Sudah pikun meski usia masih muda? Bisa jadi kamu perlu konsumsi sejumlah buah-buahan ini untuk meningkatkan daya ingat.
Memiliki ingatan tajam adalah hal yang sangat penting. Saat daya ingat tajam Anda akan lebih mudah mengingat sesuatu, lebih teliti, dan cekatan serta lebih cerdas. Pasalnya, kecerdasan juga sangat berbanding lurus dengan daya ingat yang tajam.
Daya ingat yang tajam ini berhubungan dengan perkembangan otak.
Tentunya, perkembangan otak juga dipengaruhi oleh berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Menjaga pola makan sehat sangat baik untuk pertumbuhan otak, salah satunya dengan rutin mengkonsumsi buah-buahan yang bisa meningkatkan daya ingat.
Buah untuk meningkatkan daya ingat
Melansir berbagai sumber, berikut ini beberapa buah yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya ingat dan mencegah pikun di usia muda.
1. Apel
Kandungan quercetin dalam jumlah tinggi di apel bisa melindungi sel pembuluh darah dari stres oksidatif. Sebab quercetin merupakan polifenol flavonoid yang bisa melindungi jaringan sel di otak.
2. Semangka
Kandungan likopen pada semangka cukup tinggi. Likopen sendiri bisa membantu tubuh mengurangi kerusakan akibat paparan radikal bebas. Buah ini juga membantu meningkatkan daya ingat.
3. Pisang
Harganya terjangkau dan mudah ditemukan di mana saja menjadikan pisang pilihan buah yang baik untuk dikonsumsi demi meningkatkan daya ingat.
Pisang mengandung triptofan yang cukup tinggi, yang merupakan asam amino yang bisa menghasilkan melatonin dan serotin.
Keduanya penting untuk kesehatan otak dan meningkatkan kapasitas memori di otak.
4. Blueberry
Blueberry mengandung antosianin, yakni zat antioksidan dan anti-inflamasi yang cukup tinggi. Keduanya bagus untuk otak, untuk melawan stres oksidatif yang bisa menyebabkan peradangan.
5. JerukJeruk kaya vitamin C yang bisa mengurangi risiko menurunnya kemampuan otak. Vitamin C di jeruk juga berfungsi mengatur dopamin di otak.
Semua ini sangat mempengaruhi memori, perhatian, motivasi, hingga suasana hati.
Itulah 5 buah yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya ingat dan mencegah pikun di usia muda. Semoga bermanfaat.
Sc: CNN NEWS
Halo Commers,
Kali ini kembali lagi nih sama artikel puisi. Seperti yang kita tau bahwa puisi tak sekadar rangkaian kata-kata indah, tetapi juga dapat menjadi ungkapan perasaan dari penulisnya. Selain itu terdapat aturan dalam membuatnya. Sementara menurut pakar sastra H.B. Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu. Pakar sastra lainnya yaitu James Reeves memiliki pendapat bahwa puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.
Jenis-jenis Puisi
Ada dua jenis puisi, yaitu puisi lama dan puisi modern. Apa bedanya? Puisi lama adalah karya sastra yang masih terikat pada aturan penulisan, seperti
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata di setiap baris
5. Irama
Sedangkan puisi modern adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat dengan aturan tertentu dan bentuknya lebih bebas. Berikut ini adalah contoh dari puisi lama dan puisi modern.
Jenis Puisi Lama
1. Pantun, Jenis puisi lama yang bersajak a b a b. Pantun memiliki empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi.
2. Talibun, Puisi lama yang terdiri dari sampiran dan isi lebih dari empat baris. Jumlah baris pada talibun selalu genap, contohnya dua baris sampir dan dua baris isi.
3. Syair, Syair mempunyai empat bait dan bersajak a a a a serta isinya mengisahkan suatu hal
4. Gurindam, Jenis puisi lama yang terdiri atas dua baris dan berirama sama. Isi baris pertama adalah sebab, sedangkan baris kedua berisi akibat.
Disini baskom udah merangkum beberapa jenis puisi dari berbagai sumber nih, silahkan di baca!!
Jenis Puisi Modern
1. Puisi Naratif, Puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita. Puisi naratif dibedakan menjadi tiga, yaitu epic, romansa dan balada.
2. Puisi lirik, Puisi yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan penyair.
3. Puisi Deskriptif, Puisi yang mengemukakan pendapat serta kesan penyair.
Ciri-ciri Penulisan
Jenis-jenis puisi dapat dibedakan berdasarkan struktur penulisan pada karya tersebut. Berikut ini adalah perbedaan dari ciri-ciri penulisan puisi lama dan puisi baru.
Puisi Lama
1. Tidak diketahui nama pengarangnya
2. Penyampaiannya yang bersifat dari mulut ke mulut, sehingga termasuk sastra lisan
3. Terikat dengan aturan, seperti jumlah kata, jumlah suku kata jumlah bait, irama, dan rima.
Puisi Modern
1. Tidak terikat aturan, seperti rima, irama, dan baris
2. Nama pengarang puisi tercantum
3. Umumnya menceritakan tentang peristiwa kehidupan.
Nah Commers, dibawah ini adalah salah satu contoh puisi yang berjudul 'HIRAP' menceritakan tentang kehilangan rasa semangat dan hampir putus asa.
