. Jumlah dokter per kapita baru mencapai 4 per 10.000 penduduk, masih jauh di bawah rekomendasi WHO yang mencapai 10 per 10.000 penduduk atau satu per 1.000 penduduk di tiap negara. Hadirnya Telemedicine tentu menawarkan kemudahan bagi masyarakat maupun remaja, terutama yang berada di wilayah dengan jumlah dokter terbatas, untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain itu, harga yang lebih terjangkau membuat semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan melalui Telemedicine. Setidaknya ada lima alasan utama untuk mempertimbangkan penggunaan Telemedicine yaitu akses yang lebih baik, hemat biaya, kenyamanan, permintaan dari pengguna generasi milenial, dan mengurangi ketidakhadiran tenaga medis untuk masyarakat. Tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak dokter yang menyediakan jasanya melalui Telemedicine dan semakin banyak masyarakat yang menggunakannya sehingga mendukung perkembangan layanan ini. Pelayanan Telemedicine dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki surat izin praktik di Fasyankes Penyelenggara. Pelayanan Telemedicine terdiri atas pelayanan: teleradiografi, teleelektrikardiografi, teleultrasonografi, telekonsultasi klinis dan pelayanan konsultasi Telemedicine lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dapat membantu para remaja untuk berkonsultasi mengenai gangguan kesehatan mentalnya tanpa bersusah payah dalam melakukan transportasi perjalanan dan lain sebagainya.

4


Para remaja juga perlu belajar menghadapi ketidakpastian masa depan, tertarik pada lawan jenis dan realitas kehidupan yang keras. Namun, di era digital, waktu mereka untuk belajar mengolah mental dibajak oleh berbagai jenis kesenangan yang kerap membuat candu. Di samping itu perlakuan dari orang lain yang tidak sesuai ekspektasi juga tidak jarang membuat kondisi mental mereka down. Pada akhirnya ketidaksiapan menghadapi persoalan akan mengarahkan mereka para perilaku yang menyimpang. Perubahan perilaku pada remaja biasanya terkait dengan otoritas orang tua dalam keluarga. Para remaja yang sedang mencari dan membentuk identitas sangat memerlukan ruang kebebasan. Tentu hal ini bagus untuk kesehatan mental mereka karena dengan mencoba berbagai hal baru mereka akan mengenal kesalahan yang berperan penting dalam pembentukan karakter. Yang jelas, para remaja juga perlu dipastikan mendapat dukungan baik dari keluarga dan teman dekat. Kesehatan mental adalah dasar bagi kesejahteraan individu dan berfungsinya komunitas secara efektif. Mari menjaga komunikasi dan keseimbangan kesehatan mental di era digital ini!

Puasa SOSMED : Strategi Dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja Masa Kini

HIMIKOM

 Puasa SOSMED : Strategi Dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja Masa Kini

Oleh : Bagio Alief

Fenomena masyarakat digital sering kali mendapatkan antusias yang positif dari berbagai kalangan seperti pemerintah dan masyarakat. Banyak kemudahan yang ditawarkan dengan mengakses layanan digital dan memudahkan kehidupan masyarakat. Salah satu produk dari digitalisasi adalah media sosial. Media sosial merupakan media yang diciptakan untuk bersosialisasi secara online baik melalui fiture teks maupun saluran telefon. Pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 191 juta orang. Data ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana pengguna sosial media sebanyak 170 juta orang. Jumlah pengguna sosial media paling banyak adalah Whatsapp sebanyak 88,7% kemudian Instagram, Facebook, Tik Tok, dan Telegram berurutan sebesar 84,8%, 81,3%, 63,1%, dan 62,8% (Mahdi,M Ivan 2022).

Sumber : DataIndonesia.id, 2023

Hadirnya sosial media ditengah masyarakat memunculkan berbagai masalah khususnya psikologis pengguna. Dominasi remaja sebagai pengguna sosial media dibarengi kondisi emosi yang kurang matang menimbulkan berbagai masalah mental seperti depresi, cemas, gangguan bersosialisasi bahkan sampai bunuh diri. Bebasnya akses internet terkait informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan menjadi masalah yang cukup membahayakan seperti contoh pada saat pandemi covid 19 lalu dimana masyarakat dihebohkan dengan penyebaran virus yang dilakukan oleh negara tetangga menggunakan pesawat pada malam hari membuat satu Indonesia panik dan menyebabkan kecemasan sehingga menimbulkan gangguan imun dan berakhir sakit.

Media sosial juga berdampak terhadap kesehatan mental pengguna. Penelitian yang dilakukan oleh healthy Behavior in Scholl-aged Children (HBSC) tentang kesehatan mental mengungkapkan sebanyak 45 negara dirundung kesehatan mental yang buruk, hal ini disebabkan karena kesepian, gugup, merasa rendah diri hingga merasa tersinggung atas hal yang disebabkan dimedia sosial (Pratama & Sari, 2020). Pengunaan media sosial yang kurang bijak seringkali dapat memicu masalah bagi individu dan masyarakat khususnya kesehatan mental. Isu kesehatan mental menjadi isu yang masih hangat diperbincangkan oleh Warganet mulai dari membandingkan kondisi mental seperti generasi Z yang lahir antara 1996-2012 memiliki kesehatan mental yang lemah dibandingkan dengan generasi yang lain hingga terjadi bullying dan berujung kematian.

Ancaman kesehatan mental seperti depresi yang disebabkan oleh penggunaan media sosial tidak hanya bisa dialami oleh masyarakat biasa bahkan public figure juga mengalami hal yang sama seperti contoh aktris seperti Prilly Latuconsina yang pernah mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami depresi hingga ingin bunuh diri karena komentar Warganet. Ada juga atlet Kim In-hyeok dari Korea Selatan yang melakukan tindakan bunuh diri setelah mendapatkan perlakuan cyberbullying dari warganet. Dari dua kasus tersebut kita sudah seharusnya memiliki proteksi yang lebih terhadap kondisi mental kita karena media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan nyata kita.

Sosial media dapat menentukan mood dari pengguna. Sering kali kita berselancar didunia digital sampai lupa dengan waktu dan merasa waktu berjalan sangat cepat hal ini dipengaruhi karena emosi kita dikendalikan oleh alorigma sosial media. Seperti contoh yang banyak dialami di linkungan penulis bahwa postingan yang disajikan kepada pengguna dapat memvalidasi perasaan seseorang, jika kita menggunakan media sosial tiktok kita akan menemui halaman For You Page atau lebih dikenal dengan FYP. Ketika seseorang berselanjar ditiktok maka sangat mungkin terjadi akan adanya transfer emosi yang dibagikan sehingga kita terbawa arus FYP dan memvalidasi perasaan kita seolah- olah kita digiring untuk merasakan hal yang sama dengan orang yang memposting video tersebut yang mana kita tidak tahu siapa dia ?, dari mana dia ?, mengapa dia muncul di FYP saya ? namun dia seolah-olah memberikan transfer emosi yang dia sampaikan.

