Pages

Dana Gereja Rp 28 Miliar Raib, Oknum Pimpinan Bank Melarikan Diri

 


Source: Sumut.IDN Times.com

BASKOM ONLINE| 23 MARET 2026| MARIA MEILANY LUMBANTORUAN

Mantan pimpinan bank berinisial AH telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu. Nilai kerugian ini mencapai Rp 28 miliar. Kasus ini berawal dari tahun 2019, AH menawarkan sebuah investasi yang di klaim sebagai "BNI Deposito Investment". Ternyata investasi ini tidak resmi dan belum pernah diterbitkan oleh pihak bank. AH menjanjikan akan memberikan imbalan sekitar 8 persen per tahun untuk menarik minat korban.

Dalam usaha praktiknya, AH diduga memalsukan dokumen seperti tanda tangan dan certificate of deposit (CD). Dana ini tidak disimpan sesuai dengan tujuan melainkan dialihkan ke rekening pribadi, keluarga dan perusahaan milik AH. Kasus ini akhirnya terkuak ketika pihak bank menemukan ada kejanggalan dan kasus ini dilaporkan oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, pada 26 Februari 2026.

Saat ini hendak diperiksa dan tersangka ternyata sudah melarikan diri ke luar negeri. AH diketahui berangkat dari Bali menuju Australia hanya beberapa hari setelah laporan dibuat. Saat ini kepolisian sedang bekerja sama dengan interpol dan aparat dari Australia untuk menangkap tersangka. Upaya penerbitan red notice sedang dilakukan agar pelaku dapat ditangkap.


MERAYAKAN HARI PEREMPUAN, MERAWAT HARAPAN DUNIA.

 


Photo Source: CNBCIndonesia.com

BASKOM ONLINE| 8 MARET 2026| AGHA KHANUM SAIFULLAH

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan atau Women’s Day, hari yang dijadikan sebagai pengingat atas perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. Hari Perempuan Sedunia ini bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan menjadi bukti pencapaian sekaligus mendorong langkah nyata menuju kesetaraan.

Dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang diusung PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menjadikan isu kesetaraan gender sebagai salah satu tujuan pembangunannya. Pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa dunia harus melawan ketimpangan dengan memperluas peluang bagi perempuan dan anak perempuan.

Hari perempuan atau Women’s Day ini bermula pada Februari 1909 di Amerika. Setahun kemudian, di Kopenhagen, aktivis hak perempuan Clara Zetkin mengusulkan adanya hari internasional untuk memperjuangkan kesetaraan hak. International Women’s Day pertama kali diperingati pada Maret 1911, dan sejak 1913 tanggal 8 Maret ditetapkan secara resmi.

PBB mulai merayakan hari ini pada 1975, lalu pada 1996 menetapkan tema tahun pertama, yaitu “Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”. Dan pada peringatan yang ke-seratus pada tahun 2011, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan Maret sebagai Women’s History Month.

Setelah mengetahui sejarah tentang Hari Perempuan, sekarang kita akan kembali pada realita tentang kesetaraan gender yang selalu perempuan dunia perjuangkan. UN Women (United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women) bersama Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB merilis laporan Gender Snapshot 2024 yang menunjukkan bahwa belum satu pun indikator SDGs tentang kesetaraan gender benar-benar tercapai.

Sebanyak 97% negara memang sudah menutup lebih dari 60% kesenjangan, dibandingkan 85% pada 2006. Namun, kesenjangan terbesar tetap ada di bidang politik dengan angka penutupan hanya 22,8%, dan diperkirakan membutuhkan 169 tahun untuk menutupnya. Jadi, kalau kamu merasa perjuangan ini masih panjang, memang datanya juga menunjukkan demikian.

Upaya utama yang dapat kita lakukan untuk menutup kesenjangan ini adalah memahami bahwa semua manusia layak diperlakukan adil. Dibutukan pendidikan, kolaborasi, dan kemajuan sistematis dari semua pihak untuk menghapus stigma perbedaan antar gender.

International Woman’s Day bukan sekedar momen untuk mengunggah kutipan inspiratif, namun ini adalah pengingat bahwa kesetaraan gender membutuhkan konsistensi, kebijakan nyata, dan dukungan lintas generasi.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesetaraan dan perlindungan hak perempuan perlu terus diperkuat demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih adil dan setara bagi semua.

 

AMERIKA SERIKAT SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN DI NATANZ


Source: DetikNews

BASKOM ONLINE| 8 MARET 2026| ARESKA ANJELINA

Amerika Serikat resmi serang Iran melalui serangan udara kepada sejumlah target strategis di iran pada sabtu (28/2/2026). Serangan dipicu oleh ketegangan yang terus terjadi belakangan ini. Serangan militer ini menjadikan fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran empuk pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Hal ini dilansir Reuters dan AI Jazeera, Senin (2/3/2026), yang disampaikan oleh duta besar Iran untuk badan pengawasan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, dalam pertemuan dewan gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara.

“ Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran bernama Natanz yang damai dan dilindungi kemarin” kata Najafi kepada wartawan yang hadir pada forum IAEA tersebut.

Tetapi, tidak dijelaskan secara rinci oleh Najafi perihal kerusakan apa saja yang diakibatkan oleh serangan tersebut.

Ternyata tidak hanya sekali, ini menjadi kali keduanya Natanz dihantam serangan udara. Natanz merupakan salah satu dari tiga fasilitas nuklir Iran Selain Fordow dan Isfahan yang dihantam pada Juni tahun lalu yang juga dilakukan oleh AS dan Israel.

Saat serangan tahun lalu ternyata mengalami kerusakan pada bagian permukaan tanah dari pabrik pengayaan bahan bakar percontohan di Natanz yang menyebabkan terputusnya aliran listrik ke lantai bawah tanah di natanz yang mengganggu sistem operasional bawah tanahnya dan juga ada beberapa kerusakan dibagian bangunan pintu masuk pabrik pengayaan bahan bakar Natanz Iran. Tetapi, Institute For Science And International Security, yang terbit pada hari senin setelah Natanz dihantam pada hari Minggu dan IAEA menanggapi bahwa serangan tersebut bukanlah serangan yang besar.