Puisi ini dibuat oleh salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu
HIRAP
Semilir angin menerbangkan pikiran
Mata sayu dengan semua enigma yang tersebar jauh
Dewana akan semua kemenangan yang ada
Riuh berisik dan gemuruh meluruhlantakkan asa yang tercipta
Atma-Nya menjadi liar dan kehilangan arah
Ditekankan oleh semua kenyataan yang fana
Dalam luka wiyata datang membawa asa
Tersapu derasnya gelombang dengan semua hirap yang datang
Kecewa yang datang dan terus menghimpit
Kemana lagi harus melangkah, bahkan sang upeksha sudah tidak terlihat
Abhiraya pun masih terlihat remang-remang
Menyaksikan kekacauan yang dibuat seraya diiringi bulir air mata
Mereka goreskan satu bintang diluka demi memuaskan satu suara
Seribu goresan tercipta mengering menjadi luka yang nyata
Untuk menangisi diri sendiri bahkan tidak tahu bagaimana
Sadrah sudah apabila semua sadam karam
Namun, dilautan yang dingin filsafat bersuara
Mengajarkan budi dan makna, menggenggam masa depan yang beradap
Berhenti untuk mengabdikan diri pada luka
Yang dapat dibuat untuk berhenti
Nb:
1. Hirap: Hilang
2. Enigma: Teka-teki
3. Dewana: Tergila-gila
4. Asa: Harapan
5. Atma: Jiwa
6. Fana: Sementara
7. Wiyata: Pengajaran
8. Upeksha: Ketenangan
9. Abhiraya: mempunyai harapan
10. Sadrah: pasrah
11. Sadam karam: hancur lebur
PELATIHAN IKLAN AUDIO VISUAL DAN AUDIO VISUAL
“Gesit Bareng PADAVIN”
Rabu, 14 Agustus 2024
Acara
pembukaan Pelatihan Iklan Audio dan Audio Visual dilaksanakan di Gedung
C Audiotorium Universitas Bengkulu.
Peserta kegiatan ini berjumlah 71 orang dan diikuti oleh mahasiswa serta khalayak umum. Acara
pembukaan dimulai pukul 09.30 WIB mengalami keterlambatan 30 menit dari jadwal yang seharusnya karena menunggu
kedatangan peserta.
Acara pembukaan dipandu oleh Muhammad Asvinco Hazim sebagai Master of
Ceremony (MC). Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars
HIMIKOM yang dipandu oleh Anastasia
Marcellina sebagai dirigen.
Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ikbal Maulana sebagai Ketua Panitia Pelatihan Iklan Audio dan Audio
Visual. Pukul 09.42
WIB dilanjutkan dengan kata sambutan dari Muhamad Ravie selaku Ketua Umum HIMIKOM periode 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Dwi
Rahmansyah. Acara pembukaan
selesai pukul 09.48
WIB.
Kegiatan selanjutnya dimulai pukul 09.48 WIB dan dipandu oleh Azizah Kurnia Anggraini sebagai moderator. Pukul 09.51 WIB dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri, yaitu Muhammad Wahyu Rizky (Karya Agung Production) yang membahas mengenai dasar-dasar audio visual dan tren media sosial. Didapatkan dua pertanyaan dari peserta pelatihan yaitu Saudari Refina Maharani Salim sebagai penanya pertama, Saudara Dwiki Ilham Rizki Ramadhan sebagai penanya kedua. Selanjutnya pada pukul 11.06 WIB dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dari Wardah, dalam sesi ini juga diadakan quiz berhadiah yang dipandu oleh moderator dengan total dua orang pemenang yaitu Saudari Tyas Laila Shar’e Wibowo dan Saudara Richard.
Pukul 11.35 WIB pelatihan dijeda karena sudah memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan siang. Acara dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB mengalami keterlambatan 87 menit karena menunggu kehadiran peserta. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan diberi waktu untuk memproduksi iklan dengan properti yang telah disediakan panitia. Pukul 13.25 WIB peserta mulai memproduksi iklan dengan kelompoknya masing-masing.
Pukul
14.53 WIB peserta selesai memproduksi iklan dan mengunggah hasil karyanya ke Google Drive yang disediakan panitia.
Acara dilanjutkan dengan menayangkan hasil produksi iklan audio dari semua
kelompok pukul 15.08 WIB. Kemudian karya terbaik diumumkan pukul 15.32 WIB. Karya terbaik pertama dimenangkan oleh kelompok 4 yang beranggotakan Amalia Khairunnisa, Azzara Nabila A.R, Bima Asrullah, Erik Sebastian, Gilang Alfaraby Reza F, Jovandio Theo P, Naura Putri Fajriah, dan Ulfa Zahra V. Karya terbaik kedua dimenangkan oleh kelompok 1 yang beranggotakan Annisa Ayu Ningrum,
Alfiolita Nabila S, Aprilia Dyah C, Azzam Rafid Khairi, Dea Ratna Dilla, Dian Alya Julianti, Feddrick Trimas P, M.Afif Al Ghani, dan M.Fauzan. Karya terbaik ketiga dimenangkan oleh kelompok 5
yang beranggotakan
Dwiki Ilham Rizki Ramadhan,
Gina Aprillia, Indah Rizki Bethania S, Kartika
Dewanti,
Nada Hafiyah Klariesha, Tyas
Laila Shar’e Wibowo, Wike
Dyah Setyowati dan Yuliantika Alfariza.
Pukul
15.46 WIB acara dilanjutkan dengan penyerahan
sertifikat kepada pemateri. Pukul 15.58 WIB pelatihan ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto
bersama.
Pemandangan miris dan menyedihkan kembali terlihat di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Ini terjadi setelah sejumlah video yang memperlihatkan warga di dusun Trans Lapindo Desa Muara Santan Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara.
Beramai-ramai menguras genangan air yang menutup akses jalan utama masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian dan kehidupan sehari-hari.