Hal yang sering terjadi ialah ketika ada satu pengguna mengalami kesedihan dan muncul satu video tentang kesedihan lalu pengguna menonton hingga habis bahkan diulang-ulang karena dirasa cocok dan tidak segan untuk melakukan stalking kepada akun yang memposting untuk melihat postingan serupa untuk meyakinkan kesedihannya melalui konten tersebut. Hal ini berbahaya karena jika kita tidak bisa mengontrol maka algoritma FYP pengguna akan berisi kesedihan semua dan ini akan mengancam kondisi mental pengguna dan yang lebih parah lagi ketika pengguna sudah merasa dipuncak emosi lalu mereka melakukan self diagnosis yang berujung pada melukaui diri sendiri bahkan sampai berujung pada kematian.

Selain kesedihan ada juga pengguna yang dibuat cemas atau Fear Of Missing Out dan lebih dikenal dengan FOMO yang menyebabkan pengguna merasa cemas jika ketinggalan dengan trend yang sedang berlangsung hal ini bisa terjadi karena keinginannya diakui di sosial media lebih besar dari pada di dunia nyata. FOMO yang terjadi pada pengguna sosial media seperti melihat instastory teman yang menggunakan barang-barang bermerk dan sedang trand sehingga pengguna akan merasa cemas karena tidak ingin ketinggalan dan ingin dilihat selalu up to date hal ini dapat menyusahkan pengguna karena FOMO muncul karena bukan dasar kebutuhan tapi berdasarkan kecemasan yang bersumber dari keinginannya untuk tampil lebih up to date dari yang lainnya hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur, stress, hingga depresi.

Terlalu aktif di media sosial juga dapat membentuk sifat individualisme dan rasa gengsi yang tinggi, hal ini disebabkan karena pengguna lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya dan mengabaikan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Seperti hal yang dialami langsung oleh penulis jika di tempat nongkrong anak zaman sekarang lebih banyak mereka fokus ke layar hp masing-masing dari pada teman sekitarnya hal ini yang mengakibatkan buruknya hubungan sosial mereka terlebih ditambah dengan rasa gengsi yang tinggi untuk tampil sempurna di sosial media sehingga tempat nongkrong hanya digunakan untuk mengambil foto yang ciamik untuk bahan konten upload instastory agar dikenal tidak ketinggalan trend.

Banyak masalah yang timbul terutama untuk kesehatan mental oleh karena itu diperlukan cara khusus untuk meminimalisir hal tersebut. Penulis memiliki cara untuk menyelamatkan kesehatan mental pengguna sosial media dengan puasa sosial media. Puasa media sosial terbukti ampuh mengurangi kecemasan dan juga gangguan mental yang lain karena Penulis telah membuktikannya hal ini karena pikiran kita tidak dikontrol oleh FYP dan juga postingan di sosial media yang lain, hal ini membuat Penulis jauh lebih tenang, tidak FOMO terhadap trend yang sedang berlangsung dan cenderung lebih aktif bersosialisasi dengan lingkungan sekitar terutama keluarga. Memang tidak mudah untuk melakukan puasa sosial media karena tanpa kita sadari sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang ketika bangun tidur yang dicari bukan air minum dan bangkit dari tidur namun mencari hp dan memulai berselancar di sosial media seperti Tik Tok, Instagram, Twitter, Facebook dan lainnya hal ini membuat pengguna sosial malas bergerak atau biasa dikenal dengan mager sehingga menurunkan produktifitas.

Susah bukan berarti tidak mungkin. Penulis mengalami kesulitan juga dalam menyesuaikan kondisi yang dulu sering cek hp, susah fokus, hingga terintimidasi dengan pencapaian rekan sejawat yang diupload di sosial media. Penulis akhirnya membuat kartu


kontrol yang digunakan untuk mengontrol puasa sosial media agar berjalan konsisten. Kartu ini berfungsi sebagai track record selama 30 hari pelaksanaan yan dibagi menjadi 10 hari masa fasenya sudah berapa sosial media bisa untuk dikurangi sehingga difase selanjutnya bisa menjadi bahan penilaian untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Penulis memiliki prinsip yang bisa diterapkan pembaca yakni jalani, biasakan, dan hilangkan. Maksud dari jalani ialah ketika ragu atas apa yang ingin dimulai yang terpenting jalani terlebih dahulu kemudian biasakan menjadi rutinitas agar terlepas dari kecanduan sosial media dan setelah terbiasa bisa ketahap selanjutnya yakni hilangkan semua sosial media yang benar-benar bisa dilepas. Tidak harus cepat namun tepat, perlu diingat bahwa sosial media memiliki dampak positif dan negatif sehingga kita perlu bijak dan bertindak seperlunya seperti halnya puasa ini, jika kita tidak bisa menghilangkan setidaknya kita harus bisa mengurangi.

Contoh kartu kontrol yang digunakan penulis untuk menjalani puasa sosial media sehingga mencapai tujuan dan konsisten melakukan hal-hal baik untuk kebaikan diri kita sendiri. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan kita menjadi manusia yang memiliki kesejahteraan mental yang bagus dan terhindar dari pengaruh buruk sosial media.

KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL : BAGAIMANA PENGARUHNYA?

HIMIKOM

 KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL : BAGAIMANA PENGARUHNYA?

OLEH NINDYA KEISHA

Organisasi kesehatan dunia atau yang lebih dikenal dengan World Health Organization mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan sejahtera dimana manusia mampu mewujudkan potensi mereka baik secara fisik, mental dan sosial. Dalam kata lain WHO menjelaskan bahwa tidak adanya suatu penyakit terhadap kesejahteraan psikologis, efikasi diri, otonomi dan aktualisasi diri (WHO, 2014)

Ada 4 karakteristik seseorang dinyatakan sehat secara mental, yaitu mereka mampu mengenali diri sendiri, mampu mengatasi stress, mampu melakukan gaya hidup produktif dan mampu memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa telah banyak perubahan yang terjadi selama beberapa tahun belakang. Khususnya keadaan dimana kita hidup dalam kendali penuh dengan digital. Kita telah berada dimana teknologi menjadi bagian vital yang masuk ditengah hiruk pikuk dunia. Digitalisasi tidak hanya membawa teknologi berkembang begitu pesat namun tidak dapat dipungkiri fakta bahwa saat ini sangat sulit untuk mengabaikan koneksi internet yang terus menerus memberikan kita rangsangan adiktif dan hiburan. Hampir semua aktivitas telah dijalankan dengan cara digital. Kehidupan menjadi lebih fleksibel dan efisiensi dengan kemajuan teknologi yang kita rasakan saat ini, misalnya dapat kita lihat pada kasus dimana manusia mampu mengenali dan memahami kecerdasan buatan yang digunakan untuk melakukan pembayaran pesanan online. Mari kita sebut saja seperti Shopee, Tokopedia, Gofood, Grab dan lainnya yang marak ditemukan guna mempermudahkan kehidupan manusia. Hal-hal inilah yang mengantarkan kita pada situasi dimana kita mampu untuk berekspresi tanpa kendala ruang dan waktu. Era digital membuka peluang baru yang lebih luas untuk belajar, berbagi, mengenal dan menciptakan hubungan dengan siapa saja dan dimana saja. Faktanya digitalisasi mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia. Namun apakah dalam aspek kesehatan jiwa manusia mampu beradaptasi pada digitalisasi yang terjadi saat ini?