Aksi menguras air di jalan terpaksa dilakukan, mengingat akses jalan berlumpur yang terhubung dari Desa Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya-Trans Lapindo-Desa Kinal Jaya itu.
Dipenuhi oleh genangan air hingga menyulitkan seluruh kendaraan yang melintas di sepanjang wilayah tersebut sehingga aktivitas mobilisasi nyaris lumpuh total.
"Tinggal masukan bibit ikan lele jalan di Trans Lapindo," begitu caption video warga menguras air di jalan yang diunggah oleh akun Facebook (FB) atas nama @Slamet Santoso, dikutip Radar Utara, Kamis, 9 Mei 2024.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kades Muara Santan, Hosen Basri, enggan berkomentar terlalu jauh terkait informasi yang menyita perhatian publik khususnya di dunia maya itu.
Hosen hanya mengatakan kepada masyarakatnya, untuk bersabar sembari menunggu janji dari pemerintah daerah untuk membangun akses jalan di wilayah desanya tersebut.
Pemkab Bengkulu Utara berulang-ulang berjanji, akan menuntaskan pembangunan jalan dari Tanjung Muara, Trans Lapindo hingga Kinal Jaya pada TA 2024 ini.
Hanya saja, sampai pertengahan TA 2024 saat ini, pemerintah belum memberikan sinyal atau tanda-tanda apapun untuk merealisasikan janjinya tersebut.
Soal Pembangunan Jalan Trans Lapindo, Camat Pastikan Tahun Ini Direalisasikan
Camat Napal Putih, Bambang Abdul Mutalib, S.Pd memastikan, penanganan terhadap kerusakan infrastruktur jalan di Dusun Trans Lapindo, Desa Muara Santan, Kecamatan Napal Putih. Akan direalisasikan oleh Pemkab Bengkulu Utara pada tahun 2024 ini.
Pembangunan kata Camat, akan dimulai dari jalan poros Desa Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya.
"Pembangunan jalan ke Trans Lapindo akan dilaksanakan tahun ini dan dimulai dari sambungan aspal lama dari Desa Tanjung Muara," ungkap Camat, Selasa, 11 Juni 2024.
Akan tetapi, lanjut Camat, anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Bengkulu Utara di tahun ini belum mampu untuk menuntaskan pembangunan jalan sekaligus hingga ke Kinal Jaya.
"Akan dibangun dalam bentuk aspal hotmix. Untuk volumenya kita belum tahu persis tapi Pemkab Bengkulu Utara akan mengusahakan pembangunan jalan yang akan dibiayai lewat APBD murni tahun ini akan sampai di tengah pemukiman masyarakat di dusun Trans Lapindo," pungkasnya.
"Kekurangannya, Insya Allah akan dilanjutkan di tahun berikutnya sampai tuntas ke Desa Kinal Jaya," demikian Camat.
Sc: radar utara
Commers nggak terasa bentar lagi di Bengkulu bakalan ada tabut nih, kira-kira apa sih tabut itu, yuk simak informasi menariknya.
Provinsi Bengkulu memiliki tradisi khusus dalam menyambut tahun baru Islam, yakni Tabut atau disebut juga sebagai Tabot. Tradisi turun temurun tersebut masih dilestarikan hingga saat ini dalam bentuk festival.
Festival Tabut merupakan tradisi tahunan masyarakat Bengkulu dalam menyambut tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah yang jatuh pada 1 Muharram, seperti dikutip dari laman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Tradisi Tabut adalah tradisi turun temurun yang masih dilestarikan oleh warga Bengkulu hingga saat ini. Rangkaian Fastival Tabut ini digelar pada 1 hingga 10 Muharram, berdasarkan kalender Islam. Sejarah Festival Tabut pertama kali digelar di Bengkulu pada 1685 oleh Syeh Burhanuddin, yang dikenal juga sebagai Imam Senggolo, seperti dikutip dari laman Indonesia.go.id. Imam Senggolo adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di Bengkulu, kemudian menikah dengan wanita asli Bengkulu
Keturunan Imam Senggolo ini dikenal sebagai keluarga Tabut atau keluarga Tabot. Tradisi Tabut diturunkan dari generasi ke generasi dalam Keluarga Kerukunan Tabut (KKT). Festival Tabut merupakan perpaduan antara wisata budaya dan religi dari Bengkulu. Gelaran festival selama 10 hari ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Bengkulu lantaran turut mengikutsertakan UMKM.
MAKNA FESTIVAL TABUT
Selain menyambut tahun baru Islam, tradisi ini juga digelar untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali Abu Thalib dalam perang. Makna Tabut juga tercermin pada seluruh rangkaian upacaranya, yakni doa ucapan syukur atas berkah selama setahun ke belakang serta memohon keselamatan untuk tahun yang akan datang.
RANGKAIAN FESTIVAL TABUT
Ada sejumlah rangkaian dalam Festival Tabut Bengkulu yang berlangsung dari 1 hingga 10 Muharram. Setiap rangkaian tersebut memiliki makna masing-masing.