Kementerian kesehatan mencatat setidaknya ada 227 ribu kasus masalah kesehatan jiwa di Indonesia pertahun 2020. Sedangkan menurut Riset Kesehatan Dasar menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun mengalami gangguan kesehatan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia 15 tahun mengalami depresi. Sedangkan CNN News mengutip setidaknya ada 2.45 juta kasus kesehatan jiwa yang terjadi pada remaja Indonesia pada ahkir tahun 2022 lalu. Kasus ini lebih banyak dialami oleh anak usia produktif. Masalah kesehatan jiwa yang semakin memperihatinkan tentu saja akan mempengaruhi produktivitas nasional.

Lantas bagaimana masalah ini harus dikupas dalam ranah yang mengkhawatirkan?


Kesehatan jiwa erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas fisik dan non-fisik adalah celah utama dalam menghadirkan kelelahan emosional. Oleh karena nya kesehatan jiwa yang terganggu mengakibatkan timbulnya gangguan mental atau penyakit mental. Meski terlihat sepele nyatanya lebih dari 80 persen kasus kematian remaja disebabkan oleh gangguan mental seperti depresi, bipolar, stress berlebihan dan diagnosis lain nya. Sangat mengerikan fakta bahwa lebih banyak manusia berjuang melawan diri mereka sendiri untuk bertahan demi sebuah kehidupan. Perkembangan teknologi pun tak mampu memberikan pertolongan yang lebih cepat dalam mengatasi kasus tersebut. Dalam beberapa kasus teknologi memberikan pengaruh yang sangat parah karena sifatnya yang terbebas dari ruang dan waktu. Cyber bullying secara tragis eksistensi nya semakin meluas. Komentar negatif, standar yang diciptakan sosial media dan semuanya seolah menjadi boomerang yang menyerang siapa saja dan kapan saja. Tak heran bila perkembangan internet memiliki kemampuan signifikan dalam menyalurkan dampak negatif terutama dalam konteks kesehatan mental dan emosional. Tidak lupa pula menyebutkan perkembangan AI (artificial intelligent) atau kecerdasan buatan yang sudah menyebar luas. Kecerdasan buatan diakui mampu memberikan jawaban yang akurat dalam waktu hitungan detik saja, namun sadis nya kehadiran nya bagaikan duri dalam selimut.

Keadaan inilah yang menciptakan realitas dimana digitalisasi yang terjadi mempengaruhi kesehatan seseorang secara emosional. Belum lagi jika kita berbicara dalam konteks visualisasi. Tekanan dimana seseorang merasa harus tampil dengan sempurna, menciptakan public image yang luar biasa tanpa memikirkan kemampuan diri sendiri dan standar yang tidak waras guna meraih validasi sesaat. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam hiburan digital yang bersifat adiktif faktanya mampu membuat seseorang terisolasi dari kehidupan sosial mereka, lebih menyedihkan lagi fakta bahwa dunia digital secara tidak disengaja menciptakan standar kemewahan yang mengundang keinginan untuk di glorifikasi.

Zaman yang semakin canggih memang tidak akan lepas dari dampak negatif. Namun sebagai manusia yang dianugrahi akal dan pikiran, tentu saja kita memiliki opsi untuk meminimalisir kan status quo yang ada saat ini. Penting bagi kita untuk mengenali dan memahami dampak dan konsekuensi yang terjadi dan wajib bagi kita menganalisa serta mampu memberikan solusi yang mumpuni di era digital ini.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kita dari gangguan emosional yang dipengaruhi oleh digitalisasi.

1. Content Filtering, fakta bahwa kita dapat mengakses konten apa saja tanpa dalam hitungan detik adalah salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh digitalisasi. Namun sadarilah bahwa tidak semua konten bersifat edukatif. Dalam banyak kasus konten di sosial media memberikan efek negatif dimana penggna merasa tidak aman. Maka dari itu pilah lah konten membangun. Konten yang mampu memberikan inspirasi, motivasi dan dorongan akan berdampak besar untuk pola kehidupan. Ciptakanlah lingkungan


digital yang positif dengan cara mampu memilah konten yang layak dikonsumsi dam

tidak layak dikonsumsi.

2. Physically active, aktif secara fisik mampu membuat tubuh jauh lebih segar dan bugar.

Cukup melakukan olahraga ringan yang dapat dilakukan secara fleksibel yang teratur. Olahraga mampu mengurangi gejala stress dan meningkatkan suasana hati yang lebih bahagia.

3. Keep it private, penting untuk disadari bahwa dunia digital tidak selalu menjadi tempat yang aman, oleh karena itu kita harus mempunyai batasan-batasan tertentu dalam memberikan data pribadi kita. Cobalah untuk lebih tegas dan lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media dengan menghindari memberikan informasi yang bersifat sensitif.

4. Distrac yourself from continually online activities, membatasi diri dalam menggunakan aktivitas online nyatanya memberikan dampak positif jauh lebih baik daripada terus menerus bermain dalam digitalisasi. Temukanlah hobi yang bermanfaat seperti membaca buku, melukis, berjalan-jalan dan lainnya yang mampu meningkatkan hormon serotonin kita. Hal-hal tersebut memberi suasana hati yang sangat baik dalam mengurangi tanda-tanda kecemasan, stress dan depresi.

Sangat penting untuk kita menciptakan pola hidup yang seimbang. Fakta bahwa digitalisasi tidak hanya membawa pengaruh positif namun juga pengaruh negatif menciptakan bentuk nyata dari pemahaman untuk terus mempunyai kesadaran terhadap kesehatan kita secara emosional. Penting untuk kita mengatur batas antara dunia digital dan dunia nyata. Bergabung dengan kegiatan yang lebih bermakna, melakukan hobi yang disukai, menghabiskan waktu diluar rumah dan memperkuat kesehatan mental kita. Tak lupa juga kelilingi lah dirimu dengan orang-orang positif yang mampu memberikan perubahan diri menuju jiwa yang sehat. Tetaplah optimis, fokus dan menjaga kesehatan mental diri sendiri adalah salah satu dari sekian banyak solusi yang bisa kita lakukan. Perlu untuk dicatat bahwa didalam tubuh yang kuat ada jiwa yang sehat.

Perhatikan dan hati-hati!!, ini dia 9 Cara Menjaga Kesehatan Mental bagi Mahasiswa

HIMIKOM

(sumber : Freepik)

Saat ini, sudah tidak asing lagi banyak terjadi kasus bunuh diri, terutama pada kalangan mahasiswa. Hal itu dapat di lansir dari data Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, Indonesia memiliki rasio bunuh diri sebesar 2,4 per 100 ribu penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa ada dua orang di Indonesia yang melakukan bunuh diri dari 100 ribu jiwa di tahun itu. Dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 270 juta jiwa, maka kasus bunuh diri pada tahun tersebut diperkirakan sebanyak 6.480 kasus. Isu kesehatan mental tidak henti-hentinya menjadi momok yang menakutkan di tengah masyarakat Indonesia. Masalah ini masih mengambang di permukaan meskipun sudah banyak kampanye pencegahan digalakkan. Rentetan peristiwa kasus bunuh diri mahasiswa tingkat akhir menjadi bukti bahwa kesehatan mental masyarakat belum sepenuhnya teratasi.

Seseorang tentu harus bisa menjaga kesehatan dirinya masing-masing. Tidak hanya itu saja, dibutuhkan juga cara menjaga kesehatan mental. Menjaga kesehatan mental juga penting. Sebab jika sampai seseorang mengalami depresi, maka bisa mengambil tindakan terlarang yakni bunuh diri. Terkait menjaga kesehatan mental bagi mahasiswa, Uswatun Hasanah Dosen Keperawatan Jiwa UM Surabaya memberikan cara menjaga kesehatan mental.

Menurut dia, ada beberapa faktor risiko maupun pemicu munculnya masalah kesehatan mental pada mahasiswa, diantaranya: perubahan lingkungan dan proses transisi, stres akademik, kesepian, hubungan pertemanan yang toxic, dan hal lainnya. Untuk itu, dia membagikan beberapa tips bagi mahasiswa, baik yang sehat jiwa, yang berisiko mengalami gangguan jiwa maupun yang sudah terdiagnosis mengalami gangguan jiwa sehingga tidak berakhir pada bunuh diri.

Tips dan Cara menjaga kesehatan mental Bagi Mahasiswa


(sumber : freepik)

1. Kenali dan pahami diri sendiri 

Cara pertama ialah mahasiswa tentu harus mampu memahami kondisi tubuh baik secara fisik maupun mental, sehingga saat gejala gangguan fisik maupun mental muncul, secara otomatis mahasiswa tersebut akan waspada. Dengan begitu dia mampu melakukan upaya pencegahan dan menghentikan gejala yang semakin bertambah parah, ataupun mampu mengambil keputusan bahkan tindakan yang tepat dalam mencari bantuan.

2. Jalin relasi dengan lingkungan Sehat dan Supportif

 Mahasiswa bisa menciptakan dan menjalin relasi dengan lingkungan yang supportif. Lingkungan yang sehat dan relasi antar individu yang saling mendukung. Lingkungan begitu tentu sangat penting untuk meningkatkan kesehatan jiwa antar mahasiswa. Jika memang diperlukan, mahasiswa dapat membentuk grup suppportif yang dapat menjadi wadah untuk saling menyampaikan keluh kesah saat merasa tertekan maupun saat berada pada situasi sulit.

3. Membuat jadwal kegiatan prioritas 

Saat sudah masuk perguruan tinggi, maka mahasiswa akan berada pada masa transisi baik terkait beban hidup, beban akademik, waktu perkuliahan, kegiatan organisasi maupun ekstrakurikuler. Bahkan aktivitas lainnya yang tentu saja ingin dicoba dan dilakukan semua oleh mahasiswa baru. Karena banyaknya kegiatan itu dan agar tidak stres, maka harus bisa membagi waktu serta membuat skala prioritas dan fokus pada hal-hal yang penting terlebih dahulu.

4. Terapkan Pola Hidup Sehat

Adapun cara menjaga kesehatan mental berikutnya ialah menerapkan pola hidup sehat. Seperti konsumsi makanan sehat, bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur. Hal ini dapat membantu tubuh untuk memproduksi hormon-hormon kebahagiaan sehingga suasana hati akan menjadi lebih baik dan dapat menekan rasa cemas, marah, depresi dan tekanan yang ada dalam pikiran. 

5. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan 

Tips ini tentu sangat penting dan diterapkan, karena jika mengonsumsi alkohol atau obat-obatan, maka itu tentu bisa memicu suatu masalah baru. Bahkan akan memicu munculnya berbagai dampak negatif seperti ketidakstabilan emosi, konsentrasi terganggu, dan membuat tubuh menjadi tidak rileks.

6. Tingkatkan kesehatan mental dengan latihan mandiri 

Saat merasa tertekan, pikiran penuh, lelah fisik mental emosional, lakukanlah Latihan mandiri, diantaranya dengan relaksasi nafas dalam distraksi, melakukan hal-hal yang disukai/hobi, yoga, tertawa terbahak-bahak, jalan-jalan keluar, bermeditasi, menulis jurnal, peregangan, membuat sketsa, nonton film, mendengarkan music, dan menari.

7. Beri penghargaan diri sendiri (self reward) 

Mahasiswa bisa memberikan pernghargan terhadap diri sendiri atas pencapaian-pencapaian sederhana yang sudah berhasil diraih. Reward tersebut dapat berupa pujian dan rasa terimakasih untuk diri karena telah berjuang, atau bisa juga dengan membeli sesuatu yang betul-betul diinginkan, hal tersebut merupakan wujud rasa sayang dan cinta dan rasa berharganya diri sendiri.

8. Manfaatkan sumber daya yang ada

 Tips atau cara menjaga kesehatan mental yang lain ialah dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dan fasilitas yang disediakan oleh kampus atau perguruan tinggi. Terutama jika di kampus telah disediakan lembaga konseling atau konsultan kesehatan mental, maka bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. 

9. Hubungilah profesional kesehatan mental

 Jika mahasiswa mengalami masalah kesehatan mental, maka bisa membuat janji bertemu dengan profesional kesehatan mental baik itu psikiater, psikolog, perawat spesialis jiwa maupun konsultan lainnya untuk mendapatkan terapi yang tepat dalam menangani masalah. 


Nah para mahasiswa, jadi itulah beberapa cara menjaga kesehatan mental yang bisa dilakukan oleh kalian para mahasiswa. Harapannya, semoga mahasiswa Indonesia tetap sehat baik itu dari jiwa, fisik, maupun raganya.


Penulis: HNM

Sumber: KOMPAS.Com

KIAT-KIAT HIDUP MANDIRI

HIMIKOM

Faktanya manusia memang terlahir sebagai mahluk sosial. Membutuhkan bantuan orang lain adalah hal wajar dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu bergantung setidaknya lebih banyak kepada diri sendiri. 

(sumber : freepik)

Ada banyak alasan mengapa mandiri sejak usia muda sangat penting diterapkan dan dibentuk sebagai kepribadian diri. Apabila pola hidup mandiri tidak diterapkan maka akan ada banyak kerugian yang dapat menghambat perkembangan diri sendiri. Apabila individu terlalu bergantung dengan individu lain maka akan berdampak pada hilang nya kepercayaan diri individu tersebut.

Berikut ini kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk menerapkan pola hidup mandiri.

1. Memahami diri sendiri

Memahami diri sendiri menjadi salah satu langkah agar individu menjadi pribadi yang mandiri. Mampu mengenali emosi dan memiliki tingkat kontrol yang mumpuni terhadap diri sendri adalah bentuk mandiri secara jiwa dan batin. Ada baiknya untuk melibatkan perspektif orang lain dalam memahami diri sendiri, menanyakan pendapat dan bagaimana kepribadian kita dikenali dari berbagai perspektif yang berbeda.

2. Berlatih berpikir mandiri

Mengeksplorasi pilihan diri sendiri dengan cara mencari tahu, mempertimbangkan, dan meminta pendapat orang lain sebagai referensi, memiliki keterampilan dalam menentukan keputusan sendiri akan membuat kita mandiri dalam memahami situasi dan masalah yang terjadi sehingga kedepannya akan lebih nyaman dalam menentukan pilihan dan menjalankan kehidupan.