Ritual Tabut mempunyai sembilan tahapan, yaitu
1. Mengambik Tanah
2. Duduk Penja
3. Menjara
4. Meradai
5. Arak Penja
6. Arak Sorban
7. Gham
8. Arak
9. Tabot Tebuang
Yogyakarta, siapa sih yang nggak tahu sama kota ini. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota seringkali dikunjungi oleh wisatawan baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Kota Yogyakarta ini memiliki kebudayaan yang unik hingga membuat para wisatawan ingin mengunjungi kota ini hanya untuk menyaksikan beberapa kebudayaan yang ada di Kota Yogyakarta. Salah satu kebudayaan yang ada di Kota Yogyakarta ini juga dikemas dalam bentuk festival. Nah commers, apa aja sih festival-festival yang ada di Yogyakarta? Beberapa festival-festival unik di Yogyakarta yang sudah dirangkum sama baskom nih, berikut penjelasannya:
1. Festival Sekaten Jogja
Festival Sekaten atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sekatenan merupakan salah satu perayaan tahunan yang sudah ada sejak zaman keratin terdahulu. Festival ini adalah sebuah tradisi yang ada di Kota Yogyakarta untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Sebelum perayaan sekaten ini dimulai, biasanya dilakukan upacara adat arak-arakan prajurit dan abdi dalem keraton yang membawa sebuah gunungan berisi hasil panen. Upacara arak-arakan ini disebut sebagai Grebeg. Di festival ini juga menjual beberapa produk sehingga kita bisa menikmati festival sambil berbelanja.
2. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta atau yang biasa dikenal sebagai PBTY merupakan acara tahunan yang diadakan di Yogyakarta untuk merayakan Imlek sebagai bentuk toleransi karena banyak masyarakat Tionghoa yang menetap di Yogyakarta. Dalam festival ini, kita dapat menyaksikan berbagai hiburan dengan latarbelakang Tionghoa seperti atraksi barongsai, pameran budaya, dan karnaval kirab budaya. Tak hanya bisa menyaksikan berbagai hiburan, dalam festival ini juga disuguhi beberapa kuliner-kuliner termasuk kuliner khas Tionghoa.
3. Festival Kesenian Yogyakarta
Festival Kesenian Yogyakarta merupakan salah satu festival yang paling ditunggu oleh masyarakat Yogyakarta. Festival ini tak kalah serunya dengan Festival Sekaten Yogyakarta. Festival ini rutin diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta setiap tahunnya sejak tahun 1988. Dalam festival ini terdapat atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, pagelaran seni modern, hingga pameran barang-barang antik dan makanan-makanan unik yang menarik perhatian.
4. Prambanan Jazz Festival
Di Yogyakarta juga sering terdapat festival music, salah satu festivalnya adalah Prambanan Jazz Festival. Festival ini merupakan salah satu festival yang paling ditunggu oleh banyak kalangan setiap tahunnya. Festival ini diadakan di Candi Prambanan yang terletak di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Jogja. Dalam festival ini, kita dapat memanjakan telinga kita dengan alunan musik jazz dari musisi lokal bahkan musisi internasional. Selain menikmati alunan musik jazz, kita juga dapat menikmati pemandangan indah Candi Prambanan di malam hari.
5. Pasar Kangen Yogyakarta
Pasar Kangen Yogyakarta adalah sebuah acara tahunan yang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta. Festival ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai elemen budaya khas Yogyakarta termasuk kuliner. Daalam festival ini, kita dapat menikmati kegiatan-kegiatan lokal seperti membatik, pameran lukisan, pertunjukan wayang, dan terdapat bazar makanan khas daerah. Festival diadakan sebagai sebuah acara untuk mengobati rasa rindu akan suasana Yogyakarta tempo dulu.
Warga dan pengendara di sekitar Flyover Cimindi dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria tergantung di tepi jembatan, Jumat (28/6). Kejadian ini sontak menjadi pusat perhatian dan menarik kerumunan massa di lokasi.
Pagi itu, sekitar pukul 05.30 WIB, tubuh seorang pria yang mengenakan sweater abu-abu kehitaman terlihat menjuntai di tepi Flyover Cimindi dengan leher terikat tali. Hendra, seorang pengemudi ojek berusia 56 tahun, menjadi salah satu saksi mata pertama yang melihat jasad tersebut.
"Awalnya lihat sudah menggelantung, terus saya foto. Kondisi waktu itu masih sepi, saya sebarkan ke grup WhatsApp," ungkap Hendra.
Ia menambahkan bahwa mata dan mulut pria tersebut tertutup lakban hitam. Hendra tidak berani mendekat lagi hingga warga mulai berkerumun dan polisi datang untuk melakukan evakuasi.
"Tadi terlihat di mulut sama matanya itu tertutup lakban warna hitam. Ya setelah itu jadi ramai," lanjutnya.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas dari Polrestabes Bandung dan Polres Cimahi segera menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan petugas pemadam kebakaran dan berlangsung cukup dramatis. Jasad pria di Flyover Cimindi tersebut akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung untuk dilakukan autopsi.
Berdasarkan pemeriksaan awal bersama tim Inafis Polrestabes Bandung, ungkap Ano, ditemukan satu fakta yakni pada tubuh pria tergantung tersebut tidak ditemukan adanya luka bekas penganiayaan.
Penemuan mayat pria tanpa identitas ini menyebabkan kemacetan di sekitar Flyover Cimindi. Pasalnya, daerah tersebut merupakan jalur perlintasan padat yang menghubungkan Kota Bandung dan Kota Cimahi. Banyak warga yang melintas di lokasi kejadian sehingga menambah kemacetan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tim Inafis Polrestabes Bandung sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sebelum tewas gantung diri di Flyover Cimindi perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, menulis surat wasiat. Korban menulis minta diantar ke RS I karena orang tuanya bekerja di rumah sakit itu.