3. Mengeksplorasi hal baru

Mencoba berbagai macam hal baru, mencoba semua tantangan, dan membuat lebih banyak pilihan dalam hidup adalah salah satu langkah untuk mengeksplorasi hal baru. Selain itu, belajarlah dari orang lain mengenai cara mereka menghadapi segala sesuatu dalam hidupnya. Mungkin saja ada sejumlah hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Source : https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/kiat-kiat-untuk-menjadi-individu-yang- mandiri

penulis : Anindya

Pameran Foto 2023

HIMIKOM

 


Rabu, 31 Mei 2023

  Kegiatan Pameran Foto yang dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIB. Pembukaan resmi dimulai pukul 13.00 WIB yang dipandu oleh Elvana Melania Hutasoit selaku Master Of Ceremony dengan jumlah peserta 92 orang. Selanjutnya diisi dengan laporan kegiatan oleh Dea Sagita Putri selaku Ketua Panitia, Fachrul Prayoga selaku Ketua Umum HIMIKOM periode 2023, dan Pak Delfan Eko Putra selaku dosen pengampu Mata Kuliah Fotografi sekaligus membuka acara secara resmi. Setelah itu, pukul 13.45 WIB dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Ridho Briyan Pradipta dan penutupan oleh Melania Hutasoit selaku Master Of Ceremony. Pembukaan selesai pada pukul 13.50 WIB.

  Pada pukul 14.00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan penampilan dari UKM MUSIK dan dilanjutkan dengan penampilan dari COSMIP hingga pukul   14.30 WIB. Setelah penampilan dari COSMIP selesai kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang berakhir hingga pukul 14.35 WIB. Lalu selanjutnya dilakukan penutupan acara secara resmi yang di lakukan oleh Elvana Meliana Hutasoit selaku Master Of Ceremony di pukul 14.45 WIB.

       



“OPINI : Optimalisasi Potensi Wisata Danau Tukul Besi”

HIMIKOM


 Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak potensi kekayaan alam dan budaya. Potensi kekayaan alam berupa keanekaragaman hayati, flora dan fauna tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Selain itu, Indonesia juga sangat kaya akan sumber daya alam berupa kekayaan alam. Selain kekayaan alam, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang berkembang di masyarakat.

Bengkulu adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan dan potensi pariwisata.Provinsi Bengkulu memiliki potensi wisata menarik yang belum tergarap secara maksimal. Bengkulu menawarkan pengalaman berwisata yang otentik dan berbeda dengan pesona alamnya yang menakjubkan, kekayaan sejarah  dan budaya yang unik. Bengkulu memiliki pantai yang indah dan tidak ramai dikunjungi wisatawan. Pantai Panjang, salah satu pantai paling terkenal di Bengkulu, menawarkan pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, dan ombak yang cocok untuk berselancar. Pantai lain seperti Pantai Tapak Paderi dan Pantai Tanjung Kalian juga menawarkan pemandangan yang indah dan suasana yang damai.

Kaur adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten Kaur terletak sekitar 250 km dari kota Bengkulu di ujung paling selatan wilayah Provinsi Bengkulu. Kaur berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah Barat, Kabupaten Bengkulu Selatan di sebelah Utara, Provinsi Sumatera Selatan di sebelah Timur dan Provinsi Lampung di sebelah Selatan. Ibu kota kabupatennya yaitu Bintuhan.

Kedataran adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Maje,  Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Desa Kedataran terletak di wilayah perbukitan atau gugusan bukit yang berbatasan langsung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Mayoritas masyarakat Desa Kedataran merupakan para pendatang dari daerah luar seperti Provinsi Lampung dan Pulau Jawa.

Desa Kedataran terdiri atas beberapa wilayah yang disebut Kilometer (KM), yaitu Kilometer 20 sampai Kilometer 35. Setiap Kilometer terdapat satu orang Ketua RT yang menjadi pemimpin dan penanggung jawab wilayah tersebut. Sebagian besar masyarakat Desa Kedataran bermata pencaharian sebagai petani dengan bercocok tanam beberapa tanaman seperti kopi, kakao, cengkeh, pala dan berbagai tanaman lainnya. Struktur permukiman masyarakat  tersebar atau terdesentralisasi. Banyak penduduk yang tinggal di kebun jauh dari satu sama lain.

Desa Kedataran memiliki potensi sumber daya dan pariwisata yang besar. Sumber daya alam yang melimpah berupa hasil perkebunan menjadikan desa kedataran memiliki peran besar terhadap perekonomian di Kabupaten Kaur. Selain hasil bumi yang melimpah, sektor pariwisata Desa Kedataran juga sangat potensial.

Beberapa destinasi pariwisata yang ada di Desa Kedataran, yaitu Danau Tukul Besi KM 20, Air Terjun KM 35, Air Terjun 10 Tingkat,  Perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan masih banyak potensi pariwisata yang masih tersembunyi serta masih sangat alami.

Salah satu objek pariwisata yang sangat potensial di Desa Kedataran adalah Danau Tukul Besi. Danau air tawar ini dikenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan dan pesona yang unik. Nama "Tukul Besi" diambil dari salah satu tokoh adat yang berdasarkan cerita masyarakat bahwa makamnya berada di area atau wilayah danau tersebut.



Lokasi Danau Tukul Besi berada di antara atau di tengah lereng. Sungai Sambat yang berarus deras juga mengalir di bawah lereng danau yang dipenuhi bebatuan alam dan juga dikelilingi pepohonan hijau yang menambah keindahan Danau Tukul Besi.

Danau Tukul Besi memiliki luas yang cukup besar hingga mencapai 4 ha dan dikelilingi oleh pemandangan alam yang memukau. Air danau ini berwarna kehijauan yang jernih, menciptakan suasana yang menenangkan dan menyejukkan. Di sekitar danau, terdapat pepohonan hijau yang rimbun dan vegetasi tropis yang melengkapi keindahan alamnya dan menciptakan suasana yang segar dan menyejukkan.

Danau vulkanik ini juga menawarkan berbagai aktivitas air yang menarik. Pengunjung dapat menikmati kegiatan seperti berenang, menyelam, atau sekadar bermain air di danau. Kejernihan air danau yang tinggi membuatnya ideal untuk menjelajahi kehidupan bawah permukaan atau sekadar berendam dan bersantai di tepi danau yang masih sangat alami.

Danau Tukul Besi juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna yang menarik. Di sekitar danau, pengunjung dapat melihat berbagai spesies tanaman, burung, dan satwa liar. Keberadaan danau vulkanik ini memberikan lingkungan yang subur dan mendukung kehidupan beragam, menawarkan pengalaman mengagumkan bagi para pecinta alam dan fotografi.

Danau Tukul Besi masih tergolong sebagai tempat wisata yang alami dan relatif tidak banyak terjamah oleh pembangunan. Keberadaan danau ini di daerah yang jarang dikunjungi oleh wisatawan membuatnya tetap mempertahankan keasrian alamnya. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kehidupan alam yang autentik dan menikmati ketenangan serta kedamaian di sekitar danau.

Masyarakat sekitar biasanya berkunjung ke Danau Tukul Besi untuk memancing ikan. Beberapa jenis ikan air tawar yang terdapat di danau ini, yaitu ikan nila, mujair, mujair-nila, gabus atau haruan betok, sepat, belut, pelus dan udang. Selain memancing, sebagian masyarakat ada juga yang menangkap ikan menggunakan alat tradisional seperti bubu.

Danau Tukul Besi berjarak kurang lebih 20 Kilometer dari pusat Desa Kedataran dan memakan waktu perjalanan 2 jam saat jalan kering serta mencapai 5 jam-an saat jalan basah atau becek. Danau Tukul Besi masih sangat terisolir, hal tersebut dikarenakan letaknya yang berada di wilayah perbukitan di KM 20.

Meskipun Danau Tukul Besi memiliki keindahan yang menakjubkan, namun saat ini masih terdapat keterbatasan akses jalan menuju danau tersebut. Kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal menjadi permasalahan yang dihadapi oleh wisatawan yang ingin mengunjungi danau ini. Beberapa kendala terkait keterbatasan jalan yang dapat dihadapi adalah jalan menuju Danau Tukul Besi tidak memadai dan sulit dilalui. Akses ke Danau Tukul Besi masih sangat sulit, jalan masih berupa tanah merah dan berubah menjadi lumpur yang licin serta becek saat hujan melanda. Selain itu kontur jalan juga ekstrem, berupa naik turun bukit serta berkelok-kelok di punggung bukit dan berhadapan langsung dengan tepi jurang yang curam.



Karena keterbatasan akses jalan, transportasi umum yang tersedia terbatas atau tidak mencapai lokasi Danau Tukul Besi. Wisatawan harus mencari alternatif transportasi pribadi atau menggunakan layanan transportasi lokal yang mungkin tidak terlalu sering tersedia. Biasanya wisatawan harus menggunakan jasa ojek gunung dengan harga Rp 100.000 untuk sekali jalan naik dan turun. Alat transportasi yang digunakan berupa motor bebek yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat melintasi jalanan yang terjal. Keterbatasan akses ini dapat menyulitkan wisatawan dalam mencapai danau dan mungkin membutuhkan waktu dan usaha ekstra.



Selain infrastruktur jalan dan transportasi, masih sangat sulit menemukan atau mendapatkan fasilitas listrik di desa Kedataran, terutama di daerah perbukitan. Oleh karena itu, traveler menjadi kesulitan untuk  mengisi daya perangkat atau perangkat yang berhubungan dengan barang elektronik. Dengan tidak adanya instalasi listrik, sulitnya mengakses jaringan seluler atau perangkat internet juga menjadi kendala. Hal tersebut mempersulit wisatawan untuk berkomunikasi atau bahkan menggunakan internet.

Selain itu, masalah infrastruktur dan aksesibilitas. Ada juga masalah sumber daya manusia  di sekitar Danau Tukul Besi. Masyarakat masih belum menyadari besarnya potensi Danau Tukul Besi jika  dikelola dengan baik dan benar. Kemudian mereka juga menghadapi masalah keterbatasan dana karena kebanyakan dari mereka adalah petani yang produksinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bengkulu adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang menarik, dengan pantai indah, taman nasional, dan warisan sejarah. Kabupaten Kaur, di Provinsi Bengkulu, juga memiliki potensi pariwisata, seperti Danau Tukul Besi dan air terjun. Desa Kedataran di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, merupakan desa dengan potensi sumber daya dan pariwisata yang besar, terutama dalam sektor perkebunan dan keindahan alam seperti danau dan air terjun.

Desa Kedataran memiliki potensi besar di sektor pariwisata yang dapat membantu pengembangan dan kemajuan Desa Kedataran. Danau Tukul Besi yang masih bisa dikatakan terisolir jika dikelola dengan baik dan dimanfaatkan akan dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Salah satu yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah adalah pembangunan infrastruktur jalan agar dapat menunjang perkembangan Desa Kedataran.


Oleh : Topan Afriansah



PADAVIN 2023

HIMIKOM

 PELATIHAN IKLAN AUDIO VISUAL DAN AUDIO VISUAL

Creativity in Your Hands”

Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Pelatihan Iklan Audio dan Audio Visual dilaksanakan pada : hari, tanggal : Sabtu, 27 Mei 2023

tempat : AulaGedungKodim0407KotaBengkulu

Sabtu, 27 Mei 2023

Acara pembukaan Pelatihan Iklan Audio dan Audio Visual dilaksanakan di Gedung Aula Kodim 0407 Kota Bengkulu. Peserta kegiatan ini berjumlah 76 orang dan diikuti oleh mahasiswa serta khalayak umum. Acara pembukaan dimulai pukul 10.53 WIB mengalami keterlambatan 53 menit dari jadwal yang seharusnya karena menunggu kedatangan pemateri Reni Nur Safitri, S.Sn.

Acara pembukaan dipandu oleh Agil Fitria Nurjanah sebagai Master of Ceremony (MC). Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HIMIKOM yang dipandu oleh Nadya Febisari sebagai dirigen. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Randy Pratama Asjon sebagai Ketua Panitia Pelatihan Iklan Audio dan Audio Visual. Pukul 10.57 WIB dilanjutkan dengan kata sambutan dari Fachrul Prayoga selaku Ketua Umum HIMIKOM periode 2023. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Zamron Wiratama Hazairin. Acara pembukaan selesai pukul 11.11 WIB.

Kegiatan selanjutnya dimulai pukul 11.14 WIB dan dipandu oleh Bertolemius Kusuma sebagai moderator. Dalam sesi ini diadakan quiz berhadiah yang dipandu oleh moderator dengan total dua orang pemenang yaitu Saudari Dhea Sagita Putri dan Saudari Assyifa Yasmin Zahwa. Pukul 11.19 WIB dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri, yaitu Reni Nur Safitri, S. Sn. yang membahas mengenai dasar- dasar audio visual dan tren media sosial. Didapatkan tiga pertanyaan dari peserta pelatihan yaitu Saudara Saka Arsyanda sebagai penanya pertama, Saudari Assyifa Yasmin Zahwa sebagai penanya kedua, dan Saudara Imam Paisal sebagai penanya ketiga.

Pukul 12.37 pelatihan dijeda karena sudah memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan siang. Acara dilanjutkan kembali pukul 14.31 WIB mengalami keterlambatan 31 menit karena menunggu kehadiran peserta. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi 7 kelompok dan diberi waktu untuk memproduksi iklan dengan properti yang telah disediakan panitia. Pukul 14.35 WIB peserta mulai memproduksi iklan dengan kelompoknya masing-masing.

Pukul 15.50 WIB peserta selesai memproduksi iklan dan mengunggah hasil karyanya ke Google Drive yang disediakan panitia. Acara dilanjutkan dengan menayangkan hasil produksi iklan audio dari semua kelompok pukul 16.14 WIB. Kemudian karya terbaik diumumkan pukul 16.48 WIB. Karya terbaik pertama dimenangkan oleh kelompok 2 yang beranggotakan Lia Agustina, Iskolah, Reza Alfis Syahfar, Herlin Nisa Merdianti, M. Ifandi Mahendra, Ayun Sundari, dan Nyimas Alda Nurfadilla. Karya terbaik kedua dimenangkan oleh kelompok 5 yang beranggotakan Haniyah Aulia Putri, Harika, Saka Arsyanda, M. Kevin Alfisyahrin Elvandri, M. Farras Abiyyu, Zharifah Namora Tanjung, dan Alya Tri Septiyani. Karya terbaik ketiga dimenangkan oleh kelompok 1 yang beranggotakan Ahmad Zul Zahfran, Dhea Sagita Putri, Yoga Ramadan Putra, Wulan Rahmadani, Bima Tri Sakti, Imam Paisal, Tiara Dwi Aska.

Pukul 17.01 WIB acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri. Pukul 17.05 WIB pelatihan ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.