"Tolong anterin ke RS IXXXXXXXX. Orang tua saya kerja di sana. AN Bpk XXXXX XXXXX & Ibu XXXXX XXXXXXX"Surat wasiat yang ditulis di atas selembar kertas kardus tersebut ditemukan di dekat lokasi korban tergantung. Di samping surat wasiat itu, ditemukan pula lakban hitam.Namun, polisi mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sc: Bapera news
Macam-macam
Cerpen:
- Cerpen Realistik, Cerpen yang mencerminkan kehidupan nyata dan menggambarkan karakter, suasana, dan peristiwa yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
- Cerpen Fantasi, Cerpen yang mengeksplorasi dunia imaginasi dan keajaiban, dengan menampilkan elemen-elemen fantasi seperti makhluk mitos, sihir, atau petualangan di dunia yang tidak nyata.
- Cerpen Misteri, Cerpen yang membangun suasana misterius dan menampilkan plot yang penuh teka-teki atau kejutan. Biasanya, cerpen ini fokus pada pemecahan suatu misteri atau rahasia.
- Cerpen Romantis, Cerpen yang mengisahkan kisah cinta antara dua karakter. Cerpen ini mungkin menggambarkan perjuangan, ketegangan, atau kebahagiaan dalam hubungan asmara.
Cerpen memiliki
beberapa elemen penting, antara lain:
- Pengenalan, Bagian awal cerpen yang memperkenalkan latar belakang, karakter utama, dan situasi yang akan dikembangkan.
- Konflik, Ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh karakter utama. Konflik merupakan inti cerita dan mendorong perkembangan plot.
- Klimaks, Puncak ketegangan atau momen kritis dalam cerita. Klimaks mengarah ke penyelesaian konflik.
- Penyelesaian, bagian akhir cerita yang menyajikan penyelesaian konflik dan menutup cerita dengan cara yang memuaskan.
Ciri-ciri Cerpen
- Ringkas, Cerpen memiliki jumlah kata yang terbatas dan merangkum cerita dalam format yang singkat.
- Fokus pada Inti Cerita, Cerpen berfokus pada konflik dan perkembangan karakter utama, tanpa memperluas plot secara berlebihan.
- Karakter Terbatas. Dalam cerpen, biasanya hanya ada beberapa karakter yang mendapat perhatian utama, sehingga pembaca dapat lebih mengenal karakter-karakter tersebut.
- Penuh dengan Imajinasi, Cerpen membangkitkan imajinasi pembaca melalui penggunaan bahasa yang deskriptif dan detail dalam menggambarkan latar belakang dan karakter.
Nah Commers,
dibawah ini adalah salah satu contoh Cerpen tentang warisan indonesia di era
teknologi. Dimana puisi ini dibuat oleh salah satu Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Bengkulu yang berjudul "Wayang Putih"
Wayang putih
Refina Maharani Salim
“Buang-buang
waktu saja.” Terus saja kalimat itu yang terdengar ditelinga setiap hari, tidak
bisakah mereka menghargai?
Faal
menghela nafasnya cukup panjang, ditemani suara deburan ombak yang
bersaut-sautan. Hamparan pasir putih diiringi dengan hembusan angin yang sejuk,
cukup berisik namun sangat menenangkan pikiran. Faal memikirkan perbuatannya
yang membuat orang-orang mengucilkan Faal, apakah sebesar itu hingga mereka
tega membuat dirinya merasa terpojok dan terkucilkan. Faal berdecak kagum
Ketika ombak-ombak terhempas kelautan lepas, sungguh membuat siapa saja merasa
tenang. Ia beranjak dari sana dan mulai
melangkahkan kaki untuk menyelusuri garis Pantai yang cukup Panjang, suara tawa
riang anak kecil cukup bisa mengingatkan kepada masa kecil. Terlintas sebuah
ide cemerlang di dalam hati setidaknya ini sangat bisa membantu perekonomian
keluarga yang saat ini sangat sulit. Ditambah lagi uang ukt yang cukup tinggi
membuat ayah kesulitan bernafas, Faal mulai melangkahkan kaki untuk pulang
kerumah.
Bangunan
yang menjadi tempat berlindung ini tidak besar, namun sangat cukup untuk
membuat aman dari hal-hal diluar sana. Samar-samar Faal mendengar suara tangis
membuat langkah kaki ini semakin cepat untuk menemukan sumber suara tersebut,
Faal mengintip dari celah pintu ketika
tahu suara tangis itu berasala dari kamar kedua orangtuanya, suara perut
berbunyi disaat yang tidak tepat, Faal memutuskan untuk mengetuk pintu kamar
orangtuanya dengan pelan, dan disambut oleh penghuni di dalam sana. “Masuk
saja, pintunya tidak dikunci.” “Ibu, dimana ayah? Aku sangat lapar bu. Apakah
ibu sudah memasak.” “ah, ibu belum memasak tunggu ya ibu masakan sesuatu dulu.”
Pilu, sudah tidak ada sebutir beras lagi yang
tersisa, untuk membelinya pun uang yang dimiliki sudah tidak cukup jika ingin
membeli secanting beras. Yang tersisa hanyalah sebungkus tepung sagu dan
sebutir telur ayam, hanya itu yang bisa ibu masak, lagi dan lagi ibu memasak
sambil menitikan air mata, merasakan betapa pahitnya hidup yang mereka jalani.
Malam
ini mereka mengisi tenaga hanya ditemani oleh bubur sagu buatan ibu, meski
hanya sepiring bubur, namun mereka sangat bersyukur bisa mengisi tenaga untuk
malam ini, hanya dentingan sendok dan piring saja yang menghiasi makan malam
mereka. Kembali teringat di pikiran Faal sebuah surat yang Faal dapatkan dari
universitas tempat ia menimba ilmu. “Yah, apakah ayah sudah ada uang untuk
membayar uang kuliah Faal.” Ucapan Faal disambut oleh senyuman hangat yang ayah
miliki, “besok ya, besok ayah yang akan membayar uang kuliahmu al.” Setelah
usaha yang ayah miliki bangkrut karena penipuan mereka menjadi lebih tertutup
kepada warga sekitar.
Ayah
termenung diteras rumah, bagaimana mereka bertahan hidup untuk hari
selanjutnya, semuanya sudah habis terjual untuk membayar hutang-hutang yang
mereka miliki. Menjual perhiasan yang ibu miliki pun hanya cukup untuk membayar
uang kuliah Faal dan makan satu hari, mati langkah dan mati kutu, tidak ada
yang bisa diandalkan untuk saat ini,
sudah berbagai perusahaan bahkan toko yang membuka lowongan pekerjaan tetapi
tidak ada satupun dari mereka yang memanggil ayah untuk bekerja. Faal duduk
disamping ayah, atmosfer malam itu sangatlah dingin. Dengan keberanian yang ada
faal mulai berbicara dengan sangat pelan. “ Ayah, kenapa ayah tidak menjual
wayang kulit saja yah? Bukannya ayah pandai membuat wayang kulit. Hitung-hitung
kita juga melestarikan budaya yang kita miliki yah.” “Tidak mudah faal,
ditambah lagi saat ini orang-orang sudah tidak menyukai wayang lagi.” Suasana
yang terbangun menjadi sangat panas, raut muka ayah juga saat ini sudah tidak
bersahabat lagi kala faal terus saja memaksa. “Sudahlah faal, lebih baik kau
masuk kedalam rumah.
Seekor
burung Gagak bertengger dipagar rumah, membuat mata ayah terfokus ke arah
pagar. “Pertanda apa ini ya tuhan, jauhkanlah kelurga ini dari hal-hal yang
tidak baik.” Ucap ayah pelan tetapi masih terdengar di telinga Faal. “Sudahlah
ayah, itu hanya burung gagak biasa dia juga makhluk hidup, buang jauh-jauh
budaya tabu itu ayah.” “Jangan asal bicara Faal.” Ayah masuk kedalam rumah
dengan wajah yang cukup mengkhawatirkan.
Gemercik
air hujan tidak menghentikan semangat Faal untuk tetap menimba ilmu, Faal pergi
ke Universitas tempat ia belajar. Dengan menggunakan sepeda ontel miliknya,
tetapi lagi dan lagi hanya cemoohan dari tetangga nya yang ia dapatkan. “Miskin
saja sok-sok an untuk kuliah, Universitas sana tidak menerima pembayaran
menggunakan daun Faal.” Cukup membuat siapa saja sakit hati tetapi ucapan itu
tidak di idahkan oleh Faal. Detik berganti menit, menit berganti jam, tidak
terasa jam kuliah Faal sudah berakhir. Siang hari dimana orang-orang mengisi
Kembali tenaga mereka yang sudah terkuras tetapi tidak dengan Faal, Faal lebih
memilih untuk Kembali kerumah demi menghemat pengeluaran. Faal menyelusuri
jalan yang sempit demi bisa sampai kerumah, sebuah kantong hitam sangat menarik
perhatian Faal diambilnya kntong tersebut dan dengan cepat Faal membawa kantong
hitam itu pulang kerumah, rasa penasarannya saat ini lebih besar daripada rasa
laparnya. Selembar kulit sapi yang basah membuat faal merasa senang, sepertinya
keberuntungan berada dipihak Faal, dengan telaten faal membersihkan kulit
tersebut dan mengeringkannya. Idenya saat ini hanyalah menjual wayang kulit
untuk menambah penghasilan keluarganya, yang dimana hanya pas-pasan untuk
makan.
Dua
minggu sudah berlalu, kulit yang ditemukan Faal sudah kering, bahkan sudah
beberapa yang menjadi sebuah wayang, lagi dan lagi hanya sebuah remehan yang
diberikan oleh orang-orang disekitarnya “Sudahlah Faal, untuk apa kau membuat
wayang itu.” “Hei, itu sudah kuno sekali. Sudah lebih 100 tahun yang lalu,
lebih baik kau bergabung bersama kami untuk bermain game online.” “Zaman sudah
modern Faal, lebih baik kau menggunakan gadget, daripada memainkan wayang yang
tak ada gunanya itu.” Suara-suara dan kalimat-kalimat yang diberikan oleh
sekumpulan remaja yang melewati rumah
Faal sontak membuat rahang Faal mengeras menandakan bahwa anak muda itu sangat
marah. Tangannya terkepal kuat bahkan nada bicaranya sudah tidak terkontrol
lagi “Lebih baik kalian pergi dari hadapanku, kalian tidak tahu apa-apa. Yang
kalian tahu hanya menghabiskan uang dan waktu.”
Faal
sudah tidak kuat, mendengar hinaan yang terus saja dilontarkan oleh
orang-orang. Tekadnya sudah bulat untuk membalas perbuatan mereka yang sudah
berani mencaci bahkan menghina. Faal duduk di taman tempat orang-orang
melepaskan penat, atau hanya sekedar bersenda gurau saja, sebuah poster mendarat
tepat dibawah kaki faal yang tidak tahu berasal darimana. Disana pemberitahuan
perlombaan pementasan yang hadiahnya cukup besar, bahkan benefit yang
ditawarkan sangat fantastis. Tidak menyia-nyiakan waktu, Faal bergegas untuk
mendaftarkan diri kedalam perlombaan tersebut. Faal tidak memberitahu kepada
orang tuanya dikarenakan takut mendapatkan amarah semata. Dua minggu waktu yang
cukup untuk mempersiapkan semuanya, Faal mulai mempersiapkan semua yang
sekiranya perlu disiapkan. Selama itu ia sangat telaten dan berlatih, Faal
sudah tidak memikirkan hinaan orang, kuliah yang dijalani oleh Faal juga
lancar-lancar saja. Faal juga sudah menjual wayang kulitnya di platform media
sosial, siapa sangka kegiatan yang dicap hanya membuang waktu oleh orang-orang
membawa petuah bagi keluarga faal.