5 JURUSAN KULIAH YANG DI ANGGAP MUDAH DAN SANTAI, KIRA-KIRA ADA JURUSAN KAMU GA NIH?

HIMIKOM

 Setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun di Sekolah Menengah Atas (SMA) pasti banyak dari kalian yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tingkat universitas atau perguruan tinggi. Untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas tentu kalian akan di pusingkan dengan jurusan apa yang akan kalian ambil. Banyak dari kalian pasti menginginkan jurusan kuliah yang santai dan mudah sehingga sedikit mengurangi beban kalian dalam belajar. 


(sumber : Freepik.com)

Nah, ada beberapa jurusan yang dianggap lebih mudah dan santai dibandingkan dengan jurusan lain, apa saja jurusan nya? 


1. Ilmu Komunikasi

Jurusan Ilmu komunikasi merupakan program studi yang mudah dan banyak di cari oleh dunia kerja di masa depan. Ilmu komunikasi memiliki lebih dari 30 prospek kerja . Secara umum pada jurusan ilmu komunikasi kamu bisa belajar public relation, edvertising dan seni dalam studi ilmu komunikasi. Jurusan Ilmu komunikasi juga banyak di temui di semua universitas, institusi dan akademik. Jadi kamu ga perlu susah-susah cari jurusan ini.

Banyak orang beranggapan bahwa jurusan Ilmu komunikasi adalah jurusan yang mudah dan santai saat kuliah. Kemampuanmu dalam berkomunikasi sangat di butuhkan dalam jurusan ini. Sesuai dengan namanya kalian harus di tuntut berani dan bisa berkomunikasi didepan khalayak banyak atau istilahnya public speaking. 


2. Jurusan Ilmu Sejarah

Kuliah jurusan ilmu sejarah akan membawa kamu pada pengalaman belajar yang seimbang dengan teori dan studi di lapangan. Kamu akan sering jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat bersejarah untuk melakukan studi. Bisa di bilang jurusan ini memang sangat mudah jika kamu menyukai hal-hal yang berhubungan dengan sejarah secara umum.


3. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

Jurusan kuliah yang satu ini juga lebih berfokus pada praktik karena berkaitan dengan olahraga. Mengapa jurusan ini dianggap mudah? Karena pada saat perkuliahan jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan tidak membutuhkan banyak teori yang membuat pusing. Semua teori yang di pelajari akan langsung dipraktikkan sehingga kamu tidak perlu banyak menghafal teori.


4. Jurusan Bahasa dan Sastra

Jurusan Bahasa dan Sastra merupakan jurusan yang sangat mudah dan santai. Biasanya jurusan ini dijadikan sebagai jurusan pelarian bagi yang tidak ingin mengambi jurusan yang sulit ketika kuliah.  Meski demikian jurusan Bahasa dan Sastra pada saat pembelajaran membutuhkan pemahaman linguistik yang mendalam lebih jauh tentang bagaimana memahami suatu bahasa. Baik itu bahasa Indonesia, bahasa asing atau bahasa daerah.


5. Jurusan Perhotelan dan Pariwisata

Jurusan Perhotelan dan Pariwisata ini banyak yang beranggapan bahwa jurusan ini paling mudah dan paling santai untuk di ambil. Kedua bidang Perhotelan dan Pariwisata akan menuntut kamu untuk memiliki ketrampilan komunikasi dan pelayanan yang baik untuk pelanggan. Pada jurusan ini juga tidak memerlukan banyak teori dan hafalan materi apalagi sampai hitung-hitungan. Pada jurusan ini kamu lebih banyak belajar praktik dan pasti akan banyak keseruan yang kamu dapatkan karena bidang ini menarik untuk di gali lebih dalam.


Setiap jurusan kuliah pada dasarnya memiliki tantangan dan kesulitan masing-masing, semua itu hanya akan terasa mudah bagi yang memang memilih jurusan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki sehingga akan lebih menyenangkan dalam kuliah. Jadi, pastikan sebelum memilih jurusan kuliah kamu harus mengenal bakat dan minatmu. Sehingga sudah mengetahui dengan pasti kamu akan mengambil jurusan apa saat kuliah yang juga akan mengarah pada peluang karir kamu di masa depan. Semoga 5 Jurusan Kuliah yang paling mudah dan Santai di atas dapat menjadi referensi kalian dalam mencari  jurusan. 


Sumber:nusamandiri.info 

penulis : Afifah Mufidah 


HEWAN-HEWAN INI TERNYATA CUMA ADA DI INDONESIA LOH!

HIMIKOM

 Indonesia merupakan negara yang berada di Kawasan Asia Tenggara yang mana negara ini beriklim tropis, dengan luas wilayah yang membentang dari sabang sampai merauke tak heran jika Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam yang berlimpah dan berbagai macam flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Ada beberapa hewan yang hanya ada di negara Indonesia dan merupakan hewan yang di lindungi. Nah, hewan langka apa saja yang hidupnya hanya bisa ditemui di Indonesia?


 Inilah daftar 10 hewan langka yang hidupnya hanya ada di Indonesia:

1.Komodo

(sumber : freepik)

Seperti yang diketahui, komodo menjadi hewan yang sangat dilindungi di Indonesia dan hanya bisa ditemui di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur yang saat ini jumlahnya makin meningkat. Di tahun 2021 saja, ada sebanyak 3.303 ekor. Hewan yang memiliki nama lain Varatus Komodoensis atau Orah yang tidak lain juga merupakan spesies reptil terbesar di dunia. Hewan purba ini hidup di TN Komodo tersebar di lima pulau utama, yakni Pulau Komodo dengan luas 311,5 km2 sebanyak 1.728 ekor. Kemudian, di Pulau Rinca dengan luas 204,8 km2 sebanyak 1.385 ekor. Pulau Padar dengan luas 14,1 km2 memiliki 19 ekor. Pulau Gili Motang dengan luas 9,5 km2 memiliki 81 ekor. Pulau Nusa Kode dengan luas 7,8 km2 sebanyak 90 ekor. Tercatat dengan jumlah populasi pada tahun 2020, jumlah komodo sebanyak 3.163 ekor, tahun 2019 tercatat 3.023 ekor, tahun 2018 tercatat 2.897 ekor, tahun 2017 tercatat 2.884 ekor, dan tahun 2016 sebanyak 2.430 ekor.


2. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

(sumber : freepik)

Harimau Sumatera, keberadaannya cukup terkenal di seluruh dunia. Dengan jumlah populasi saat ini hanya tersisa 400 ekor saja. Nah, untuk mencegah kepunahannya, pemerintah telah menetapkan kawasan sebagai pusat konservasi harimau Sumatera yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Kawasan Ekosistem Ulu Masen dan Leuser di Aceh dan Sumatera Utara.


3. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

(sumber : wikipedia)

Badak Sumatera menjadi hewan yang juga keberadaannya tidak bisa ditemukan di negara lain.Di Indonesia, Badak Sumatera menghuni kawasan TN Bukit Barisan, TN Gunung Leuser, dan TN Way Kambas kian terancam punah.Dengan jumlah kurang dari 80 ekor, penghuni hutan tropis yang hidup secara soliter ini hanya melahirkan satu anak setiap 3 atau 4 tahun sekali dan uniknya lagi, badak menjadi spesies badak terkecil dan satu-satunya badak bercula dua yang ada di Asia dan juga ada spesies lainnya, yakni badak Jawa atau Badak Sunda yang juga termasuk dalam kategori satwa langka di Indonesia.


4. Orang Utan (Pongo)

(sumber : berita satu.com)

Di Indonesia, ada tiga spesies Orang Utan. Yakni Orang Utan Sumatera (Pongo Abelii), Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orang Utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).Populasi Orang Utan Sumatera yang memiliki ciri khas warna bulu cokelat kemerahan berada di posisi kritis punah.Sedangkan Orang Utan Kalimantan yang identik dengan bentuk wajah besar dengan pelipis seperti bantal ini populasinya juga terus menurun dan terancam punah.Untuk Orang Utan Tapanuli yang digolongkan sebagai “spesies baru” dan ditemukan di Ekosistem Batang Toru ini kondisinya paling memprihatinkan karena menempati posisi sangat terancam punah.


5. Tarsius Kerdil (Tarsius pumilus)

(sumber : Wikipedia)

Tarius kerdil atau yang juga disebut tarsius gunung. Hewan langka ini merupakan spesies hewan primata mungil yang berasal dari Sulawesi Tengah dengan bobot hanya berkisar 50 gram. Tarsius kerdil memiliki bulu yang sangat lembut dengan warna coklat keabuan atau cokelat kegelapan.Ternyata di awal tahun 2000-an, hewan cantik ini pernah dinyatakan punah karena tak lagi pernah terlihat.Beruntungnya, di tahun 2008 peneliti kembali menemukan empat ekor tarsius kerdil di Gunung Rorekatimbu, Sulawesi Tengah, dan sejak saat itu status punah atas hewan langka ini pun dihapus.


6. Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis)

Gajah Kalimantan ukuran tubuhnya cukup kecil, dibandingkan gajah pada umumnya. Bayangkan saja, ukurannya seperlima lebih kecil dibandingkan spesies gajah India.Penampakan telinganya lebih besar dari kebanyakan gajah lainnya. Bentuk gading gajah Kalimantan lebih pendek dan lurus.Perilaku gajah Kalimantan tergolong lebih lembut dan tidak agresif. Umumnya hewan endemik asli Indonesia ini dapat ditemukan di dataran rendah di Kalimantan Timur.


7. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

(sumber : Wikipedia)

Fauna yang dimiliki Indonesia lainnya adalah Jalak Bali. Burung ini berwarna putih seluruh tubuhnya. Sementara di bagian ujung ekor dan sayap berwarna hitam.Jika ingin melihat keindahan burung ini, bisa datang ke kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).Jalak bali memiliki karakter yang periang, suka berkicau, dan tak jarang terlihat seolah menari di atas air. Uniknya lagi, burung jalak bali memiliki telur mungil berukuran 3 cm dengan warna hijau kebiruan.


8. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Taman Nasional Lore Lindu menjadi habitat burung khas Sulawesi Tengah ini. Burung maleo merupakan satwa endemik yang tak akan bisa ditemui di tempat lain di dunia.Fauna asli Indonesia ini memiliki bulu warna hitam dengan bulu bagian bawah yang berwarna merah muda keputihan. Kulit di sekitar matanya berwarna kuning, paruhnya warna jingga keabuan dan memiliki tinggi sekitar 55 cm.Uniknya, burung maleo hanya bertelur sebutir dalam setiap musim, hal itu pula yang membuat keberadaan satwa ini kian mengalami kepunahan.


9. Monyet Hitam Sulawesi (Macaca Nigra)

Monyet hitam Sulawesi adalah hewan endemik dari Sulawesi Utara yang juga punya nama lain yaki.Monyet ini dikenal dengan kepintarannya dan tubuh yang dipenuhi bulu serba hitam, lengkap dengan jambul kepala,Serta warna merah muda kemerahan di bagian bokongnya. Monyet hitam Sulawesi hidup di hutan tropis yang berada dalam kawasan Cagar Alam Tangkoko.


10. Burung Cenderawasih (Paradisaeidae)

Burung Cendrawasih, tentu sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Dengan keindahan bulunya menjadi keunikan burung ini.Secara etimologi, kata cenderawasih berasal dari kata Cendra yang berarti dewa-dewi bulan dan Wasih yang berarti utusan.Warga lokal menganggap burung ini adalah reinkarnasi peri yang terbang di sekitar hutan Papua.Ada sekitar 30 spesies cenderawasih di Indonesia dan 28 di antaranya bisa ditemukan di tanah Papua, beberapa di antaranya seperti cenderawasih kuning kecil, cenderawasih botak, cenderawasih raja, dan cenderawasih merah.


 Nah, itulah tadi beberapa hewan yang hanya ada di Indonesia, Kita sebagai generasi penerus bangsa sudah sepatutnya menjaga dan melestarikan hewan-hewan tersebut agar tetap bisa di lihat oleh anak cucu kita nanti di masa depan. 


sumber : baturaja.com

penulis : Pipin

Tips Untuk menghadapi Ujian Akhir Semester

HIMIKOM

 Sudah tidak terasa ya sekarang perkuliahan sudah akan memasuki masa ujian akhir semester, bahkan beberapa kampus di Indonesia sudah ada yang mulai melaksanakan ujian akhir semesternya termasuk Universitas Bengkulu yang akan melaksanakan ujian akhir semester pada akhir bulan Mei ini. Tentunya para mahasiswa mengharapkan mendapatkan hasil yang baik dan tidak mengecewakan. Tetapi untuk mendapatkan hasil yang baik itu juga kita sebagai mahasiswa harus menyiapkan beberapa hal dalam menghadapi ujian akhir semester yang akan datang.

(sumber : freepik.com)

Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi ujian akhir semester untuk para mahasiswa

1. Pelajari Kisi-Kisi Ujian

Sebelum ujian akhir berlangsung, dosen biasanya akan memberitahu kisi-kisi soal yang muncul di ujian. Maka dari itu, bagi para mahasiswa perlu mempelajari kisi-kisi materi yang telah dosen berikan. Adanya kisi-kisi ini akan memudahkan kamu belajar dikarenakan materi pelajaran yang perlu dipelajari sudah tercantum dalam kisi-kisi tersebut. Jadi, kamu tidak perlu takut dan cemas lagi.

2. Bacalah kembali catatan 

Saat kelas berlangsung dan dosen sedang menerangkan materi nya, tentunya kita akan mencatat apa saja hal yang menurut kita penting untuk diingat. Nah, saat akan ujian tentunya soal yang diberikan dosen tidak jauh dari hal materi yang sudah beliau jelaskan.

3. Menghindari tidur larut malam

Tidur larut malam atau begadang adalah salah satu hal yang membuat kondisi kesehatan tubuh dapat menurun. Oleh sebab itu, begadang sangat harus dihindari saat akan memasuki masa ujian dan tidur la tepat waktu agar tubuh tetap fit disaat pagi harinya.

4. Ciptakan suasana belajar yang nyaman

Pastikan suasana yang tercipta sesuai dengan kepribadianmu. Dengan menciptakan suasana yang nyaman tentu akan membuatmu menjadi lebih betah belajar dalam jangka waktu yang lama.

5. Membentuk kelompok diskusi

Untuk mahasiswa membentuk kelompok belajar sangatlah berguna dalam proses belajar karena dengan kelompok belajar para mahasiswa dapat langsung berdiskusi dan bertukar pikiran secara kritis terutama membahas kembali materi dari dosen. 

sumber : bola. com

penulis : Mulyani