Tiba
hari dimana perlombaan dimulai, hanya Faal seorang diri dengan berbekalkan dua
buah wayang kulit yang ia buat sendiri. Hanya Faal juga yang membawakan
kesenian wayang, cukup minder ketika melihat peseta lain menunjukan penampilan
lain yang menurut Faal lebih baik dari dirinya. Saat Faal memperlihatkan
bakatnya dalam memainkan wayang. Semua penonton bahkan juri dengan bangga dan
meriah memberikan tepuk tangan atas keberhasilannya dalam membawakan kesenian budaya Indonesia.
Tidak semua anak muda pbahkan mahasiswa Indonesia bisa membawakan penampilan
tersebut, tidak semua anak muda menyukai kebudayaan tradisional Indonesia. Anak
muda sekarang lebih memilih memanfaatkan teknologi zaman sekarang yang sudah
merajalela dengan salah, yaitu memainkan gadget tanpa manfaat dan menghabiskan
banyak waktu.
Faal
dengan bangga naik keatas panggung saat namanya disebut sebagai pemenang, ia
juga tidak menyangka bisa membawa pulang uang puluhan juta. Rintihan air mata
keluar dari pelupuk mata Faal, setidaknya saat ini ia bisa membantu ayahnya
untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tidak akan ada lagi kepahitan setelah
ini.
Faal
semakin gencar membuat wayang kulit, ia tetap ingin melestarikan kebudayaan
Nusantara di gejolak marak dan canggihnya teknologi, hampir semua dinding rumah
Faal dihiasi oleh wayang kulit, saat ini kediaman Faal sedang kedatangan
saudara jauhnya, bukan mendapatkan pujian seperti yang orangtua Faal harapkan
yang didapat hayalah remehan semata. Tetap saja pendirian Faal sudah bulat. Ia
yakin dengan apapun keputusannya saat ini. Faal menyelusuri jalanan yang cukup
ramai, ia hanya ingin menemukan ketenangan saat ini. Hanya alam yang bisa
menerima Faal dengan seluruh keadaan sedihnya, hanya semilir angin yang mampu
memberikan ketenangan, sangat pas untuk bersantai sambil menikmati hamparan
pasir putih dan lautan yang berwarna biru. Dihiasi oleh ombak yang
berlomba-lomba sampai ketepian tetapi hancur terhempas oleh ombak yang lain.
Kenapa susah sekali untuk melestarikan peninggalan Sejarah yang berharga,
kenapa susah sekali untuk menerima hasilnya. Faal kira mereka akan senang saat
ini tetapi malah justru semakin menderita. Semua orang datang mengaku saudara
saat mereka sudah berada di atas, kemana mereka dulu disaat faal dan keluarganya
hanya mampu memakan bubur sagu, dimana mereka saat Faal tidak bisa membayar
tunggakan uang kuliahnya dulu.
Puisi tak sekadar rangkaian kata-kata indah, tetapi juga dapat menjadi ungkapan perasaan dari penulisnya. Selain itu terdapat aturan dalam membuatnya. Sementara menurut pakar sastra H.B. Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu. Pakar sastra lainnya yaitu James Reeves memiliki pendapat bahwa puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.
Jenis-jenis Puisi
Ada dua jenis puisi, yaitu puisi lama dan puisi modern. Apa bedanya? Puisi lama adalah karya sastra yang masih terikat pada aturan penulisan, seperti
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata di setiap baris
5. Irama
Sedangkan puisi modern adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat dengan aturan tertentu dan bentuknya lebih bebas. Berikut ini adalah contoh dari puisi lama dan puisi modern.
Jenis Puisi Lama
1. Pantun, Jenis puisi lama yang bersajak a b a b. Pantun memiliki empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi.
2. Talibun, Puisi lama yang terdiri dari sampiran dan isi lebih dari empat baris. Jumlah baris pada talibun selalu genap, contohnya dua baris sampir dan dua baris isi.
3. Syair, Syair mempunyai empat bait dan bersajak a a a a serta isinya mengisahkan suatu hal
4. Gurindam, Jenis puisi lama yang terdiri atas dua baris dan berirama sama. Isi baris pertama adalah sebab, sedangkan baris kedua berisi akibat.
Jenis Puisi Modern
1. Puisi Naratif, Puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita. Puisi naratif dibedakan menjadi tiga, yaitu epic, romansa dan balada.
2. Puisi lirik, Puisi yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan penyair.
3. Puisi Deskriptif, Puisi yang mengemukakan pendapat serta kesan penyair.
Ciri-ciri Penulisan
Jenis-jenis puisi dapat dibedakan berdasarkan struktur penulisan pada karya tersebut. Berikut ini adalah perbedaan dari ciri-ciri penulisan puisi lama dan puisi baru.
Puisi Lama
1. Tidak diketahui nama pengarangnya
2. Penyampaiannya yang bersifat dari mulut ke mulut, sehingga termasuk sastra lisan
3. Terikat dengan aturan, seperti jumlah kata, jumlah suku kata jumlah bait, irama, dan rima.
Puisi Modern
1. Tidak terikat aturan, seperti rima, irama, dan baris
2. Nama pengarang puisi tercantum
3. Umumnya menceritakan tentang peristiwa kehidupan.
Nah Commers, dibawah ini adalah salah satu contoh puisi tentang seseorang yang merasa bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja, Puisi berjudul 'SORAI' menceritakan perjalanan panjang yang cukup lelah, dengan semua tekanan dari sekitarnya sempat membuatnya merasa tidak baik-baik saja dan hampir ingin menjauh dari keramaian yang ada. Dimana puisi ini dibuat oleh salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu
Semilir angin berhembus menerbangkan rambut cantik yang terurai, sorai bergema dengan suasana hati yang bermegahan.
Suara alam yang mendukung ketenangan, harum semerbak embun yang mengudara saat hujan selesai, elang yang gagah dan suara terompet yang menggema
Kepada waktu yang berlalu, kepada setiap tanah yang kupijak
Kepada ingatan yang pernah tumbuh
Dengan menikmati setiap harsa
Di bawah luasnya bumantara
Dengan desiran pawana sagara
Semua rasa sesal yang ikut mengudara
Rasa benci yang marak disini
Kepada doa aku bertanya, Kapan semua mereda
Kepada semua redaksi aku bertanya mengapa fakta di tenggelamkan
Seperti pelangi yang memberikan keindahan Kepada sang bumi
Melangkah menelaah disetiap celah
Meski terkadang terasa berat dan terbebani, meski terhalang awan kelam
Berjalanlah agar langkah tak kehilangan arah
Aku berharap kau aman, walau akhirnya tetap menjadi debu
Banjir bandang
dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu
(11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024). Bencana yang dipicu hujan lebat dan luapan
aliran sungai itu dilaporkan menewaskan lebih dari 40 warga. Berdasarkan data
sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu malam,
terdapat 19 korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. “Selain
jumlah korban jiwa yang bertambah, korban hilang terdata sebanyak 2 jiwa,
sementara 19 orang mengalami luka-luka,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (12/5/2024).
Sementara itu,
di wilayah Padang, kata Abdul Muhari, terdapat 8 warga meninggal dunia akibat
banjir bandang. Kemudian di Kabupaten Tanah Datar berdasarkan data sementara
sebanyak 13 korban jiwa. “Berdasarkan pembaharuan data yang diterima BNPB,
tujuh orang dilaporkan hilang dan 12 orang luka-luka di Tanah Datar,” kata
Abdul Muhari. Hingga kini, tim gabungan dari BNPB dan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) masih terus mencari korban yang dilaporkan hilang. Proses
evakuasi warga terdampak banjir bandang juga sudah dilakukan.
Kantor Basarnas
Padang, Sumatera Barat merilis data terbaru terkait jumlah korban meninggal
dunia akibat bencana di Sumbar. Hingga Selasa (14/5/2024) pukul 18.00 WIB.
tercatat total korban meninggal dunia sebanyak 52 orang. Rinciannya adalah 24
orang korban dari Tanah Datar, 22 korban dari Agam, dua orang dari Padang
Panjang, dua orang dari Padang Pariaman, dan dua orang dari Padang. "Total
korban yang meninggal dunia adalah 52 orang," kata Kepala Basarnas Padang
Abdul Malik yang dihubungi Kompas.com, sore tadi.
Abdul Malik
menjelaskan, dua orang asal Padang adalah korban longsor di Sitinjau Lauik,
Minggu (12/4/2024) lalu. Sedangkan sisanya adalah korban banjir bandang
bercampur lahar dingin Gunung Marapi. Sementara, korban yang dilaporkan hilang
bertambah dari sebelumnya 14 orang, sekarang menjadi 20 orang. "Dari
laporan yang masuk ke kami, ada 20 orang lagi yang belum ditemukan ya,"
kata Abdul Malik. Jurubicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan, mayoritas
korban berasal dari daerah kaki Gunung Marapi. Di Agam, daerah terdampak paling
parah adalah Kecamatan Canduang dan Sungai Puar. Sementara di Tanah Datar,
kecamatan yang parah adalah Rambatan dan X Koto.
Di Padang
Panjang, dua kecamatan parah adalah Padang Panjang Barat dan Padang Panjang
Timur. Sedangkan Padang Pariaman adalah Kecamatan Kayu Tanam. Bencana banjir
bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Banjir lahar
dingin ini terjadi di sejumlah kabupaten/kota sejak Sabtu (11/5/2024), dan
hingga kini mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia.
Imbas bencana
tersebut, pemerintah setempat kemudian menetapkan masa tanggap darurat banjir
bandang dan banjir lahar dingin Gunung Marapi selama 14 hari. Masa tanggap
darurat itu dimulai sejak tanggal 12 hingga 25 Mei mendatang. Terkait hal
tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan
penyebab yang memicu terjadinya bencana banjir bandang, banjir lahar hujan dan
longsor di sejumlah wilayah di Sumbar.
Dipicu
Intensitas Hujan Sedang-Lebat, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan
pemicu banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di Sumatera Barat adalah
hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, ini berdasarkan analisis
BMKG per tanggal 6 Mei 2024.
Lahar Berasal
dari Erupsi Gunung Marapi, Sementara terkait lahar gunung, Dwikorita
menjelaskan, material lahar tersebut berasal dari material erupsi Gunung Marapi
beberapa waktu lalu yang masih mengendap di lereng bagian atas gunung. Material
tersebut hanyut terbawa air hujan ke arah hilir.
Material dari
erupsi Gunung Marapi berupa lahar dingin yang hanyut tersebut terbawa hingga
menerjang tiga kabupaten yang berada di sekitarnya. Termasuk di antaranya yaitu
Kabupaten Agam, Tanah Datar, Tanah Panjang, dan Padang Pariaman.
Sc: detik.com












